Friday, September 11, 2015

# Jawa Barat # Ranca Upas

Camping Ceria di Ranca Upas, Bandung



Akibat cedera kaki, saya harus terima kenyataan selama beberapa bulan tidak boleh naik gunung untuk sementara waktu. Jangankan naik gunung, berlari saja tidak boleh. Hzzzz, tersiksa sekali.

Padahal saya sudah sangat merindu bau rumput dan kayu basah serta dinginnya gunung. Sudah tak tahan. Lalu terpikirlah ide untuk kemping ceria di bumi perkemahan dan memilih Bumper Ranca Upas di selatan Bandung.

Namanya juga perjalanan mendadak, persiapannya pun semuanya dadakan. Selesai menyiapkan bahan logistik jam 11 malam, kami berangkat menuju Ranca Upas dengan naik motor. Tak lupa kami memakai pakaian hangat yang menutupi wajah hingga kaki karena pasti udara akan dingin menusuk selama perjalanan. Namanya juga Bandung ya kan?

Enaknya jalan malam hari itu ya nggak terkena macet. Jalanan menuju Ranca Upas, Ciwidey dan sekitarnya memang kecil, jadi kita harus ekstra hati-hati berkendara. Di akhir pekan dan libur nasional, macet sudah jadi langganan. Jadi kalau kalian nanti mau kesana naik kendaraan roda empat, perhitungkan waktu tempuh yang akan berkali-kali lipat lebih lama. Waktu libur lebaran kemarin, temanku yang naik mobil terjebak macet selama 10 jam dalam perjalanan dari Ranca Upas ke Bandung. Whew….

Untuk menuju Ranca Upas dari Bandung, kami memilih jalan lewat Dayeuhkolot – Margahayu – Katapang – Soreang – Pasir Jambu – Ciwidey – Rancabali. Gampang banget kok jalannya. Tinggal nyalain GPS saja. Kalau nggak punya GPS, tinggal tanya orang saja jalan ke Ciwidey. Semua orang Bandung pasti tahu.

Kami pun sempat bertanya dengan beberapa pedagang jagung bakar di tepi jalan karena gerbang Ranca Upasnya nggak kelihatan padahal menurut GPS kami sudah sampai di lokasi. Ternyata memang karena gelap dan tidak ada lampu jalan, kami sudah kelewatan gerbangnya sekitar 100 meter. Gerbangnya ada di sebelah kanan jalan jika datang dari arah Bandung. Kalau dari arah Garut berarti ada di sebelah kiri. Terdapat satu gerbang besar bertuliskan “Kampung Cai Ranca Upas”.

Gerbang masuk Ranca Upas
Sepeda motor melaju masuk ke dalam kawasan dan tak berapa jauh kami tiba di loket Bumi Perkemahan Ranca Upas. Kami datang ke Ranca Upas saat libur lebaran jadi sudah maklum jika harus berebut lahan perkemahan dengan banyak orang. Di gerbang, kami diminta membayar Rp 48.000 untuk dua orang dan satu kendaraan serta biaya berkemah di Ranca Upas. Padahal setahu saya dari websitenya, setiap orang membayar Rp 10.000,-; kendaraan roda empat Rp 5.000,-; kendaraan roda dua Rp 3.000,- dan kendaraan roda enam Rp 20.000,-. Apakah karena itu libur lebaran sehingga harganya dinaikkan? Entahlah...

Pintu masuk Ranca Upas. Bayar tiket mask dulu ya...
“Kang, rame pisan yah pas libur lebaran begini. Ada tempat yang lebih sepi nggak sih buat kemping?” tanyaku pada Bapak paruh baya yang berjaga di loket masuk.

“Oh ada Teh. Nanti begitu ketemu kandang rusa, belok kiri aja, masuk ke dalam. Di situ ada lahan gede juga untuk bikin tenda” ujar si Bapak.

