Liang Bua, Asal Muasal ‘Hobbit’ Flores

Sunday, May 29, 2016


“Eh berhenti dulu. Barusan ada warga yang kasitahu kalau ada keturunan manusia kecil Flores di warung itu” kata Mas Tony lewat HT. Rombongan kami berhenti dulu dan menghampiri orang yang dimaksud.

Saya yang ada di mobil paling belakang turun dan melihat seorang bapak bertubuh kecil memakai kemeja berwarna biru muda, sarung pink dan topi peci bermotif tenun Manggarai di kejauhan. Sepertinya beliaulah yang dimaksud sebagai keturunan manusia kecil Flores, manusia purba yang  bernama latin ‘Homo Floresiensis’. Saya lalu mengetahui nama Bapak itu adalah Victor Darung.


Saya pribadi percaya dan tidak percaya jika memang keturunan manusia kecil dari Flores masih eksis di zaman  sekarang. Bisa saja memang Bapak Victor itu bertubuh pendek karena Dwarfisme. Dwarfisme adalah kondisi yang disebabkan faktor genetik atau kondisi medis. Saya mengetahuinya dari sumber ini.

Entahlah. Dikarenakan Bapak Victor itu tinggal di Desa Liangbua, tempat fosil manusia kecil dari Flores ditemukan, orang-orang beranggapan bahwa Bapak itu masih merupakan keturunan langsung. Hmmmmm. Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian percaya?



Kenapa disebut Hobbit dari Flores?


Pernah menonton Lord of The Rings atau The Hobbit? Dalam film yang disadur dari novel karangan J.R.R Tolkien itu, karakter Bilbo Baggins adalah gambaran dari manusia kerdil atau yang biasa disebut ‘Hobbit’.


Para arkeolog dari Belanda sudah meneliti Liang Bua untuk mengetahui asal muasal manusia kerdil Flores ini sejak sekitar tahun 1930an. Namun ada juga yang mengatakan penelitian pertama diprakarsai oleh Pastor Verhoeven pada tahun 1958. Ditemukanlah kerangka seperti manusia namun berukuran lebih kecil dari manusia pada umumnya. Selain itu, ada kerangka gajah purba, biawak, komodo dan tikus besar. Bahkan saya juga sempat membaca satu artikel yang membahas tentang ditemukannya fosil yang membingungkan yaitu burung bangau raksasa atau ‘marabou’ yang memiliki tinggi 170-180 sentimeter dengan bobot 16 kilogram. Wow, besar sekali ya!

Sebenarnya yang membuat bingung adalah bagaimana bisa burung yang tempat asalnya di Afrika ini, bisa sampai di Flores dan hidup bersama manusia kecil di Liang Bua. Mereka berpindah jauh sekali sedangkan mereka bukan tipe burung yang mampu terbang jauh. Yaah, memang aneh.



Saya sempat bingung bagaimana bisa manusia kecil setinggi 100 cm dengan bobot tubuh sekitar 25 kilogram, hidup bersama dengan binatang-binatang berukuran raksasa. Mulai dari tikus hutan yang panjangnya 40 sentimeter,  komodo, stegodon (gajah purba) dan burung raksasa ‘marabou’. Keren betul si Hobbit dari Flores ini. Berbadan kecil tapi punya ‘peliharaan’ raksasa semua, berkali-kali lipat ukuran tubuhnya.





“Liang Bua” atau lubang sejuk dalam Bahasa Manggarai diyakini sebagai tempat tinggal manusia kerdil Flores. Guanya cukup besar dengan panjang 50 meter, lebar 40 meter dan tinggi 25 meter. Karena chamber / ruang gua nya cukup luas, Liang Bua ini dulu sempat dimanfaatkan jadi tempat ibadah dan sekolah. Tidak ada apa pun yang menjadi peninggalan dari hobbit Flores ini di dinding-dinding goa seperti cap tangan atau gambar. Jadi benar-benar hanya goa.

Fosil manusia kerdil yang ada di Liang Bua ditemukan di kedalaman sekitar 5 meter dan fosil binatang di kedalaman sekitar 10 meter. Beberapa bagian disimpan di Museum Liang Bua yang terletak tidak jauh dari Liang Bua-nya dan sebagian lagi ada di Belanda dan Australia.




Untuk mencapai tempat ini, kita harus berkendara sekitar 40 menit dari pusat Kota Ruteng kea rah utara, menuju Desa Liang Bua. Jalanannya beraspal namun sesekali bertemu dengan jalan rusak berbatu. Syukurnya sih kemarin ke sana naik Daihatsu Terios. Mau jalan serusak apa, berada di dalamnya tetap nyaman.








Perjalanan ini adalah sponsor dari Daihatsu Indonesia dengan tajuk #Terios7Wonders #TourDeFlores.

Cerita lainnya bisa dibaca di :

You Might Also Like

17 comments

  1. Hmm.. mungkin Pak Victor hanyalah pengidap Dwarfisme yang kebetulan berada di daerah Liang Bua, makanya dikatakan keturunan langsung Hobbit.
    Kalau dia emang masih keturunan Hobbit, harusnya orangtua dan anaknya juga sama pendek.
    Gitu sih nurut saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga berpikir begitu. Mungkin agar pengunjung lebih percaya dengan keberadaan "hobbit" di Flores ini. Terima kasih sudah mampir ya ;)

      Delete
  2. Menarik mba. Jadi pingin ke sana langsung.
    Btw. Keren juga ya. Hewan2 raksasa yang tinggal bersama para hobbit. Bisa nih dibuat film. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru kali ya ada fil hobbit Flores. Kecil-kecil tapi naiknya gajah purba yang guedeeee itu. Hahahahaha :D

      Delete
  3. Ternyata kisa hobbit juga ada di indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha siapa yang mau bikinin filmnya ya Ka Cum? xD

      Delete
  4. Goanya keren banget... serasa di film2... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaappp. Kalau lihat aslinya goa ini pasti lebih terperangah lagi :D

      Delete
  5. Kayaknya suasananya damai banget di tempat ini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya desanya kecil, penduduk ramah dan menyenangkan. Damai :)

      Delete
  6. Gilaaaa,, kerenn abis sponsorshipnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha. Lagi beruntung aja Kak :)

      Delete
  7. weww,, bergelantungan tuh., harusnya kakak ikut poto tanpa baju .. wkwkwkw #ehh

    ReplyDelete
  8. Replies
    1. Kaya banget dan bikin kita bangga jadi orang Indonesia yaaa :D

      Delete

Subscribe