Gereja Tua Sikka dan Tenun Alami Lintas Generasi

Wednesday, May 25, 2016


Waktu berkendara yang dibutuhka dari Larantuka ke Maumere biasanya hanya memakan waktu 3 jam. Namun, kali ini berbeda. Saya bersama rombongan Daihatsu #terios7Wonders mengiringi peserta balap sepeda Tour De Flores 2016 di belakang dan alhasil waktu tempuhnya menjadi 5 jam. Nggak terbayang itu capeknya para peserta yang harus melewati jalur menanjak dari Larantuka.

Meski memakan waktu lama, saya benar menikmati perjalanan nyaman di dalam Daihatsu Terios. Kami membuka kaca lebar-lebar dan membiarkan angin semilir nan sejuk masuk. Sempat kami berhenti di tengah hutan dan melewati pohon-pohon besar dengan sarang lebah yang begitu banyak. Masyarakat sekitar sering menyebutnya sebagai hutan madu. Sayangnya, tidak ada yang lagi panen madu saat itu.

Berhenti sejenak dalam perjalanan dari Larantuka - Maumere

Pohon-pohon dengan sarang lebah yang besar-besar

Banyak bekas sarang lebah di bawah pepohonannya
Kami tiba di Maumere sudah lewat jam makan siang. Meluncurlah rombongan ke Rumah Makan Jakarta (jauh-jauh ke Maumere kok makannya di Jakarta #eh) untuk mengisi perut yang keroncongan. Santapan terbaik tentu saja ikan segar dengan kuah asam. Sayang tak ada kelapa muda, padahal sudah terbayang-bayang sejak berangkat dari Larantuka.

Selepas perut kenyang, kami meluncur ke daerah Sikka untuk melihat Gereja Tua Sikka yang tersohor itu. Hatur puji syukur saya bisa datang lagi ke Sikka. Jika Gereja Reinha Rosari di Larantuka yang dikenal dengan Gereja Besi, Gereja di Sikka ini dikenal dengan nama Gereja Kayu.

Mobil kami terguncang-guncang karena kondisi jalanan yang berlubang. Namun suspensi Daihatsu Terios ini memang mantap. Saya tetap merasa nyaman sepanjang perjalanan, apalagi disuguhi pemandangan pantai selatan Laut Sawu yang menenangkan.

Laut Sawu...
Setibanya di Gereja Tua Sikka, kami bertemu dengan Mama-mama berpakaian tenun yang menawarkan beragam kain tenun nan cantik. Tidak hanya kain tenun, mereka juga membuat beberapa Rosario dari kerang. Tentu itu strategi yang baik karena yang datang ke Gereja Sikka kebanyakan peziarah.



Ibu Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor yang sangat suka diving. She's also a solo traveler! Wuwuwuwuwu. I adore her so much! 
Pak Gregorius Gorris Tamela, salah satu tetua adat di Sikka menemani rombongan kami untuk melihat bagian dalam gereja kayu Sikka yang bernama asli Gereja Santo Ignatius Loyola. Meski ini kali kunungan kedua, Gereja ini selalu berhasil memesona saya.

Bapak Gregorius Gorris Tamela. Sampaikan salamku pada beliau jika kalian berkunjung ke Gereja Sikka ya :)
Pak Gregorius mampu menguraikan sejarah gereja ini karena ia hafal sejarah Moang Lesu Liardira Wa Ngang, raja Sikka pada abad ke-14 yang menjadi awal-mula Gereja Tua Sikka dan tradisi tua mereka. Kronik yang berawal dari cerita Lesu muda, yang berjuluk Ina Gete Amagahar (pintar, berwibawa, dan didengar), bertualang ke Selat Malaka.