Masuklah kami ke dalam bumi perkemahan mengikuti arahan si Bapak. Setelah belok kiri dari kandang rusa kami menemukan jembatan kayu yang masih bisa dilewati kendaraan roda dua. Namun begitu maju, kami menemukan rawa yang dihubungkan dengan dua batang kayu kecil yang tidak bisa dilewati. 

Akhirnya motor kami parkirkan di lahan parkir yang sudah tersedia lalu menggendong carrier ke lokasi camp yang sudah kami pilih. Si Bapak tadi benar, lokasi yang ia tunjukkan benar-benar sepi. Hanya ada kami. Berbeda sekali dengan kawasan yang tadi kami lewati. Penuh dan padat dengan tenda serta banyak polusi cahaya sehingga kita tidak bisa melihat bintang-bintang di langit dengan jelas.

Lahan camp yang kami pilih sepi sekali...
Kami tiba sekitar pukul satu malam dan dinginnya benar benar menusuk tulang. Secepat mungkin kami unpacking dan bangun tenda. Kami sengaja membangun tenda menghadap ke timur. Jadi sebelum tenda dibangun, kami mengecek kompas terlebih dahulu. Tujuannya? Supaya begitu buka tenda langsung dapat pemandangan matahari terbit. Satu menyiapkan trangia untuk membuat minuman hangat, satu lagi menyiapkan api. Kayu bakarnya kami beli di warung dengan harga Rp 10.000,- satu ikat.

Apa yang lebih enak daripada menjerang air panas untuk menyeduh kopi dan cokelat di depan api unggun. 

Milky way over Ranca Upas. Sayang nggak bisa dapat full langitnya karena tertutup pepohonan.
Kami sudah membawa tenda sendiri sehingga tidak mengeluarkan biaya tambahan lagi. Jika teman-teman ingin camp tapi tidak punya tenda, tidak usah khawatir karena ada penyewaannya. Untuk tenda ukuran sedang yang kapasitasnya empat orang, biaya sewanya Rp 80.000,- sedangkan untuk tenda besar, biaya sewanya Rp 300.000,-. Nggak tahu caranya masang tenda? Tenang, tendanya dipasang dan dibongkar sama petugas camp Ranca Upas. Tinggal terima beres deh pokoknya.

Soal makanan nih. Jika tidak punya peralatan masak di alam seperti trangia, tidak perlu khawatir. Banyak warung makanan yang berjejer di dekat parkiran. Menunya bervariasi mulai dari nasi uduk, nasi rames, sate dll. Namun yang paling laku ya mie instan untuk disantap di malam hari ya. Kami sih lebih memilih untuk memasak sendiri dan sudah mempersiapkan seluruh bahan makanan sewaktu akan berangkat.

Hasil masakanku dan Janatan untuk camping ceria di Ranca Upas...

Warung makan di Ranca Upas

Toilet bersih dan tempat kami mengambil air untuk memasak

Apa yang lebih enak dari memasak dan menyantap masakan sendiri di alam terbuka? Apalagi kalau langitnya dihiasi berjuta bintang. Memang paling enak menginap di hotel bintang lima juta. Hotel bintang lima mah kalah.

Pilihan untuk ngecamp menghadap timur memang tepat! Pukul 05.30 WIB, alarm kami berbunyi dan aku langsung bergegas membuka risleting tenda walaupun masih menggelung dalam sleeping bag.
Begitu dibuka, pemandangannya yang kami dapatkan benar-benar memanjakan mata. Warna ungu, merah muda, jingga menghiasi seluruh penjuru langit. Tidak ingin ketinggalan moment, saya mengajak travelmate saya, Janatan, untuk keluar tenda dan berjalan-jalan ke padang rumput untuk mengabadikan momen sang surya bangkit dari peraduan.

Pas buka tenda, langsung dapat pemandangan beginiiiii *jatuh hati*



Brrrrrr..........

Bekuuuuuu…. Kuku kakiku kaku….

Pagi-pagi di Ranca Upas sama dinginnya dengan lembah Mandalawangi di Gunung Pangrango. Saya yang sudah memakai baju tiga lapis ditambah jaket windbreaker saja masih menggigil. Jadi jangan lupa untuk membuat diri kalian nyaman di Ranca Upas dengan membawa pakaian hangat, sarung tangan, kaos kaki, kupluk, syal.

