Tuesday, January 24, 2017

# Featured # Kapal Pelni

Naik Kapal Pelni Lima Hari Menuju Tanah Papua


“Mau naik KM Dobonsolo Mbak? Masuknya lewat pintu GSN ya” ujar seorang Bapak yang melihat saya dan Janatan menggendong dua carrier besar. Di dalam pikiran Bapak itu, kami berdua pasti mau bepergian jauh naik kapal. Tentu saja naik kapal karena saat itu kami ada di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Menyenangkan sebenarnya naik kapal dari Surabaya karena pelabuhan penumpang Gapura Surya Nusantara yang bagus banget. Saya sudah pernah cerita juga tentang pelabuhan GSN ini lho. Mirip seperti bandara di mana semua penumpang harus melewati mesin x-ray dulu dan harus check in di counter sebelum masuk ke ruang tunggu. Berbeda dengan pelabuhan lain yang masih melakukan pemeriksaan tiket di pintu masuk pelabuhan dan saat akan naik kapal saja.

Gapura Surya Nusantara dilihat dari KM Dobonsolo.
Sedikit sebal pada awalnya karena untuk membeli tiket PELNI ini susahnya bukan main. Di saat kita bisa memesan tiket pesawat dan kereta api di aplikasi online, untuk membeli tiket PELNI harus datang langsung ke pelabuhan. Katanya sudah bisa beli online di website PELNI, tapi saya sudah coba berkali-kali nggak pernah berhasil, error melulu. Jadwal kapalnya pun tidak update dan susah mengakses website nya dari ponsel, lebih baik lewat PC. Kan repot ya? Apalagi kalau kita tinggal jauh dari pelabuhannya. Bingung mau memastikan jadwal kapal dan reservasinya. 

Akhirnya saya datang langsung ke pelabuhan Tanjung Perak dan membeli tiket di KAHA Tours and Travel yang ada di sana. Syukurlah mereka mempermudah kita yang ingin naik kapal dengan memberikan layanan reservasi tiket kapal via telepon dan sistem pembayarannya via transfer bank. Tiketnya bisa diambil di pelabuhan 3 jam sebelum berangkat. Asyik banget kan? Semoga membantu buat teman-teman yang mau naik kapal PELNI dari Surabaya ya. Ini nomornya 031-3299-231 atau 031-328-6033 untuk operasional Senin - Minggu pukul 08.00 - 18.00 WIB. Di luar jam operasional bisa menghubungi 0821-4110-9919 atau 0853-3090-3177. Pesan tiket kapal Pelni jadi lebih mudah!

***

Apa saja sih pengalaman unik saat naik PELNI? Nih saya bagi ceritanya :

1. Rebutan Kasur di Kapal


Masih teringat jelas di ingatan betapa saya pernah menangis karena kepala terantuk barang-barang yang diangkut porter pelabuhan di bahunya, naik berdesak-desakan ke atas kapal. Semua itu terjadi karena semua orang berebut mengambil lapak di dalam kapal, khususnya kelas ekonomi. Meski di tiket kita tertera nomor deck kapal dan nomor tempat tidur, itu semua tiada guna. Hahahaha. Semua orang suka-suka ambil tempat semaunya. 

Kalau mau tidur di kasur ya siapa cepat, dia yang dapat....

Kalau tak dapat kasur, tidur di lorong atau di mana pun yang lowong...
Tak ada guna juga berdebat dengan orang yang menempati tempat tidurmu. Lebih baik mengalah dan mencari tempat lain. Kadang kita tidak mendapatkan tempat tidur ketika kapal sedang penuh-penuhnya. Sehingga saya biasanya membawa matras atau beli tikar dari karung yang dijual dua puluh ribu perak per satuannya, lalu mencari pojokan yang enak untuk tidur. Syukurlah saat lima hari ke Papua, saya dan Janatan mendapatkan tempat tidur sepanjang perjalanan 

Hmmmm, tapi jangan tidur di depan pintu juga ya hahahaha....

Apalagi tidur di tangga. Jadi nggak enak kalau mau naik turunnya...

Karena di beberapa kelas tidak ada kelas, jadi semuanya ekonomi.


