Kineruku, Kafe Baca Sejuk di Bandung

Friday, January 29, 2016


Saya pilih kursi di bagian belakang rumah yang menghadap halaman dengan buku “Perempuan di Titik Nol” di tangan. Tak lama seorang lelaki membawakan teh tarik kesukaan dan diletakkan di atas meja. Sore yang santai seperti sedang berada di rumah.

Mungkin bagi orang luar kota Bandung, perpustakaan atau taman bacaan bukan tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan akhir pekan. Deretan café di kawasan Dago, Lembang agaknya lebih menarik perhatian.

Janatan adalah orang yang pertama mengajak saya ke tempat ini, toko buku di dalam rumah kecil nan apik, bernama Kineruku. Dari depan, pasti tidak ada yang mengira bahwa rumah tua bercat putih gading itu adalah surga penuh buku. Lokasinya juga ada di kawasan pemukiman berhawa sejuk di Jalan Hegarmanah.



Di pintu masuk terdapat beberapa loker untuk menyimpan barang. Tercium bau buku-buku yang menarik aku agar segera masuk. Di dalam berjajar rak-rak buku dengan label masing-masing. Ada filsafat, sastra, budaya, seni, desain, fiksi dan beberapa buku anak.

DI Kineruku, buku-buku ini boleh dibaca sesukanya tanpa harus bayar. Tetapi jika ingin menyewanya untuk dibaca di rumah, bisa juga (ada biayanya). Tiba-tiba terlintas di ingatan dulu saya suka sekali menyewa buku di taman baca dekat pasar. Sewa per buku-nya seribu perak saja. Ada juga beberapa buku yang bisa dibeli di Kineruku namun jumlahnya tidak banyak.



Selain rak buku, ada juga rak berisi CD dan film yang bisa disewa atau dibeli serta beberapa notes yang dikemas lucu. Album yang dijual kebanyakan adalah album band-band indie. Bandung sih memang terkenal sebagai tempat terlahirnya banyak musisi-musisi berbakat ya.


Ada lebih dari 1000 judul buku yang ada di Kineruku. Saya suka sekali dengan pojokan buku novel berbasa asing yang kalau mau dibeli harganya selangit. Di Kineruku saya bisa baca dengan gratis. Senang sekali!


Selain Kafe Baca yang menyenangkan, ada juga “Garasi Opa”, toko barang antik yang ada di pavilion kecil tepat di halaman belakang Kineruku. Sebagai pecinta buku dan barang antik, saya merasa super gembira karena bisa mendatangi dua tempat favorit saya sekaligus.





Di “Garasi Opa”, barang-barang antiknya bervariasi dan terawat dengan baik. Wajar saja jika harganya agak sedikit berat di kantong. Contohnya saja frame-frame kacamata antik, harganya berkisar Rp 200.000,- - Rp 500.000,-. Tetapi kualitasnya masih sangat bagus. Selain itu ada cangkir, radio, cermin, telepon, mesik tik antik dan masih banyak lagi. Kalau kalian juga penyuka barang antik, bolehlah mampir sejenak untuk melihat koleksi “Garasi Opa”. Siapa tahu kalian tertarik kan.

Saya rasa saya sih betah banget seharian di Kineruku untuk baca buku dan menyesap teh tariknya yang enak sekali itu. Sempatkanlah untuk mencicipi menu-menu enak yang dimasak oleh koki di Kineruku.

Oh ya, Kineruku juga sering menjadi tempat untuk diskusi buku, peluncuran album. Kalian bisa pantau jadwalnya di website KINERUKU langsung ya. Kineruku buka setiap hari (Senin - Sabtu 10.00 - 20.00 WIB) (Minggu 11.00 - 18.00 WIB).

Jadi, kapan kita membaca buku bareng di Kineruku?


You Might Also Like

12 comments

  1. buset dijamin khyusuk itu mah kalo baca disana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Andro! Iya khusyuk banget sampai lupa waktu dan jadi malas gerak buat pulang :p

      Delete
  2. sumpah saya heran sama orang orang bandung yang kreativ2 kayak gini, idenya sederhana tapi ngena banget, rumah gitu bisa jadi cafe buku..kapan main ke solo mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaaa Mas Dhanang. Aku itu memang jatuh cinta bangetlah sama kedai-kedai buku di Bandung. Rumah sekali :') Semoga dalam waktu dekat bisa ke Solo yaaa. Aku pasti kabarin ;)

      Delete
  3. ajiiiibbb kereeeen..
    itu klo ngopi ala orang aceh malah jadi gagal konsep kak hahaha
    tapi memang harus di akui, bandung itu kreatif. desainnya aja udah kayak ala2 eropa gitu.
    seumur2 ke bandung cuma tahu BIP doang hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhaa gagal konsep ya Bang. Aduh Bany Yudi bilang Kopi Aceh, aku jadi merindu sanger *jadi ingat tweetnya Kak Olive dan Bang Badai*. Aduh Abang nanti aku pandu deh di Bandung. Yuk. Hahahaha :p

      Delete
  4. Klo yang gak suka baca gmn kak?? bisa gak ke situ?? hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha boleh-boleh ajaaaa... Kopi dan teh yang mereka sajikan enak-enak deh ;)

      Delete
  5. kafe baca memang bagus banget ya buat orang-orang yang suka membaca..

    ReplyDelete

Subscribe