Kabut menyelimuti Ranca Upas. Beneran bekuuuuu tangan dan kaki pagi-pagi.





Selain kemping ceria, kita bisa melakukan banyak aktivitas lainnya di Ranca Upas. Favorit saya adalah penangkaran rusa. Rusa yang ada dalam penangkaran adalah Rusa Jawa (Cervus timorensis) yang dilindungi (sekaligus menggemaskan).

Halo Rusa yang lucuuu...


Kita bisa ikut memberi makan rusa dengan wortel yang dihargai Rp 5000,- per kantongnya. Sebenarnya saya ingin sekali untuk turun dari pos pengamatan rusa dan bermain bersama rusanya. Sayangnya waktu itu pawangnya tidak ada, sedangkan tertulis peraturan jika ingin turun harus bersama pawangnya. Akhirnya saya harus berpuas hati hanya memberi makan rusa dari atas pondok kayu.

Memberi makan rusa dengan wortel. Beli pakannya lima ribu rupiah sekantong


Ranca Upas ini pas sekali untuk liburan keluarga dimana orang tua bisa memperkenalkan si anak untuk menikmati dan beraktifitas di alam bebas. Mengajak mereka belajar,  bermain dan mengenal flora dan fauna yang ada di area perkemahan. Terdapat pula arena outbound (Tegal Kawani), pemancingan, restoran dan kolam renang di dalam kawasan bumi perkemahan Ranca Upas.
 


Waterpark di Ranca Upas. Cocok untuk anak-anak. Tapi airnya dingin kalau pagi-pagi...
Ada beberapa cara untuk menuju Ranca Upas, bisa dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum.
Untuk kendaraan pribadi (mobil) dari Jakarta keluarnya di Gerbang Tol Kopo, lalu mengarah ke Soreang lalu ke Ciwidey. Pasang GPS pasti gampang kok petunjuk jalannya.

Kalau mau naik kendaraan umum, bisa naik bus dari Kampung Rambutan ke Terminal Leuwipanjang. Dari Depok (domisili saya) biasanya saya naik bus MGI ke Terminal Leuwipanjang. Lebih enak dibandingkan naik Travel yang biasanya berhenti di Pasteur , Dipatiukur atau Surapati. Dari Terminal, cari ELF yang tujuannya ke Ciwidey dengan membayar ongkos sebesar Rp 6.000,-. Setibanya di Ciwidey, kita harus naik angkutan lagi yaitu angkot dengan jurusan Ciwidey – Situ Patengan dan bayar ongkos sebesar Rp 6.000,-. Bilang sama Abang angkotnya untuk menurunkan kamu di Kampung Cai Ranca Upas. Jalan kaki deh ke dalam area Bumpernya.

 Jadi, kapan kita ke Ranca Upas? Saya mau banget kembali kesana lagi...




81 comments:

  1. Tempatnya keren yah, tak perlu harus naik gunung untuk bisa menikmati view seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bar. Kalau lagi nggak bisa naik gunung karena kendala waktu, bumi perkemahan adalah jawabannya ;)

      Delete
    2. Kak winnie, jalan kaki dari lokasi parkir ke lokasi kemah apakah melewati jalanan menanjak?

      Delete
  2. Aaaaaw jadi kangen kemping..... episode masak masak emang yang paling bikin kangen.....

    ReplyDelete
  3. Saya juga mau banget ke sana kak Sat. Barengan yuk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayu barengan. Tapi kau ke Bandung dulu lha~ Hahahaha...