2. Antri Makanan Dengan Porsi Secuil

Enaknya, tiket yang kita bayar itu sudah termasuk dengan makanan tiga kali sehari, pagi, siang dan malam. Jadwal makan pagi jam 6 pagi, makan siang jam 11, makan malam jam 5 sore. Sebenarnya pelayanan makanan di PELNI sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dulu, naik PELNI itu kita antri makan pakai piring kaleng ceper persegi panjang macam di penjara itu. Sekarang mereka menggunakan kemasan plastik semacam katering. Tapi porsinya tetap sama, nasinya banyak, sayur dan lauknya hanya sejumput tangan. Menunya pun itu-itu saja, ikan goreng, ikan kuah kuning dengan sayur kol atau bihun. Tapi saya mengapresiasi PELNI karena sekarang pas makan pagi kita dapat susu, pas makan siang dapat crackers dan pas makan malam dapat jus botolan. Lumayan banget.

Kalau mau ambil makanan harus bawa tiket ya...

Menu secuilllll...

Kalau lapar, ada banyak pedagang di PELNI yang jualan nasi kotak atau Pop Mie dan juga minuman sachetan...


3. Sabar-sabar di Kamar Mandi

Kenapa harus sabar-sabar? Ya memang harus sabar karena kamar mandi tidak banyak sedangkan ada ratusan bahkan seribuan orang yang mau pakai. Begitu juga dengan toilet. Pernah saya kebelet ingin buang air tapi antrian toilet di deck saya cukup panjang. Mau nggak mau saya harus naik turun ke deck lain untuk mencari toilet yang kosong. Sumpah itu rasanya nggak enak pol lagi kebelet harus turun naik tangga, jalan cepat setengah berlari hanya untuk mencari toilet. Hahahaha.


Shower kamar mandinya meski buluk berfungsi dengan baik kok...

Selama perjalanan saya hanya mandi satu kali sehari dan itu siang-siang bolong jadi tidak harus antri lama. Hindari mandi jam mandi biasa (pagi dan sore) karena antriannya super panjang. Enaknya sekarang kamar mandi di PELNI pakai shower jadi air lebih hemat daripada pakai gayung. Tapi ya kita harus tahu diri kalau mandi di kapal. Air bersih di kapal itu terbatas dan ada banyak orang yang mau pakai, jadi kalau di rumah sendiri mandi bisa setengah jam, di kapal cobalah mandi 5 menit saja ya.


4.  Hiburan Film XXX di Bioskop Mini

Sebenarnya ini sudah rahasia umum bahwa di PELNI ada bioskop mini yang jadi hiburan penumpang. Setiap 3 jam sekali, ada pengumuman yang terdengar seantero kapal tentang judul film yang akan diputar. Penyiarnya pintar sekali memasarkan film, penuh semangat begitu dan kadang sedikit tipu-tipu. Seperti kemarin, saya sudah kasitahu ke Janatan yang baru pertama kali naik PELNI bahwa film yang diputar di bioskop mini PELNI itu film XXX jadi saya nggak mau nonton lagi, apalagi bayar Rp 15.000,- per orang.

Lalu sekali waktu, kami mendengar pengumuman bahwa film yang akan diputar adalah film tentang suku kanibal di pedalaman Amazon. Wooohhh, saya langsung tertarik kan. Jadilah kami turun ke deck dua, bayar tiket masuk dan bersiap nonton di dalam ruang kecil dengan kursi-kursi yang sudah ambles. Pas filmnya diputar ternyata film semi XXX, tentang kanibal juga tapi berlokasi di Amerika. Amazon nya sebelah mana? Nggak sampai setengah jalan film diputar, kami keluar. Agak mual nonton manusia dipotong-potong ditambah adegan XXX. Hih. Kebayang nggak?


5. Nonton Hiburan Malam dengan Biduan Seksi

Buat ABK PELNI yang bertugas layar 3 bulan dan libur satu bulan, hiburan dangdut dengan biduan cantik adalah kegemaran mereka. Setidaknya itu menjaga mereka tetap gembira meski setiap hari mereka juga punya kegiatan lain seperti bermain tenis meja atau bulu tangkis di deck  bawah.

Jadilah setiap malam ada dua biduan yang ikut berlayar (dengan tiket mitra kerja PELNI), bekerja menghibur ABK dan penumpang. Biasanya mereka mulai bernyanyi dari jam 8 hingga 10 malam. Yang mau menonton harus memakai pakaian sopan dan sepatu kata penyiar kapalnya. Sudah kayak mau menghadiri makan malam dengan orang penting ya. Hahahaha.

