Merekam Gerhana Matahari Total di Ternate

Wednesday, March 09, 2016


09.45 WIT. Sesaat sebelum gerhana matahari total di Ternate.
Kota Ternate sudah menggeliat dari pagi-pagi sekali, memadati semua titik-titik terbuka yang ada seperti di alun-alun, halaman Kesultanan Ternate, di banteng-benteng dan juga tepi pantai. Mereka menenteng kacamata plastik seperti roll film zaman dulu alias kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari total.


Gunung Gamalama dilihat dari Benteng Toluko, tempat kami menunggu Gerhana Matahari Total.
Dari seluruh tempat tersebut, kami memilih Benteng Toluko untuk menyaksikan gerhana matahari total yang berlangung 350 tahun sekali ini. Banyak yang mengira penyebutan satu kali dalam 350 tahun itu terlalu berlebihan karena tahun 1988 pernah terjadi gerhana juga. Ada baiknya teman-teman meriset apa yang membedakan gerhana biasa dan gerhana matahari total. Referensinya bisa teman-teman baca dari artikel yang bersumber dari NASA ini.

Dalam artikel disebutkan bahwa gerhana matahari total di titik yang sama, hanya berlangsung satu kali dalam 375 tahun. Digarisbawahi ya, di titik yang sama. Jadi bukan gerhana mataharinya yang bisa disaksikan 350 / 375 tahun lagi, melainkan gerhana pada titik yang sama. Jika saya dan masyarakat Ternate menyaksikan Gerhana Matahari Total tahun ini, butuh ratusan tahun lagi agar GMT bisa dilihat di Ternate. Mengerti kan maksudnya? Bisa saja 33 tahun lagi akan ada GMT, namun bukan di titik-titik GMT tahun 2016.



Pagi di Ternate. 05.24 Waktu Indonesia Timur.
Dari jadwal yang kami terima, gerhana matahari total akan bisa disaksikan di Ternate pada pukul 09.55 Waktu Indonesia Timur. Agar tidak kehabisan tempat, kami bersiap dari awal, sejak pukul enam pagi. Meski sedikit mengantuk, saya dan teman-teman merasakan excitement yang luar biasa karena akan menyaksikan fenomena langka. Lantas berdoa agar usaha kami untuk pergi jauh ke Ternate akan berbuah baik.

Saya semakin bahagia ketika sedari pagi, cuaca di Ternate biru cerah. Puncak Tidore, Gamalama dan Maitara terlihat dengan sangat jelas dari Benteng Toluko. Orang-orang mulai berdatangan dan ikut memadati Benteng Toluko bersama kami. Beberapa wartawan juga bersiap-siap dengan kamera dan lensa tele mereka.

Ada beberapa tips untuk memotret gerhana matahari total seperti yang dituliskan Yuki, travelmate saya di Ternate. Di hari H, kami berjumpa dengan beberapa fotografer yang punya inovasi filter baru untuk memotret gerhana matahari total seperti piring sterefoam yang dilubangi dan ditempel kaca film. Bahkan ada yang membawa kantong kresek hitam atau kertas rontgen. Saya tidak membawa filter khusus untuk memotret GMT dan akhirnya menempelkan kacamata khusus untuk melihat gerhana matahari, untuk menjadi filter kamera saya. Bayangkan saja kacamata ditempel untuk menjadi filter. Aneh kan? Iya pastinya. Tapi apapun akan dilakukan untuk menghasilkan gambar yang baik.

Pukul 08.43 WIT, lensa saya pertama kali menangkap gerakan bulan yang mulai menutupi matahari. Saya terus memotret meski tidak dengan interval waktu yang sama dan menyaksikan pergerakan bulan, menanti gerhana matahari total.


08.43 WIT
Panas matahari menyengat sekali dan bulir-bulir keringat terus berjatuhan. Tak lupa kami meneguk air yang banyak dan memakai topi agar tidak dehidrasi dan lemas. Benteng Toluko adalah tempat terbuka dan tidak ada tempat untuk berteduh sama sekali.