      Delete
  4. Waaaaaa.. Aku belom pernah kemping di Ranca Upas euyyy.. Sepertinyah layak dicoba nih.. Keren-keren banget lah fotonyahhh, bikin makin ngebet ke Ranca Upas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Nola, makasih sudah mampir. Hayuk atuh dicoba camping di Ranca Upas. ;)

      Delete
  5. Teh Satya nanya2 donk, sy sm temen2 ada rencana kemcer disitu, tp ada yg bilang ga rekomend krn kl weekend terlalu rame dan ga nyaman, mgkn krn kurang privasi.
    Kl teh Satya kn dapet lapak sepi, emang sberapa mungkin sih kita bisa ndapetin lapak sepi gitu di weekend?
    Apa kl udah masuk area situ kita bebas blusukan kemana2 buat cari lapak terpencil? :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Capit Ciput. Weekend tetap asyik kok. Aku aja datang pas libur lebaran. Hahahaha, lebih rame lagi. Mungkin banyak yang nggak tahu kalau Ranca Upas itu luas banget. Betul banget kita bisa blusukan buat cari lapak. Jadi kamu bisa masuk-masuk ke hutannya untuk camping. Gak harus di camping areanya. Asal tetap jaga kebersihan yaaaa ;)

      Delete
  6. Ayo teh tgl 28-29 november ini balik lg ksna, saya sorangan nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo! Maaf nih baru baca. Hahahaha. Telat ya kalau mau ngiyain? Gimana kemarin? Seru? :)

      Delete
  7. ada aturan gt ga sih kl mau camping disana cowo cewe hrs pisah ? soalnya campingnya mau dikitan gt.

    ReplyDelete
  8. teh punten, minta tolong kasih tau rute perjalanannya kalo naik motor dari bekasi menuju ranca upas teh, barangkali tau ,makasih sebelumnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo DWS, maaf baru balas ya. Kalau dari Bekasi berarti kamu mengarah ke Bandung dulu ya, baru menuju ke selatan Bandung lewat jalur Soreang. Coba cek di google maps / waze, pasti ketemu jalurnya ;)

      Delete
  9. keren mbak. mau tanya mbak, kalo bawa tenda sendiri boleh ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Akhmad! Iya boleh. Itu kami bawa tenda sendiri kok ;)

      Delete
  10. Hi, mba.. kalo untuk sewa tenda dan matras, bisa hubungi siapa ya disana? bisa share contact orang sana kalau ada?
    Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloooo... Bisa langsung hubungi petugas di pintu masuk ya. Bilang saja kamu mau sewa tenda dan matras. Nanti diarahkan sama mereka :)

      Delete
  11. wuiih keren ..
    mw tanya donk kaka nya..
    kl naik umum, angkutanya susah apa sering yg lewat sampai ranca upas nya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Noe, itu aku sudah tulis kok cara naik angkutan umumnya dari Bandung ;) Sering kok, asalkan jangan malam hari ya, hehehe...

      Delete
  12. Stock sewa tendanya banyak ga sist? Perlu booking dulu ga ya? Soalnya aq pengen kesana weekend ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau untuk jumlah stock tenda saya kurang tahu Mbak. Tapi biasanya tersedia ya. Langsung datang ke sana atau bisa coba telpon Ranca Upas nya dulu ;)

      Delete
  13. Hai kak satya, aku mau tanya. Kita kalau bawa tenda sendiri boleh kak? Atau kena distribusi buat bayar sewa lapak gitu? Kalau misalkan bawa tenda sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Rosyi! Makasih sudah mampir. Bawa tenda sendiri boleh kok. Nggak ada biaya tambahan lagi karena di pintu masuk kita sudah bayar retribusi untuk camping :) Enjoy ya!

      Delete
  14. kak, weekend besok ksana lagi gak ? ikut donk hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Gusstrav. Wah belum tahu lagi kapan bisa ke sana. Hehehehe :)

      Delete
  15. Hai, mau tanya kl sampe sana kira" jam 1 atau 2 subuh gtu bs masuk ga sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Devi. Bisa kok. Aku kemarin sampai di sana sekitar jam 2 pagi malah. Hehehe :)

      Delete
    2. Hai mb Winnie, mw tanya utk anak 2 thn oke gk yaa..krn kayakny dingin banget dsana..