6. Menikmati Sunrise dan Sunset di Deck Atas

Yang jadi favorit kami selama pelayaran kemarin itu bisa nikmatin sunrise dan sunset di laut lepas. Lokasi favorit kami adalah dek atas. Semesta baik sekali selama kami berlayar tidak ada badai dan lautan teduh. Meski beberapa kali tidak dapat sunrise dan sunset karena hujan, tapi masih bisa dikategorikan bagus. Saya sudah pernah terkena badai hebat saat naik kapal besar dan berharap tidak mengalaminya lagi. Benar-benar nggak mau lagi.

Kalau lagi dapat sunrise bagus itu senang banget. Ini sunrise lho ;)


7. Bisa Pesiar Saat Kapal Sandar

Jika berlayar dari Surabaya ke Sorong naik KM Dobonsolo, kapal akan sandar di Makassar, Bau-Bau, Ambon sebelum tiba di Sorong. Biasanya kapal sandar sekitar 2-4 jam. Nah selama rentang waktu itu, penumpang bisa pesiar alias jalan-jalan di sekitar pelabuhan atau ke kota jika waktunya memungkinkan. Kemarin pesiar paling lama yang kami lakukan itu di Ambon karena kapal sandar sekitar 4 jam jadi bisa keluar ketemu teman dan jajan. Bosan juga tahu makan makanan kapal terus-terusan.

Pesiar di Ambon naik becak!

Tapi waktu di Bau-Bau kapalnya sandar tidak sampai dua jam, jadi kami berdua hanya keluar pelabuhan, lihat-lihat lalu masuk lagi. Ya begitu saja hiburannya. Hahahaha. Nggak lupa beli jajanan untuk tambahan makanan selama perjalanan. Favorit kami ya mie instan dalam cup. Itu yang paling praktis karena air panas di kapal itu gratis. Kami juga beli sambal sachet, Mayumi Pedas (ini favorit saya) dan BonCabe, penyelamat untuk rasa makanan di kapal yang rasanya standar.

8. Merayakan Pergantian Tahun di Atas Kapal

Tepat tanggal 31 Desember kemarin, kami masih dalam perjalanan dari Ambon menuju Sorong. Kami merayakannnya dengan ikutan syukuran bersama teman-teman ABK KM Dobonsolo. Ada banyak makanan dan cemilan selama acara. Lumayan makan enak gratis ya kan. Puncaknya, kami ikut menari dangdut dan poco-poco bersama. Malam itu menjadi salah satu pengalaman yang tidak terlupakan buat kami berudua. Biasanya pergantian tahun kami rayakan dengan berdoa bersama keluarga atau main terompet kembang api bersama teman-teman, kali ini kami rayakan dengan berjoget di atas kapal yang sedang berlayar, tak ada sinyal jadi semua orang sibuk bergoyang saja.

Lumayan ikut pesta dapat makan dan minum gratis...



9. Tersesat di Kapal

Kalau ini sih ceritanya si Janatan yang sering banget tersesat di kapal. Hahahaha. Setiap waktu pengambilan makanan, biasanya Janatan yang ambil ke pantry di deck 3 dan jalannya memang naik turun dan memutar kapal. Jadilah dia tersesat berkali-kali. Saya sampai terbahak-bahak melihat muka dia saat datang kembali ke tempat kami dan bercerita betapa dia kebingungan mencari jalan pulang. Mesake…

10. Berbagi Cerita Perjalanan Seru dengan Penumpang Lain

Ini juga menjadi salah satu favorit kami. Bercerita dan mendapat cerita baru dari setiap orang yang kami ajak bicara di kapal. Ada pasangan suami istri yang sering berlayar untuk bisnis MLM nya, ada Ibu dan anak balitanya yang plesiran dari Ambon ke Surabaya untuk berbelanja karena barang-barangnya murah di sana. Ada cerita anak muda yang lagi mandi, bajunya diambil dan raiblah dompet dan karcisnya sehingga dia harus mengemis ke seantero kapal untuk mendapatkan uang membeli tiket baru untuk pulang (ini sedih sih).

