Wajah Merekah Telaga Kemuning Kini Setelah Jadi Kampung Berseri


Sinar mentari yang hangat serta merdu kicau burung menyambut kedatangan kami di Desa Kemuning, Gunung Kidul, Jogjakarta. Menyenangkan sekali rasanya bisa menikmati pagi yang cerah dan menghirup udara segar di desa yang berjarak tempuh sekitar 1,5 jam dari pusat kota Jogja ini.

Kami berjalan kaki menyusuri jalan setapak desa. Sebenarnya jalan itu bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat namun kami lebih memilih berjalan, bergerak sehat di pagi hari. Udara segar begitu, ya lebih enak dinikmati sambil jalan kaki, toh.

Jalan masuk menuju Desa Kemuning Gunung Kidul...

Mungkin kalian belum pernah mendengar nama Desa Kemuning di Jogja. Ya saya juga. Saya awalnya tahu Kemuning itu area perkebunan teh di Karang Anyar, Solo, Jawa Tengah. Ternyata, Desa Kemuning Gunung Kidul ini memang baru menggeliat padahal di daerah Gunung Kidul sendiri sudah banyak atraksi yang dikenal khalayak ramai seperti Gunung Purba Ngglangeran, Goa Pindul, Goa Jomblang dan pantai-pantai yang ciamik.

Awal mula Desa Kemuning ini konon katanya berasal dari pohon yang ada di desa tersebut. Memang betul desa ini asri dan hijau. Di sepanjang jalan masuk ke desa ini saja kita akan melihat banyak sekali pepohonan di kanan kiri yang didominasi dengan pohon kayu putih.

Di Desa Kemuning pula terdapat satu telaga yang menjadi daya tarik wisata yakni Telaga Kemuning. Luasnya sekitar satu hektar dengan kedalaman kurang lebih tiga meter. Masyarakat sekitar senang datang bersantai di tepian telaga ini dan terkadang sambil memancing untuk hiburan di akhir pekan.

Tepian Telaga Kemuning sekarang ada pendoponya...

Telaga Kemuning ini berada di kawasan hutan yang tidak terlalu jauh dari pemukiman warga. Kita bisa trekking santai di dalam hutan milik Perhutani dan juga Hutan Lindung Wanagama. Di Hutan Lindung Wanagama seluas kurang lebih 500 hektar ini, tersimpan ragam flora dan fauna yang bisa kita jumpai saat trekking. Kawasan hutan yang hijau rimbun dan sejuk seolah-olah menjadi oase di tengah kawasan Gunung Kidul yang didominasi perbukitan karst nan gersang.

Di dalam area Wanagama tersedia bumi perkemahan yang bisa jadi alternative liburan saat plesir ke Jogja. Biaya masuknya hanya Rp 2.000,- per orang. Jalan-jalan hemat sekaligus jalan-jalan sehat.

Oke, kembali ke Desa Kemuning yuk!

Desa Kemuning mulai menggeliat karena usaha Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) pada tahun 2008 dan berhasil menjadi Desa Wisata tahun 2012. Makin berkembang lagi ketika ASTRA datang ke kampung ini dan menawarkan program Kampung Berseri ASTRA yang menitikberatkan pengembangan empat aspek yakni pendidikan, lingkungan, kesehatan dan kewirausahaan. Desa Kemuning pun menjadi salah satu dari puluhan KBA (Kampung Berseri Astra) yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.




Dalam pelaksanaan program KBA itu, seluruh masyarakat turut andil karena memang diharapkan seluruh KBA di Indonesia bisa mandiri dan terus berkembang meningkatkan kualitas kehidupan mereka.

Jika ada kendala, masyarakat akan berdiskusi dengan tim program KBA untuk menemukan solusi yang terbaik. Satu demi satu terselesaikan demi mencapai tujuan. Tujuannya tentu saja agar Desa Kemuning bisa menjadi wilayah dengan lingkungan yang bersih dan hijau serta masyarakat yang sehat, cerdas dan produktif.

Lihat saja contohnya Telaga Kemuning yang dulunya keruh dan tidak terawat, kini bersih dan apik. Saya sendiri betah duduk bengong berlama-lama di tepian telaga ini. Sambil baca buku dan menikmati kopi tampaknya lebih asyik.

Di tepian Telaga Kemuning ini juga sudah dibangun toilet yang bersih dan uniknya, ASTRA mengajak anak-anak di sana untuk menggambar dan mewarnai dinding toilet itu. Super menarik kan?



Tak hanya itu saja. Kini Ibu-ibu di Desa Kemuning, mengembangkan cemilan cemilan khas dari kampungya dan dikemas dengan ciamik. Bila berkunjung ke sana, cicipilah Wedang Secang, Dodol Pisang Uter, Kripik Pisang, Kripik Talas dan cemilan-cemilan lainnya. Untuk bungkusan berukuran sedang, harganya cuma Rp 10.000,-. Untuk rasa tak usah ditanya. Semuanya lezat sampai membuat saya tidak berhenti mengunyah.






Senang rasanya jika melihat desa-desa lain ikut berseri seperti Desa Kemuning ini. Bagaimana? Kamu tertarik untuk mengunjungi Desa Wisata Telaga Kemuning kan?