      Delete
    3. Oke aja Mas asalkan bawa baju hangat sehangat-hangatnya untuk anaknya ya. Happy camping! ;)

      Delete
  16. Maaf teh mau tanya.bayar retribusi camping berapa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Per orangnya 10 ribu seharusnya per orang ya Mas. Tapi kalau high season suka berubah harganya. Hahaha...

      Delete
  17. Maaf teh mau tanya.bayar retribusi camping berapa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemarin sih saya bayarnya 10 ribu per orang Mas Rama :)

      Delete
  18. Ka Satya, makasih ya. membantu sekali. hihi.
    kebetulan weekend ini ku mau ke Rancaupas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah jadi ke Ranca Upas Ben? Apik to? ;)

      Delete
  19. Kak view kayak gitu. Pilih posisi tenda yg deket danau atau di ketinggian?

    ReplyDelete
    Replies
    1. View yang mana nih Nur? Hehehehe. Aku kemarin ngecampnya di belakang kandang rusa. Jadi sebelum kandang rusa ada jalan masuk ke kiri. Di situ lokasinya ;)

      Delete
  20. Replies
    1. Terima kasih Allina sudah mampir ke blog aku. Sudah pernah ke Ranca Upas juga?

      Delete
  21. Keren bgt fotonya asli hhe rencana sih minggu ini sama anak2 kampus mau ke ranca upas semoga aja nnti mah gak naik harga masuknya hahahaha 😀😀😀

    ReplyDelete
  22. Di ranca upas klo buat main aja bisa ga ? Jdi ga camping hehe ..

    ReplyDelete
  23. Di ranca upas klo buat main aja bisa ga ? Jdi ga camping hehe ..

    ReplyDelete
  24. Replies
    1. Hai Ihsan, terima kasih sudah mampir ya! Iya seru banget! Coba ajakin teman-teman buat camping di sini ya ;)

      Delete
  25. Itu jarak tenda dengan tenda lain berdekatan gak kak? Atau bisa bebas pilih dimana aja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Tiika, untuk jarak antar tenda kita sendiri yang tentukan kok ;)

      Delete
  26. huwaaa, makin pengen ke sana setelah baca cerita dan lihat foto2nya.. semoga semesta mendukung (sehat, dapet sunrise, cerah) aamiin hehehe rencananya aku mau ke sana minggu depan.. kalau boleh tahu mba perginya bulan? makasihh ;D baca blog mba bikin mupengg jalan2 hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Amalia! Terima kasih sudah mampir ya. Aminnnnn semoga cuaca cerah ya. Eh udah ya ke sananya? Gimana Ranca Upas nya? Seru? Aku perginya bulan Agustus. Heheheh...

      Delete
    2. makasih uda di-reply. aku ikutin saran mba untuk kemping di belakang kandang rusa, dan benar sekali tempatnya bagusss.. instagrammable..haishhh hahhaha.. aku bawa anak 2 tahun selama kemping 4D3N dan lancar sekali.. dapat sunrise & sunset yang bagus di hari pertama. Mkasihhh infonya sekali lg mba Winnie (ehh apa deh panggilannnya heheheee)

      Delete
    3. Hai Mba! Asyikkkk dapat cerah ya. Memang pas Ranca Upas buat liburan keluarga apalagi yang masih punya anak balita. Pasti senang banget diajakin ke sana ya ;) Iya sama-sama Mba. Senang bisa membantu ;)

      Delete
  27. Itu ELF dari terminal leuwipanjang ke ciwidey malam2 sekitar jam 22 gt masih ada ga ya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya nggak ada Mas. Kalau udah malam, transportasinya agak susah.

      Delete
  28. Halo Satya Winnie, boleh tanya? Apakah camping di Ranca Upas boleh bawa anjing peliharaan? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Kak Ertina, sepertinya boleh ya tapi harus di luar area camp yang biasa sepertinya. Nggak ada larangannya sih pas ke sana. Nanti mungkin bisa dikoordinasikan sama petugas di sana ya Kak :) Have fun!