Dapat banyak wejangan spiritual dari Bapak Pendeta yang sedang berlayar ke Jayapura dari Ambon untuk bertemu keluarganya. Cerita seru dengan perwira dan ABK kapal yang merindu keluarga yang ditinggal berlayar berbulan-bulan dan bagaimana mereka menjaga kepercayaan dan kesetiaan dengan pasangannya (ini so sweet banget). Setiap orang yang kami temui benar-benar membuat kami memperluas sudut pandang kami tentang kehidupan. Itu mengapa saya tidak bosan naik kapal. Meski tak bisa mengakses dunia maya, saya dapat cerita dari dunia yang nyata, yang saya dengarkan seksama dengan telinga, menikmati ekspresi raut wajah  mereka saat bercerita. Sangat-sangat menyenangkan bagi saya.

Beberapa catatan kecil untuk teman-teman yang ingin naik kapal ke Papua :


1.       Tiket PELNI KM Dobonsolo Surabaya – Sorong harganya Rp 650.000,-
2.       Disarankan untuk memakai backpack / carrier jika ingin bepergian naik kapal agar lebih ringkas.
3.       Berhati-hatilah dengan barang berharga yang kamu bawa. Berteman baiklah dengan orang di sebelah tempat tidurmu agar terjalin rasa percaya saat ingin meninggalkan barang untuk mengantri makanan atau pergi ke kamar mandi. Tips ini penting banget untuk kamu yang bepergian naik kapal sendirian.
4.  Bawa bekal makanan yang tahan lama seperti orek tempe, teri sambal kacang dan sejenisnya agar tidak bosan di kapal. Aha, jangan lupa mie instan dalam cup. Enak disantap sambil lihat matahari terbenam. Hahahaha. Kalau mau jajan yang murah ya belilah di luar pelabuhan saat kapal sandar. Jajan di dalam kapal agak sedikit lebih mahal.
5.    Bawalah hiburan untuk diri sendiri kalau kamu cepat bosan. Bisa bawa buku bacaan, music player, gitar kecil. Ngobrol dengan banyak orang memang asyik tetapi menikmati waktu sendiri juga menyenangkan kan? ;)


Kami tiba di Pelabuhan Sorong tepat tanggal 1 Januari 2017. Di hari pertama dalam tahun ini, kami tiba di tanah impian kami sejak lama, Papua. Bersiaplah untuk menikmati cerita perjalanan kami berikutnya ya. Kira-kira ada yang mau ditanyakan? Taruh saja di kolom komentar di bawah ini ya. Psst, yang mau nambahin pengalaman serunya saat naik Kapal PELNI juga boleh lho ;)

Tiba di Sorong. Perjalanan baru saja dimulai ;)



53 comments:

  1. such a beautiful adventures for a new year, safe trip terus ya ! x

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahaha thank you so much Kak Febby. Petualanganmu lebih menggugah. Aku mau keliling dunia kayak kamu suatu hari nanti. Xoxo...

      Delete
  2. Omku dulu pernah jadi kapten kapal Pelni Surabaya - Makasar, lanjut Surabaya - Papua (sekarang pensiun). Beliau bilang, siapa yang cepat dia yang dapat kasur. Di manapun tempat kosong, di sana bakal jadi area penumpang untuk tidur. Kalau bisa uang, dompet, dan lainnya jangan ditaruh di saku celana atau tas.

    Pokoknya harus bisa mengurusi barang masing-masing, takutnya tertukar :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banget Nas, kita benar-benar harus waspada kalau naik Pelni. Jangan pasang tampang planga plongo juga ya xD Aku agak-agak seram kalau kapal sandar, itu porter-porter menyerbu kayak sudah mau perang xD

      Delete
  3. Ah backpackeran ke sorong seru kali mbak, kapan" bisa mengikutin jejak bakcpackeran seperti mbak satya.. Makasih mbak info harga tiket kapal nya dan lain nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Fajrin, terima kasih sudah berkunjung ke blogku ya. Semoga berguna infonya dan semoga nanti perjalanan naik kapalnya menyenangkan ya Jrin 😉

      Delete
  4. Bacanya seru banget sambil bayangin XD Ga kebayang 5 hari terombang-ambing di atas kapal. Saya yg cuma 2,5 jam (Merak - Bakauheni) aja udah pengen merapat aja, Mbak Satya ^_*

    Very nice sharing. Smoga suatu hari bisa ke Tanah Papua jugak. Salam kenal ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Julee. Terima kasih sudah mampirrrrr. Hahahahaha itu hanya masalah terbasa aja dan cuaca ya. Kalau cuaca baik pasti enak-enak aja rasanya. Kalau ombak tinggi baru enek-enek rasanya hahahahahaa. Aminnn semoga bisa ke Papua juga ya 😉😉

