Friday, February 12, 2016

# Sumatera Selatan

Mencicipi Pindang Nan Lezat di Palembang


Siapa bilang Palembang hanya terkenal dengan Pempeknya? Kalian harus coba dulu makan pindang yang rasanya nggak kalah nendang!

Dari beberapa rumah makan yang menyediakan menu pindang, kami mencicipi pindang di Musi Dari, yang terletak di kawasan pusat kota Palembang. Rumah makan ini tadinya ada di luar kota Palembang dan baru berekspansi ke pusat kota sehingga mungkin belum banyak yang tahu. Tetapi, soal rasa, pindang yang mereka sajikan rasanya memang benar-benar enak!





Ada beragam jenis pindang yang kita cicipi, antara lain pindang patin, pindang gabus, pindang belida, pindang udang, pindang tulang iga. Untuk menu pindang yang berbahan ikan semuanya enak buat saya karena kuah asam, manis, pedas nan segar pas dengan lembutnya daging ikan. Yang berbahan daging sapi atau iga, ketika dicampur kuah asam memang unik rasanya, tapi lebih cocok digulai atau disup saja deh, jangan di-pindang. Tapi itu opini saya lho…




Sebagai penyuka segala olahan ikan, bisa makan ikan segar dengan olahan pindang langsung di Palembang itu rasanya senang banget. Semua-semuanya dimakan! Maaf-maaf ya saya kalap. Pindang itu ibaratnya wanita cantik, sayang untuk tidak dinikmati. Hihihihi…

Dikarenakan hampir semua pindang itu enak, saya jadi bingung kalau ditanya yang mana yang jadi favorit saya. Tapi kalau ditanya tempat makan pindang favorit saya dimana, mungkin bisa saya jawab di atas kapal di tepi sungai Musi.


Asyik banget kan bisa makan pindang di atas kapal? Apalagi dari kapal kita bisa melihat dengan jelas Jembatan Ampera yang tersohor itu. Nafsu makan meningkat pastinya karena selain perut, mata kita juga dimanja.

Suasana di dalam warung terapung.
Nama tempatnya Pindang Mbok War. Lokasinya sendiri berada di atas Sungai Musi alias terapung. Mbok War berdagang di atas perahu yang dicat warna merah, serasi dengan Jembatan Ampera yang juga berwarna merah.

Sayangnya kalau lagi musim hujan, debit air Sungai Musi pastinya meninggi dan tidak memungkinkan untuk makan di atas perahu. Syukurlah ketika kami berkunjung ke sana, cuaca mendukung dan air Sungai Musi-nya sedang tenang.

Enak banget makan pindang sambil mandang Jembatan Ampera
Terbayang kan kalau misalnya lagi hujan terus air pasang dan perahunya goyang-goyang karena berarus? Lalu bagaimana kita bisa makan pindang yang berkuah itu? Tumpah-tumpah lah pastinya. Karena alasan itulah, kalau musimnya lagi jelek, kita gak bisa makan di atas perahu.

Di Mbok War, menu andalannya adalah pindang baung. Katanya sih orang-orang memang datang khusus untuk pindang baung meskipun masih banyak menu pindang lainnya.

Pindang Baung...
Untuk seporsi Pindang Patin, harganya Rp 20.000,- dan untuk Pindang Baung harganya Rp 30.000,-. Masih bersahabat di kantong kan? Dijamin nggak akan menyesal sih mengeluarkan uang untuk makan makanan lokal yang enak. Nyam!

Dan ternyata pindang itu enaknya disantap dengan sambal kemang. Rasanya asam mirip mangga muda dan enak banget dicampur, dimakan bersama pindang.

Sambal Kemang yang endes!
Jadi, kapan kita makan Pindang bareng?  

Ibu di Warung Terapung Pindang Mbok War
Perjalanan ini adalah undangan dari Dinas Budaya Pariwisata Sumatera Selatan . Saya dan teman-teman blogger mengeksplor beberapa tempat wisata di Palembang. Silahkan juga cek foto-fotonya di Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaSriwijaya #WonderfulSriwijaya #PesonaPalembang #PesonaIndonesia



18 comments:

  1. Makan sambil bergoyang nikmat diatas perahu ;!)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bergoyang nikmat nya ini ambigu Kacum! Hahahahaha :p

      Delete
    2. Kemarin di pamerin fotonya doang sama bang cumik. (foto goyang di palembang)

      Delete
  2. Pernah juga makan di atas perahu di dekat Jembatan Ampera.
    Tapi menunya tidak sebanyak ini, menggugah selera banget tuh ikannya.
    Kuahnya bersantan semua, ingat kolesterol..hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. 3 hari di Palembang aku naik 3 kilo Bar. Palembang oh Palembang... Hahahhaa :p

      Delete
  3. sumpah mbak postinganmu bikin saya nelen ludah :(, saya suka banget sama itu ikan patin..apalagi di bumbu pedes2..20K doang ya..mau lah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa Mas Adi. Andai saja tiap hari di Jakarta bisa nemu Pindang seenak ini. Hahahaha :D

      Delete
  4. waduh baper bacanya.. liat2 foto nya apa lagi,
    mana lagi hujan huhuh laperrr baperrr

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Virtha! Hahahaha jangankan kamu. Setiap balesin komentar, air liurku netes lagi... Enak banget sih ampunnn... :p

      Delete
  5. Padahal aku tadinya bukan penggemar Ikan basah. Tapi semua Ikan yang di pindang-pindang ini rasanya sayang untuk dilewatkan ya. Masih kesel karena nggak sempat pesan Ikan Bakar di Mbok War, bapak-bapak sebelahku makan itu dan kayaknya kok enak banget :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahhahaa padahal kepengen pesen Ikan Bakar juga Kak Sya. Itu artinya kita harus balik kesana untuk makan itu...

      Delete
  6. Aku suka pindang tulaangggg.. Yummy! Eh, yang ikan juga suka sih.
    Kemarin gak sempat cobain yang Udang, trus nyesel. Huhuhuhu harus ke Palembang lagiiii..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua pindangnya enak pisan ya Kak. Hahaha favoritku sih Pindang Baung. Enak binggow! Ayuk balik lagii...

      Delete
  7. Suzan suka semua pindang terutama pindang udang, apalagi kalo pindang udang nya gratis ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa karena Pindang Udang mahal ya Kak Suzan. Hahahaha. Makasih lho udah traktir kita semua pindang-pindang enak ini *kecup Kak Suzan*

      Delete
  8. kak satyaaaa! masyaallah aku sampe jilat2in layar. itu pindangnya kok enak kabeh! sama nasi putih hangat mak nyuss kayanya ya. slurrp!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh Kak Hiu! Inilah rahasia aku naik berat badannya 3 kilo dalam 3 hari. Hahaha. Digabung sama semua makanan Palembang yang lain juga sih. Hahaha...

      Delete
    2. terus kalau kuahnya belum habis gak bisa berenti pengin tambah nasi terus, makanya gondut kita hahaha...

      Delete

Apa yang terpikir di benakmu setelah membaca tulisan ini? Share dong :)

Follow Us @satyawinnie