      Delete
  29. harga sewa tendanya asli 80ribu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu harga tahun 2015 saat saya menulis ini Kak Mila, mungkin sudah berubah harganya tapi nggak mungkin jadi mahal banget kok ;)

      Delete
  30. Hai kak satya,aku seneng baca blog kaka. Mau tanya nih,Jalan menuju Ranca Upas nya Kecil ya? atau melewati jalan besar?
    Dan?rencananya aku liburan ini kesana tapi takut nya banyak pengunjung,nanti gabisa daper view yang bagus, ada saran ga ka??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Kak Ludgardis, maaf ya baru balas. Jalan menuju Ranca Upas itu memang cuma satu jalur kiri dan satu jalur kanan. Tipikal jalan dari Ciawi ke Puncak. Kalau mau dapat view bagus ya camping di bagian dalam Ranca Upas nya aja coba, biasanya lebih sepi :)

      Delete
  31. Hai ka,mau tanya,jalan menuju ranca upas nya jalan kecil? Atau jalan besar ya?
    Rencananya saya ingin kesana tetapi saya takut banyak pengunjung jadi takut nya saya tidak mendapat view yg bagus. Ada saran?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah dijawab di atas. Hehehehe. Kamu jadi kapan ke Ranca Upas nya? Libur lebaran ini?

      Delete
  32. sooo cool !!. kak foto2nya bagus banget... trus sepi. aku bakal kesana nih besok langsung abis baca tulisan kakak hehehe. btw itu kamar mandinya dari lokasi yg kakak pilih jauh ga ya sama tempat ibadah juga ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kapan mau ke Ranca Upas Devita? Hehehehe. Weekend ini? Nggak terlalu jauh sih lokasinya cuma jalan sekitar 10 menit aja :)

      Delete
  33. Kak mau tnya... Itu bayar retribusi campingnya apa dibatasi waktunya? Misal hnya untuk 24 jam, klo mau lbh 24 jam bayar lagi.. Atau suka suka kita lamanya mau camping dsna brpa lama hehe... Btw klp Bulan2 ini bgus ga sih cuavamya, biar ksna g zonk, bisa dpt sunset dan sunrise hehe...

    Mksh kak.. 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Amelinda, makasih sudah mampir ke blogku ya... Itu retribusi campingnya sekali masuk aja kok. Camping 2 atau 3 malam rertribusinya tetap sama, beda sama simaksi naik gunung yang bayarnya berdasarkan lama pendakian hehehehe.... Seharusnya bulan Juli - September cerah ya, tapi kita sekarang sudah nggak bisa prediksi cuaca musiman lagi. Kadang harusnya cerah malah hujan, kita prediksinya hujan malah cerah. Hahahaha... Jadi sekarang hoki-hokian deh dapat cuaca bagus atau nggaknya. Hehehehehe...

      Selamat menikmati camping ceria di Ranca Upas ya :)

      Delete
  34. Mau nanya kalo kita udh punya tenda kita bayar nya brp buat camping nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meski sudah punya tenda sendiri tetap harus bayar retribusi masuknya 15.000 per orang kalau harganya belum naik Mas. Soalnya ini postingan tahun 2015 hehehe... :)

      Delete
  35. Replies
    1. Bayar campingnya sekitar 15.000 per orang Mas Ferdi kalau harganya belum berubah ya. Sudah 2 tahun berlalu soalnya hehehehe.... :D

      Delete
  36. Kak win, ada rencana ngecamp ke rancaupas lagi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada tapi kayaknya nggak daam waktu dekat nih Ilman soalnya cukup padat jadwal nya sampai Oktober hehehe...

      Delete
  37. Terima kasih banyak kak Satya :-) aku baca komentarnya satu2, teteh humble banget dan detail. makasih kak, penge kesana sih, Kamis nanti, semoga dapet space yang pas hehe. di belakang kandang rusa :-) semoga sehat selalu kak Satya Winnie

    ReplyDelete

Apa yang terpikir di benakmu setelah membaca tulisan ini? Share dong :)

Follow Us @satyawinnie