      Delete
  5. Pas banget!
    Ada sumber listrik ga Sat?
    Trus ada sinyal ga, kali-kali bisa sambil kerja gituuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada Kak Re di setiap tempat tidur ada colokannya. Jadi bisa kerja nulis. Apliotnya pas ada sinyal pas sandar ya jadinya xD

      Delete
  6. Akhirnya bisa ketemu juga sama Satya Winnie, walaupun cuma sebentar tapi saya suka dengan ceritanya. Next time harus ke Papua lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Tinussssss. Terima kaseh su mampir di blogku. Hahahha. Ihhhh kita kurang lama ketemuannya ya. Padahal mau cerita-cerita banyak juga dari kalian. Nanti kita jumpa lagi eee ;)

      Delete
  7. Ah pengalaman kamu seru banget, aku pengen banget nyobain tapi aku takut BOSAN ihik ihik ihik.
    Ok sip mesti cari pacar biar seru ama pacar yaaaaa di kapal nya hehhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu gak akan bosan Kacum. Kan kamu bisa menghibur satu kapal hahahaahhaa. Jadi kamu penggembiranyaaa. Iya kaliyaaaa karena ada pacar ada yang diajak berbagi 😂

      Delete
  8. Ah seru bgt naik kapal PELNI ke Sorong, kak...
    Jadi keinget dulu sering banget naik kapal PELNI sama keluarga, walaupun tripnya cuma ke Batam. Secara rumahku deket banget dari Pelabuhan Tg.Priok hehehe
    Inget banget dulu waktu kecil harus desek-desekan naik ke kapal, trus udah di dalem kapal harus buru-buru rebutan kasur😂
    Kalo ke Batam cuma 24 jam lebih dikit, jadi gausah pake mandi (karena bener bgt kamar mandinya dulu parah bgt). Untuk ke toilet aja, ya bisa lah di tahan-tahan dikit hehehe
    Bawa teri kacang sambel itu udh suatu keharusan! jadi kadang ke kantin cuma minta nasi putih karena udh ada lauk sendiri😋
    Dan deck kapal memang selalu jadi tempat favorit buat sekedar habisin waktu, nongkrong, liat laut dan sunset. Ah seruuu deh, naik kapal! Pengen lagi!
    Satu pengalaman lagi, karena dulu waktu kecil tidurnya lasak, aku pernah ga sengaja ngigo dan nampar seorang Bapak yg lg tidur juga di kasur sebelah aku hahaha😂😂

    Semoga bisa ke kampung halamanku, Ambon, naik kapal PELNI...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Yoanne! Terima kasih sudah mau berkunjung dan berbagi cerita ya ;) Ah iya kemarin itu mau bawa teri kacang sambel tapi nggak sempet beli di Surabaya hahahaha. Itu epic banget deh nampar Bapak yang lagi tidur itu hahahaha. Cobain yuk naik kapal lagi ;)

      Delete
    2. Halo kak... Aku mau nanya, kalau naik pesawat hecules itu ada kontak yg bisa di hubungi ga? Terima kasih, efek liat blog kaka sebelumnya

      Delete
    3. Halo Diy maaf ya baru balas. Hmmm kalau naik Hercules itu harus pakai surat dari TNI AU dulu. Kalau sipil pun harus punya surat pengantar dari keluarga kandung yang menjadi anggota TNI AU. Begitu...

      Delete
  9. Wah seru ya naik kapal gitu, bs jg berpetualang ke kota2 lainnya ketika berhenti :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Timo! Terima kasih sudah mampir. Iyaaaa salah satu yang paling seru pas naik kapal ya bisa transit dan jalan-jalan. xD

      Delete
  10. haduuh.. pengen banget naik kapal, dulu hampir mau naik kapal ke palembang. udah seneng banget tuh waktu itu,eh malah ga jadi. haha

    itu mandai pake air laut kah ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Bang Zaenuddin, terima kasih sudah mampir ya! Ah kenapa nggak jadi naik kapalnya? xD
      Kalau mandi pakai air tawar kok Bang, makanya setiap kapal berhenti, mereka juga isi air bersih ke dalam kapal.