Bulan terus bergerak menutupi matahari dan sekitar pukul 09.25 WIT, matahari tertutup setengah bagian. Saya terus-terusan melihat layar kamera dan memperhatikan pergerakan bulan. Saya tidak bisa melihat langsung karena terlalu berbahaya untuk mata jika melihat tanpa menggunakan kacamata khusus.


09.14 WIT

09.31 WIB


09.39 WIT
Langit semakin meredup namun masih menyisakan sedikit rona biru. Langit sedikit berawan dan sesekali menutup matahari. Lucunya, setiap awan menutupi matahari, orang-orang berteriak kecewa dan menyoraki awan agar cepat pergi. Betul menjadi hiburan ketika kami sedang berpanas-panasan.
Matahari mulai terlihat segaris saja, sudah menuju Gerhana Matahari Total. Kami semua semakin gugup menanti. Beberapa menit lagi.


09.45 WIT

09.51

GELAP TOTAL!

Saya memberanikan diri untuk mendongak ke atas dan terlihatlah dengan sangat jelas gerhana matahari total. Tak berlama-lama karena saya harus mengabadikan momen 3 menit yang sangat cepat itu. Kalau bengong justru nanti kelewatan momennya.

Sempat panik awalnya karena saya tidak menangkap gerhana lewat lensa saya. Saya bertanya ke Yuki apakah dia bisa menangkap gerhana, dia bilang juga tidak bisa. Raut wajah kami berubah dan sedikit panik. Duh, masa nggak bisa motret Gerhana Matahari Total nya? Sudah jauh-jauh ke Ternate masa nggak dapat foto.

Tahu-tahu Bapak yang di sebelah saya bilang, “Mbak itu filternya dilepas dulu”. Begitu dilepas, baru deh terlihat lingkaran putih di layar kamera. Ah, itu dia gerhana matahari totalnya. Duh jadi malu sama si Bapaknya.




Sambil terus menekan tombol shutter, saya mengedarkan pandangan dan melihat ekspresi orang-orang yang sedang bersorak dan mengarahkan kamera / ponsel mereka ke langit. Ada yang menyebut-nyebut nama Tuhan, mengucap syukur atas kebesaran-Nya. Dalam hati, saya juga mengucapkan yang sama.


Tepat saat Gerhana Matahari Total, orang sibuk dengan kamera atau ponsel, bahkan sekedar melambai ke kamera.

Saat Gerhana Matahari Total. Gelap!
Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia . Saya dan teman-teman blogger dan media diundang untuk menyaksikan Gerhana Matahari Total di Ternate. Silahkan juga cek foto-fotonya di Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaGMT #GMT2016 #GMTTernate #PesonaTernate

You Might Also Like

17 comments

  1. waoooo cantik sekali kak GMT di Ternate..
    Ternate yg kotanya sepi jadi semarak banget ya pas GMT ini.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mas. Jadi padat dan sedikit macet. Tapi seruuuuuuu banget! ;)

      Delete
  2. Di batam hanya terlihat sebagai matahari sabit :)

    ReplyDelete
  3. Hi satsat, blog kamu keren banget. Aku sering mampir kesini cuma seringnya jadi silent reader nah sekarang mau meninggalkan jejak hehe. Sat, boleh share kamu kalo lg melancong (halah melancong) apa aja yg ada di ransel kamu, sama kamera yang kamu pake. Terimakasih satsat ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Isma! Yaampun! Hahahahaha. Kalau isi backpack tergantung tujuannya mau kemana dan ngapain sih. Soalnya aku bisa jadi rempong banget tapi kadang bisa simple banget. Kalau kamera aku pakai mirrorless Olympus EP PEN-3. Hehehehe :)

      Delete
  4. wow cantik banget..apalagi jalan jalan gratis sama kementrian :) mauuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe aminnn. Nanti bergilir kok Mas ;)

      Delete
  5. Saya baca berita di surat kabar, gerhana matahari total terlihat sempurna di Parigi dan Ternate ini ya. Luar biasa, indah sekali :)

    ReplyDelete

Subscribe