Di Selat Malaka, ia bertemu para misionaris Katolik asal Portugis, yang lantas membaptis Lesu muda dengan nama permandian Don Aleksius dan terkenal sebagai Don Alexu Ximenes da Silva. Penguasa di Malaka, Jogo Worilla, menghadiahi Da Silva sebuah Senhor atau salib dari Portugis, berikut patung Meniho (kanak-kanak Yesus). Ditemani seorang Portugis bernama Agustinho Rosario da Gama, Da Silva pulang ke Sikka, membangun kapel kecil bagi Senhor dan Meniho yang dibawanya.
Sejak itu, Sikka rutin dikunjungi misionaris Portugis. Pada 1617, gereja Katolik menempatkan pastor pertamanya di Sikka, Pastor Manoel de Sa OP, membangun tradisi Gereja Tua Sikka yang masih kita saksikan hingga kini. Dari Sikka pula para misionaris menjelajah hingga ke Maumere, hingga Stasi Maumere didirikan pada 1873.


Seiring perkembangan kota Maumere, pada 14 Desember 2005 berdirilah Keuskupan Maumere, membawahi Paroki Sikka, cikal-bakalnya. Gereja Tua Sikka juga diikuti pendirian berbagai sekolah, termasuk Seminari Menengah pada 1926, yang kini telah ditutup. Sekolah-sekolah itu menyebarkan lulusannya ke berbagai wilayah di Flores, baik sebagai imam maupun awam.

Gereja Tua Sikka yang kini berdiri memang bukan bangunan kapel yang dahulu didirikan Da Silva. Gereja Tua Sikka hari ini adalah bangunan yang selesai didirikan pada 1899, didasarkan rancangan Pastor Antonius Dijkmans SJ, arsitek perancang Katedral Jakarta. Gereja itu dibangun mulai 1893 dan diresmikan Pastor J Engbers SJ pada 24 Desember 1899. (Saya tidak mendengarkan langsung cerita ini dari Pak Gregorius, melainkan membacanya dari sumber tulisan ini 

Gereja ini baru saja direnovasi ulang tahun 2014 silam. Seluruh kayunya diplitur dan mengkilap seperti baru. Tidak lagi kusam seperti yang bisa kita lihat di pencarian google jika mengetikkan keyword ‘Gereja Tua Sikka’.

Interior dalam Gereja Sikka. Kayu-kayunya sudah diplitur dan terlihat baru. Cantik ya <3 Foto ini diambil saat kunjungan pertama ke Gereja Sikka dulu.
Di samping Gereja, terdapat bangunan kapel kecil yang menyimpan ‘Senhor’ dan ‘Meniho’ yang tertutup rapat. Kedua barang hasil buah tangan Da Silva dari Malaka itu hanya dikeluarkan saat Misa Jumat Agung, Perarakan Suci Logu Senhor. Hmmmmm, agak sedikit mirip dengan patung Tuan Ma di Larantuka yang memang dikeluarkan saat prosesi suci ‘Semana Santa’ ya.

Selain itu, saya juga mendapati dua buah Meriam di kawasan halaman gereja yang dulunya dibawa oleh Pastor Fransisco Damato OP pada tahun 1629 dari Malaka. Di depan gereja ada pastoran dan di bagian samping gereja, terdapat kompleks pekuburan jemaat Ignatius Loyola.

Tenun Ikat Alami Lintas Generasi

Mengunjungi Desa Sikka ini menyenangkan karena bisa mendapat dua hal sekaligus yaitu melihat-lihat Gereja Tua Sikka yang cantik, sekaligus bisa melihat proses menenun kain tenun ikat dengan pewarna alami.


Mama Maria, pemimpin komunitas tenun para wanita di Desa Sikka menyambut kami dengan senyuman merahnya yang khas, bekas mengunyah sirih saban hari. Mengenakan tenun ikat kebanggaan, Mama Maria mengajak kami melihat langsung tahap-tahap pembuatan kain tenun Sikka.

Mula-mula adalah proses memisahkan kapas dari bijinya yang lalu digebuk-gebuk agar mudah dipintal, kemudian setelah menjadi benang harus melewati proses pencelupan alami memakai akar mengkudu atau daun indigo, membuat pola dengan mengikatnya memakai daung gebang lalu menenunnya hingga menjadi kain tenun ikat yang cantik. 

Proses memintal kapas menjadi benang

Proses pewarnaan benang. Biru nya berasal dari daun indigo, warna merah dari akar mengkudu.