      Delete
  11. informasinya bagus bgt ka, ceritanya menarik dan insfiratif hhi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Rizqi terima kasih sudah mampir yaaaaa. Hahahaha, makasih lagi kalau dibilang ceritanya menarik. Senang berbagi cerita perjalanan seru sama teman-teman sekalian. Yuk naik Pelni ;)

      Delete
  12. Mbak Satya, halo salam kenal aku Justin. Aku suka banget blognya ya ampun kemana aja aku selama inih! Cerita kapanya seru yah, aku pernah dua hari naik bus plus nyebrang kapal dari Jogja ke Pagar Alam, itu udah mabok menderita. Ini 5 hari di kapal? UWOW!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Justin! Kita senasib ya, perempuan tapi namanya laki-laki. Hahahaha. Ah terima kasih banyak sudah menemukan blog ini! Hahaha 5 hari di kapal belum seberapa kok. Bisa 10 hari kalau kamu dari Jakarta sampai Jayapura. Mau coba? ;)

      Delete
  13. Babang belum pernah naik kapal pelni, seru juga ya pengalaman disana. pernah ada teman naik pelni pas mudik udah berdesak2an kayaknya over capacity atau gimana trus kehilangan duit juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti Babang harus coba naik Pelni biar tahu sendiri serunya kayak apa yaaa... Iya memang sih di PELNI kita harus sangat hati-hati dengan barang bawaan jangan sampai lengah...

      Delete
  14. wah. aku ketinggalan banyak hal menarik di Kapal Pelni ya. waktu aku ke Pulau Aru juga naik kapal pelni, aku pakai kamar yang kelas 1. Tapi untuk toilet, bayar lagi. jadi g perlu antri. Terus pintu kamarnya tak tutup pakai sarung. karena sudah ga ada kamar berpintu lagi.

    Dan.. kenapa Mba masih bisa nonton bioskop mininya ya? aku pas naik pelni bioskopny udah g putar lagi. yah aku kecewa. Hiburanku cuma belanja di indomaret

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya Nif bayar lagi kalau pakai toilet? Wah... Aku kelas ekonomi terus sih naiknya. Iyaaaa kemarin juga pada pakai sarung buat nutupin kamar. Tapi entah kenapa ya sekarang sejak gak ada kelas, baunya luar biasa bauuuuu. Aku lewat pasti mau muntah. Hiks hiks hiks...

      Masih ada kok kapal-kapal perjalanan jauh ke timur yang memutar mini bioskop. itu kan pendapatan yang lumayan buat orang-orang kapalnya. Hiburan juga buat bapak-bapak yang di kapal. Hahahahaha...

      Delete
  15. itu poin nomor satu. ada gambar ibu yang tidur kelihatan pakaian dalamnya. hahaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kelihatan BH nya ya Nif? Aku baru ngeh. Hahahahaha xD Mungkin karena panas karena AC kapal kadang mati euy....

      Delete
  16. Lain kali coba pake KM Tidar. Enak ada indomaretnya. Lumayan bisa jadi tempat nongkrong. Hahaha..

    ReplyDelete
  17. Lain kali coba naik KM Tidar. Enak ada indomaretnya. Lumayan bisa dijadiin tempat nongkrong kalo lg bosen. Hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Ditya! Iya sudah pernah naik KM Tidar juga. Sama kayak Awu dia ada Indomaretnya ya. Hahahahaha xD

      Delete
  18. Aku juga suka kemana2 naik kapal pelni, tapi 5 hari di kapal itu menurutku jagoan abis, 26 jam makassar labuan bajo saja aku mabok tralala 😂 (telan antimo)

    ReplyDelete
  19. Saya juga suka kemana2 naik kapal pelni, tapi 5 hari dikapal itu menurut saya jagoan abis, saya 26 jam makassar labuan bajo mabok tralala 😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Leny! Terima kasih sudah mampir ya. Hahahahaa. Saya malah betah lho 5 hari di kapal. Jadi kepengen nyoba yang semingguan lebih. Kayaknya seru!

      Delete
  20. Ceritanya seru Kak Winnie.
    Pengen banget nyobain naik PELNI, kayaknya seru juga ya.
    Tapi kalau berhari-hari. Ngumpulin nyali dulu deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Neng Nunuz terima kasih sudah berkunjung ya! Hihiihihihihi boleh lho dicoba, tidak menakutkan...

