Monday, May 27, 2019

Hari Pertama Keliling Eropa, 1 Hari Penuh Kejutan di Berlin

Monday, May 27, 2019 0 Comments



"Summer, summer apa ini?" ucap saya dalam hati begitu kaki melangkah keluar pesawat yang saya tumpangi dari Jakarta ke Berlin (transit Singapore).

Ya habisnya dinginnya menusuk kulit sekali. Syukurnya saya memakai jaket dan syal namun tetep tidak bisa menghalau dingin pagi itu. Saya rapatkan kancing jaket dan sabar menunggu giliran untuk naik shuttle yang mengantarkan kami ke terminal kedatangan.

"Kamu beneran sendiri aja Sat? Buset nggak takut apa?" tanya teman saya via DM Instagram.

Hahahaha ya beneran ini berangkat dan pulang sendirian tapi sepanjang perjalanan kan akan bertemu dengan banyak orang, teman-teman baru di perjalanan. Jadi, kenapa harus takut?

Saya mendarat di Berlin Tegel Airport yang benar-benar biasa saja dan kecil. Loket pengecekan imigrasi-nya juga kecil sekali. Setelah menjawab pertanyaan sekenanya seperti akan tinggal berapa lama dan apa tujuan ke Berlin, saya lolos dan bergegas mengambil carrier saya di conveyor belt.

Di Eropa, trolley berbayar ya jadi gotong sendiri barang-barangmu kalau mau hemat. Lumayan juga harus bayar 1 EUR, bisa beli roti. Jangan berpikir akan ada porter seperti di Indonesia juga ya.

Saya keluar terminal kedatangan dan langsung menyalakan JavaMifi, portable wi-fi yang akan jadi teman saya di perjalanan panjang keliling Eropa 1,5 bulan ini. Karena tahu akan selalu ada sinyal internet makanya saya nggak khawatir sama sekali soal berjalan sendiri. Selama internet ON ya pasti aman. Meski juga kemampuan kita berkomunikasi berbahasa asing, minimal bahasa Inggris, juga penting agar bisa bertanya jika tersesat di jalan.

Langsung saya mengabari keluarga dan orang terdekat bahwa saya sudah tiba dengan aman, sehat dan selamat. Saya duduk di kursi di depan terminal kedatangan dan melihat orang yang lalu lalang.

Ini dia portable wi-fi kecil nan praktis yang aku pakai untuk jalan-jalan ke Europe.


Perasaan saya campur aduk sebenarnya ketika tiba di Berlin karena rencana awal akan bertemu kakak sepupu harus berubah karena dia harus pulang mendadak ke Indonesia, tepat di hari saya terbang ke Jerman. Padahal kami sudah berencana akan eksplorasi Bavaria, daerah selatan Jerman yang cantik sekali. Jadilah saya harus berpikir cepat apa yang harus saya lakukan kalau kakak sepupu saya tidak ada.

Akhirnya saya memutuskan untuk ke Houten, Utrecht, Netherlands (Belanda) karena ada teman yang tinggal di sana. Dikarenakan dia juga akan pulang ke Indonesia untuk lebaran di minggu depannya, saya langsung memutuskan untuk mengunjungi dia langsung di hari-hari awal perjalanan saya.

Jadilah transit kurang dari 24 jam di Berlin karena saya tiba pukul 7 pagi dan bis ke Utrecht-nya pukul 9 malam. Hmmm, enaknya kemana yaaaa selama waktu transit ini?

Saya berpikir untuk ke AlexanderPlatz, city centre Berlin. Mungkin akan menyenangkan pergi ke Central dan minimal melihat kehidupan orang-orang di Berlin. Ya kan?


Begitu keluar dari terminal kedatangan dan menggotong carrier saya seberat 17 kilo dan daypack saya seberat 8 kilo (total 25 kilo), saya naik tangga penghubung ke bus stop. Lumayan juga berkeringat di pagi yang dingin (sekitar 12 derajat).

Setelah ngecek bus apa yang harus saya ambil untuk pergi ke AlexanderPlatz, saya membeli tiket di ticket machine yang berbahasa Jerman. Awalnya cengo dulu di depan layar hingga ada petugas yang menghampiri dan membantu saya membeli tiket ke tujuan. Saya tinggal bayar 2,8 EUR pakai kartu JENIUS saya karena mesinnya menerima pembayaran pakai debit card / credit card atau cash tapi recehan koin saja.

40 menit perjalanan menuju AlexanderPlatz dari Airport sama sekali tidak terasa karena saya terbuai pemandangan Berlin yang... cantik... sekali.






Di depan saya duduk seorang Nenek yang melempar senyum ketika mata kami beradu. Saya bergumam dalam hati kalau sebenarnya ada kok orang Eropa yang ramah kepada pendatang. Tidak semuanya dingin dan tidak murah senyum. 

Di dalam bus saya mengecek google maps agar tahu di mana saya harus berhenti. Begitu mendekati area AlexanderPlatz saya bersiap dan turun di halte yang dekat dengan central park-nya. Saya letakkan tas dan duduk di kursi taman. 

Dalam beberapa jam saja sudah ada kejadian aneh yang mewarnai hari pertama saya.