Proses membuat pola kain tenun pakai daun gedang. Hebat ya Mama-Mama Sikka ini hapal membuat pola rumit itu.
Dengan proses sekitar 3 bulan bahkan ada yang sampai 1 tahun, wajar saja kain-kain ini dihargai mahal kan? Satu kain berukuran kecil dihargai sekitar Rp 300.000 – Rp 500.000. Untuk kain berukuran sedang sekitar Rp 500.000 – 1.000.000 dan untuk kain berikuran lebar dihargai di atas Rp 1.000.000,- tergantung motif dan lama proses pewarnaannya. Dan tradisi menenun dengan pewarna alami ini sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu dan masih dipertahankan oleh wanita-wanita di Desa Sikka hingga sekarang. Lintas berapa generasi itu ya?

Duh, andai saya punya duit banyak, pasti saya borong semua kain tenun ikat itu. Sayang, niatnya harus saya urungkan, tunggu punya duit banyak dulu ya. Hehehehehe. Jika nanti teman-teman berkunjung ke sana dan punya uang cukup untuk membeli kain-kain itu, belilah ya. Ada juga souvenir kecil seperti kalung, gelang dan Rosario buatan tangan Mama-mama di Sikka.

Hari sudah semakin sore dan rombongan kami harus segera kembali ke Kota Maumere untuk beristhirahat dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan keesokan paginya. Meski berkendara seharian, saya tidak merasa lelah karena Terios memang nyaman. Apalagi di perjalanan pulang dari Sikka menuju Maumere, dapat pemandangan senja nan cantik. Fyuhhh~ Nggak berasa lelahnya.


Senja di Laut Sawu


You Might Also Like

5 comments

  1. Makin penasaran mau ke Maumere.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hal yang tidak pernah terbayankan kini jadi kenyataan kepada keluargaku,,,kusus untuk AKI SANTOJOYO kami ucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada aki. karena berkat bantuannya alhamdulillah keluarga kami bisa lepas dari hutang dan masalah, karena nomor “GAIB” untuk pasang togel, hasil ritual AKI SANTOJOYO memang benar-bener merubah nasib kami hanya sekejap,dan disitulah aku berkesempatan kumpulkan uang untuk buka usaha kembali,karena rumah juga sudah disita bank,,warung makan juga sudah bangkrut,,tapi itu semua aku masih tetap bertahan hidup dengan anak istriku,,walau cuma ngontrak tapi aku tetap bersabar dan akhirnya AKI SANTOJOYO lah yang bisa merubah nasib kami..maka dari itu AKI SANTOJOYO orang paling bersejarah di keluargaku…!!!jadi kepada teman-teman yang di lilit hutang dan ingin merubah nasib seperti saya silahkan hub AKI SANTOJOYO di nomor: 085211599919 atau silahkan KLIK DISINI dan dengan penuh harapan yakin dan percaya insya allah apa yang anda ingingkan pasti tercapai.

      Delete

  2. SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259

    ReplyDelete
  3. ABG SMA Masih Belum Berbulu, bokep, download bokep, video anak sma mulus belum tumbuh mulu, meki bersih tanpa bulu, download video ngentot ,download video bokep mulai dari bokep smp, bokep sma, bokep mahasiswi, sampai bokep tante, pelajar abg ngentot, pelajar cantik ml, bokep anak sekolah terbaru, bokep abg, bokep sma, video bokep, anak smp, indo bugil, bokep skandal. pasangan abg bercinta, anak remaja mesum.
    ngentot,bokep indonesia,bokep terbaru,video ngentot,bokep sma,vidio ngentot,abg ngentot,bokep indo terbaru,film bokep,indo bokep, bokep jilbab,video bugil,nonton video bokep
    video ngentot sma
    vidio bokep
    bokep indo terbaru
    film bokep
    indo bokep
    nonton video bokep
    video bugil

    ReplyDelete
  4. What’s up, its fastidious piece of writing on the topic of media print, we all understand media is a impressive source of data. Bye

    Tangki Fiberglass
    Jual Septic Tank
    Jual Tangki Kimia
    Jual Talang Fiber
    Jual Rotameter
    Tangki Panel

    ReplyDelete

Subscribe