      Delete
  21. Whooopp, cerita nya memflashback kan waktu aku naik kapal jakarta medan ka. Hahaha harus bermental dan berotot,especially waktu mau naik kapal nya. Penuh desak2an. Harus sigap dan cekatan cari tempat tidur nyaman. Sedikit tips ka, kalo naik kapal, langsung ke atas nyari tempat. Selain lebih bnyak peluang dapat nya, goncangan ombak nya juga ga sebesar di bawah. Jadi pen traveling naik kapal lagi hahaha

    ReplyDelete
  22. Haha jadi teringat cerita naik pelni jkt-medan dan medan-jkt sih. Kudu kuat mental dan otot, especially wktu mau naik kapal nya hahah. Sedikit tips sih ka, segitu masuk kapal langsung naik keatas buat nyari tempat, selain peluang nya sedikit lebih banyak, di atas lebih sedikit goncangan juga ka. Dan... View nya lebih bermanusia hehehe. Obat2an jangn smpai lupa. Dan.... Makanan favorit kita yg emng tahan lama. Duhh jadi pengen traveling naik pelni lagi haha

    ReplyDelete
  23. Whooopp, cerita nya memflashback kan waktu aku naik kapal jakarta medan ka. Hahaha harus bermental dan berotot,especially waktu mau naik kapal nya. Penuh desak2an. Harus sigap dan cekatan cari tempat tidur nyaman. Sedikit tips ka, kalo naik kapal, langsung ke atas nyari tempat. Selain lebih bnyak peluang dapat nya, goncangan ombak nya juga ga sebesar di bawah. Jadi pen traveling naik kapal lagi hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Grace! Makasih sudah mampir ya! Asyik banget dulu naik kapal dari Jakarta ke Belawan ya hahaha. Pas kecil aku seringnya dari Bengkulu ke Padang atau Sibolga. Sayang kapalnya sudah nggak beroperasi di pantai barat Sumatera. Iya aku juga suka ambil tempat di deck atas. Jadi nggak capek naik turun tangga kalau mau santai-santai di buritan ;)

      Delete
  24. Halo, Mbak Winnie. Salam kenal.
    Ceritanya seru. Mengingatkan saya saat beberapa kali naik kapal laut. Tapi saya jurusan makassar-tanjung priuk dan sebaliknya.
    Biasanya kan, cuma 2 hari 2 malam. Tapi pernah naik awu 3 hari 3 malam hahaha. Pernah juga naik kapa awu tapi dari Makassar tidak langsung ke Jakarta. Tapi ke Balikpapan dulu. Jadilah 5 hari. Pas sandar di Tanjung Priok, harus tertunda ada pemilihan umum hahaha.
    Saya kangen naik kapal laut dan ingin coba dari Surabaya. Kebetulan saya sekarang di Kebumen, jadi bisa via tanjung perak. Tapi sempat ragu, apa kapal pelni masih banyak penumpangnya ya, Mbak Winnie?
    Kalau masih banyak, maka saya lupakan naik pesawat dan siap berlayar wkwkwk.
    O, iya. Sebagai penutup cerita, memang kalau mandi, baju jangan digantung di atas. Soalnya sudah cerita lama itu. Pasti ada langsung nyambar. Jadi siapkan kresek buat naroh baju, lalu gantung saja di kran shower.
    Terus naim kapal memang andalan sambal goreng tempe teri ya. Sama hahaha. Kalau dulu, ibu saya sering pesankan buras. Jadi saya ambil nasi, kalau buras sudah habis saja hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Bang Bambang, terima kasih sudah mampir dan berbagi cerita juga soal perjalanan naik Pelni nya xD

      Iya sampai sekarang masih ramai kok kapal PELNI yang tujuannya Sulawwesi, Maluku dan Papua karena tiket pesawat memang masih mahal...

      Ahahahaha iya itu tips yang akan aku tambahin ke artikel ini deh Kak. Mandi jangan gantung baju di atas. Aku memang dari dulu bawa kantong kresek pas mandi dan ditaruh di kran shower. Atau ya kalau mandi jangan bawa dompet dan barang berharga, Gantian sama temen. Tapi kalau lg solo traveling iya sih semuanya dibawa ke kamar mandi ya. Hahahah xD

      Delete
  25. Waw.., seru banget kelihatannya naik kapal PELNI.... ke sorong Pula...
    Ada yang ingin sa tanyakan kak winnie.
    1. Waktu kapal berlabu di tengah laut, ada Sinyal telpon gak kak ?, Telkomsel gitu ?. katanya kan, BTS Telkomsel juga ada di kapal-kapal Pelni. bener gak sih ??.