Yang pertama adalah scam-trick yang dilakuin 3 orang perempuan yang nggak berhenti bilang "Oooo you are so beautiful" tapi habis itu minta donasi untuk anak-anak disabilitas tapi sama sekali tidak terlihat bisa dipercaya, nggak bisa nunjukin id-card juga. Awalnya cuma minta aku tandatangan di atas selembar kertas petisi, tapi ujung-ujungnya mereka minta aku buat bayar 15 EUR (itu banyak banget buat kita). Eh ternyata mau tipu-tipu mereka. Uang yang tadinya sudah ada di tangan mereka berhasil aku ambil lagi. Syukurlah...


Yang kedua, saya bertemu dengan sepasang suami-istri dari Serbia yang duduk di sebelah saya tidak berapa lama setelah gadis-gadis tukang tipu itu pergi. Saat aku foto-foto dengan tripod yang aku bawa, si Bapak bertanya asal saya.

"I'm from Indonesia" jawabku sambil tersenyum.

"Ah, I see. I'm bit unsure because you look like Thai / Philippine girl" ujar Bapak itu lagi.

Tidak lama kemudian kami tenggelam dalam pembicaraan soal kehidupan. Senang sekali rasanya dapat banyak "wejangan" dari mereka. Soal hidup, hubungan spiritual, hubungan antar manusia dan alam. Semuanya benar-benar jadi auspan yang berguna untuk diri. Tak lupa mereka juga memberikan nasihat soal hubungan percintaan, hahahahaha. Mereka menjelaskan hal-hal apa saja yang menjadi kunci sukses dan langgeng sebuah hubungan. Kalian penasaran apa saja yang kami obrolin?

Tak terasa kami mengobrol hingga 1,5 jam dan mereka pamit untuk menjemput anak perempuan mereka.

"Iya, anak perempuan kami sedang jalan-jalan di Berlin dengan teman-temannya setelah menonton konser BlackPink" kata Ibunya. 

"Iya kami juga ikut menonton konser BlackPink itu" ujar Bapaknya lagi. 

Eh buset, keren sekali mereka ikut nonton konser K-Pop padahal usia mereka sudah tidak terbilang muda. Hahahaha...

Kami bertukar kontak agar bisa saling berkomunikasi dan mana tahu saya ada rejeki ke Serbia, rumah mereka terbuka lebar untuk saya katanya. Aihhhhh baik sekali pasangan itu. Saya memang ingin sekali ke Serbia karena itu adalah negara asal para paraglider (penerbang paralayang) yang selalu ada di jajaran juara dunia. 

"Terima kasih ya Rodo dan Vera. It was really nice to meet you" ujar saya sambil memeluk mereka. 

Aku mengambil foto Rodo & Vera dari belakang.


Saya melihat mereka hilang di kejauhan dan kembali menikmati pemandangan orang-orang yang asyik berfoto di depan air mancur. Tidak sadar bahwa di tempat saya ada seorang lelaki muda yang duduk juga dan lalu menyapa saya.

Tentu saya heran karena biasanya orang Eropa tidak suka menyapa orang asing namun pemuda itu dengan ramah tersenyum dan menanyakan asal saya dari mana.

Pemuda yang ternyata bernama Marty itu ternyata pernah tinggal di Jepang beberapa tahun dan awalnya mengira saya adalah orang Jepang (orang Jepang eksotis iya hahahahaha). Namun karena dia juga fasih berbahasa Inggris selain bahasa Jerman, kami malah jadi mengobrol tentang banyak hal.

Beruntung sekali Marty tinggal dekat dengan AlexanderPlatz jadi saya diperbolehkan untuk menaruh carrier besar saya di apartemen dia dan kami akan jalan-jalan ke beberapa tempat menarik di Berlin seperti Berliner Dom dan juga Brandenburg Gate. 

Danke schön Marty!

Foto diambil oleh Marty dan agak blur tapi ya sudahlah ya...


Kami juga pergi ke bakery enak di dekat AlezanderPlatz namanya "Zeit für brot" dan nyobain the famous cinnamon apple bread mereka yang harganya 2.8 EUR dan espresso harga 1.8 EUR. Harganya masih normal lah buat kita di Indonesia ya.



Beneran enak cinnamon apple bread-nya <3


Di hari pertama keliling Eropa, saya boia bilang hari saya menyenangkan dan juga baru pertama kali merasakan langit masih terang sekali hingga pukul 10 malam. Hari terasa panjaaaaaaang sekali.

Saya naik U-bahn dari AlexanderPlatz ke ZOB Berlin, bus station tempat saya akan naik Eurolines ke Utrecht. Ongkosnya 27.9 EUR jadi terbilang murah dibandingkan naik kereta atau pesawat. Bus di Eropa-nya juga enak karena kursinya empuk, ada colokan, toilet bersih dan wi-fi (tapi saya nggak bisa akses wi-fi nya). Maaf lupa foto interior bus-nya. Di perjalanan berikutnya yaaa akan saya ulas soal bus keliling Eropa.

Enaknya pakai Jenius Card ini. Kartu Debit yang bisa dipakai buat beli macam-macam di Eropa, termasuk tiket kereta.

Sejenak sebelum bus bertolak ke Utrecht. Nah, kelihatan kan jam 9 malam masih terang banget.

Bus bertolak dari Berlin dan saya terlelap dengan cepat karena capek juga jalan kaki keliling Berlin. Capek tapi senang karena dipertemukan dengan orang-orang menyenangkan. Hari pembuka perjalanan yang menghangatkan hati. 

Wir sehen uns wieder, Berlin! Nanti akan lebih banyak eskplorasi Berlin yaaaa...




Cheers,






Follow Us @satyawinnie