Makan dan Ngopi Enak di Pontianak

Friday, March 04, 2016


Pontianak itu katanya juara untuk wisata kuliner. Tiap sudutnya menyajikan pondok makanan yang menggugah selera. Mau cari makanan apa aja ada, seafood, chinese food dan makanan lokal yang tidak kita temukan di tempat lain.

“Butuh 2 minggu buat puasin diri wisata kuliner di Pontianak, Sat”, komentar salah satu teman di facebook ketika saya posting kuliner di Pontianak.

Iya juga sih ya. Saya sampai kebingungan untuk mengikuti saran siapa, berhubung banyak sekali tempat kuliner yang direkomendasikan teman-teman yang sama doyan makan.

Meski tidak sempat mencoba semuanya karena saya cuma dua hari berada di Pontianak, ini beberapa kuliner yang bisa teman-teman coba ;

  •  Kepiting Asap


Duh, saya lemah sama makanan satu ini. Sebanyak apa pun pasti akan saya sikat. Maklum, sebagai anak yang dibesarkan di pesisir, segala jenis makanan laut adalah favorit saya. Pergilah kami ke Pondok Kakap yang ada foto Presiden Jokowi dibingkai besar di dalamnya. Menu utamanya tentu saja Kepiting Asap khas Pontianak.

Kami memilih kepiting jumbo tanpa lihat-lihat harga dulu. Ternyata harga per kilonya Rp 320.000,-. Setelah kepiting dihidangkan dan disantap bersama-sama, barulah kami sadar bahwa ada harga ada rasa. Daging kepiting jumbo ini enak sekali, tebal dan lembut.




Ada juga beberapa menu lainnya seperti ikan bakar, udang, cumi dan berbagai olahan sayuran dan sup. Menurut saya pribadi agak overprice sih harga makanan di Pondok Kakap ini tapi ya mungkin karena namanya sudah sangat terkenal.




Sedikit catatan jika teman-teman makan di sini, kalau mau membayar, telitilah untuk melihat struk bonnya. Kemarin, harga makanan yang harus kami bayarkan mahal sekali sampai membuat kita mengernyit “Memangnya kita makan sebanyak itu ya?”. Setelah dilihat lebih teliti ternyata jumlah pesanan kami di struk jauh lebih banyak dari yang terhidang di meja. Kasir Pondok Kakap sudah meminta maaf atas kesalahan tersebut. Ini hanya sedikit cerita dan saran untuk teman-teman agar lebih teliti dan nggak langsung asal bayar.


  •  Es Krim A Ngi


Pontianak terkenal panas sekali. Wajarlah jika tengah hari, semua orang mencari pemuas dahaga dan jawabannya adalah es krim!


Es Krim A Ngi yang kami coba ini ada di depan sekolah Santo Petrus. Tak ayal orang mengenal Es Krim A Ngi ini dengan nama Es Krim Petrus. Saat kami datang, antriannya sudah mengular dan semua pegawai es krim A Ngi terlihat begitu sibuk melayani pembeli. Yang menjadikan es krim A Ngi ini unik adalah wadahnya berupa batok kelapa muda yang dibelah dua seperti mangkok. Sepertinya model-model macam ini sudah mulai menjamur di Jakarta dan sekitarnya ya. Jauh sebelum itu, A Ngi sudah memakai batok kelapa untuk es krimnya.



Ada beberapa varian rasa yang ditawarkan di Kedai A Ngi yakni Coklat, Strawberry, Durian, Green Tea dan Cempedak. Iya Cempedak! Yang bentuknya mirip buah nangka itu lho. Pernah makan nggak? Rasanya enak!

Selain es krim, di dalam batok kelapa juga ada kacang merah, cincau dan agar-agar. Kenyal-kenyal enak gitu. Kita bisa minta es krimnya digabung, misalkan mau 3 rasa dalam satu batok. Boleh kok. Satu porsi Es Krim A Ngi ini dihargai Rp 20.000,- saja.

  • Choi Pan / Chai Kue


Duh, saya akui ini enak banget. Biasanya, saya mengenal makanan ini dengan nama Choi Pan, sedangkan di Pontianak dikenal dengan nama Chai Kue.


 Meski yang menjual Chai Kue ini tidak memakai nama kedai yang otentik semacam “Pondok Chai Kue” atau “Chai Kue 88” dan sebagainya, rasa Chai Kue di sini memang enak. Oh ya, nama kedainya “Gleam Café”. Namanya kebarat-baratan sekali kan ya? Hehehe.

Chai Kue ini adalah penganan ringan yang terbuat dari tepung beras dan isian bengkuang, sayur dan daging. Di atasnya dioleskan minyak dan bawang putih goreng. Ada chai kue kukus yang disajikan dalam loyang bulat dan chai kue goreng dengan berbagai saus. Untuk chai kue kukus, harganya cuma Rp 1.000,- per biji.



Untuk chai kue goreng ada beberapa jenis; chai kue goreng kriuk-kriuk, chai kue goreng seafood, chai kue goreng ayam, chai kue goreng sapi, chai kue saus tiram, chai kue goreng pedas dan chai kue lada hitam. Harga per porsinya Rp 8.000 – Rp 12.000. Murah tapi enak! Kita bahkan masuk ke dapur untuk melihat pembuatan Chai Kue ini.








  •  Kopi Paraboss


Mampirlah ke Jalan Hijas jika bertandang ke Pontianak karena banyak sekali kedai kopi dan kedai makanan berjeran di kiri-kanan jalan. Salah satu kopi yang saya coba adalah kopi spesial di Warung Kopi Paraboss. Meski harga per cangkirnya hanya Rp 5.000,-  tapi rasanya enak sekali. Kopinya wangi dan waktu dicecap ada sedikit rasa moka. Saya sampai ingin membeli bubuk kopinya tapi tak dibolehkan oleh sang pemilik. Kopi itu memang hanya disajikan untuk diminum langsung di warung.





  •  Pisang Srikaya dan Kopi Susu Utama Rasa


Saya suka pisang, saya suka srikaya. Ketika dua-duanya berpadu, bahagia sekali rasanya. Seperti itulah perasaan saya ketika menyantap Pisang Goreng Sanggau Kapuas yang juga dikenal dengan Pisang Goreng Srikaya. Pisangnya digoreng lalu dipotong kecil-kecil dan diolesi srikaya di atasnya. Manisnya pas! Enak sekali menjadi teman minum kopi. Satu porsinya Rp 10.000,- saja. Tak lupa saya memesan kopi susu enak seharga Rp 6.000,-.





 Andai saya tidak sedang diburu waktu, banyak kuliner yang masih bisa saya cicipi. Sebenarnya sih itu kode untuk kembali ke Pontianak lagi. Siapa yang mau ikut? ;)

Baca juga cerita tentang kuliner di Pontianak versi teman-teman yang lain ;)



Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia . Saya dan teman-teman blogger mengeksplor beberapa tempat wisata di Singkawang. Silahkan juga cek foto-fotonya di Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaSingkawang #PesonaPontianak #PesonaIndonesia

You Might Also Like

5 comments

  1. wiiih kulinernya sedap banget..
    kopi Paraboss kyknya cakep untuk disruput biar jadi kyk boss ya kak. :D
    Sayangnya g bisa buat dibungkus..

    ReplyDelete
  2. ketinggalan yg paling khas dari pontianak bu..yaitu bubur pedas,sopang merdeka dan...Kue BINGKE nya

    ReplyDelete

Subscribe