    2. Di kapal Pelni itu, dalamnya AC'nya gak ya ?. soalnya saya pernah naik kapal dari PPadang Bay (Bali) ke Lombok ssemua kapalnya ber AC.

    3. Last Question kak.., Berangkat ke sorong kan, naik kapal. Pulangnya juga naik kapal gak sih ?.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Sanji! Maaf baru balas dan makasih sudah mampir ya...

      Nih aku jawab ya :

      1. Waktu berlayar kadang ada sinyal kadang nggak. Timbul tenggelam gitu. Kadang kita bisa dapat sinyal jika memang lokasi kapal sedang dekat dengan daratan yang ada BTS nya. Kalau kabar BTS Telkomsel ada di kapal Pelni itu nggak bener sih. Hahahah xD

      2. Iya sekarang semua sudah ber-AC bahkan kabin ekonomi. Sudah jauh lebih bagus fasilitasnya dibandingkan beberapa tahun yang lalu :)

      3. Pulangnya naik kapal juga Kak tapi dari Banda Neira menuju ke Surabaya, empat hari lama pelayarannya. Hehehe...

      Delete
  26. Halloo..mb winnie,jd inget pernah 2/3 naik kapal laut dari waktu kecil Dan ketika sdh besar dari jakarta-medan atau sebaliknya, kalau tidak Salah nama kapalnya Kambuna. Pengalamannya ya..mirip2 yg mb tuliskan,tapi yg paling diinget, saya bisa lihat ikan terbang, itu bahasa saya.. hehehe karna waktu saya kecil..saya lihat ikan di laut ikannya bs lompat/terbang.. pengalaman yg ga enak, pernah kecopetan juga di pelabuhan belawan, dompet beserta tiket saya diambil..shngga saya batal ke jakarta dan nginep di rumah family di medan dan melanjutkan hari berikutnya dengan pesawat.Bersyukur waktu kecopetan, di tolong pegawai pelabuhan dengan diberikan uang untuk ongkos angkot ke rumah family. Saya..juga terbantu dengan cerita mb..dimana saya berencana Dan sedang mencari alternatif untuk bs ke papua, krn kalau naik pesawat pst harganya mahal.. Rencananya akhir bulan juli ini saya berangkat, untuk menemui(menemani) istri yg sedang tugas di Papua. Salam hangat..dari saya. Trimakasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo juga Kak Leonard. Hihihihi seru ya pas masa kecil naik kapal PELNI. Aku juga langganan naik kapal PELNI dulu dari Bengkulu ke Padang dan Sibolga. Ikan laut terbang itu ikan yang di Indosiar atau lumba-lumba? Coba diingat-ingat lagi. Hehehehe xD

      Duh I feel you Leo. Aku juga dulu juga dicopet waktu naik kopaja. Nggak enak banget ya :((( Syukurlah masih ada orang baik di sekeliling kita ya :)

      Ooooohh istrinya di Papua. Ahhh senang sekali pasti kalau bisa jalan di Papua bareng-bareng ya :) Salam hangat untuk istri Bang Leo :)

      Delete
  27. Halooo kak,
    Mau nanya, kalau misalnya aku beli tiket pelni di indomaret atau dari situs resminya, tukar tiket aslinya paling lama 3 jam sebelum keberangkatan atau counternya baru buka 3 jam sebelum kbrngkatan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Lidya, kamu yang nanya di IG juga ya soal ini? Hehehehe... Sudah terjawab kan pertanyaannyaaa.... Semoga perjalanan layar ke Flores nya lancar dan menyenangkan ya :)

      Delete
  28. Keren banget..
    Aku kemaren ke Sumba naik Kapal Pelni Egon dari Lombok..
    1 hari full aj uda bosen banget >,<
    Mau maenan game di laptop malah pusing sndiri hahaha..
    Tapi memang namanya pengalaman..
    Ga bisa dibayarkan..
    Hehehe..

    ReplyDelete

Apa yang terpikir di benakmu setelah membaca tulisan ini? Share dong :)

Follow Us @satyawinnie