Sangihe, Surga Paralayang di Utara Indonesia

Wednesday, February 11, 2015

Foto : 'Get' Gendon Subandono

"Panas banget di dalam sini. Sesak dan bau pula. Beneran nih kita naik kapal ini 10 jam ke Sangihe?", ujar seorang teman saat kami sedang berbaris di lorong kapal mencari nomor tempat tidur kami. 

Selain karena lorong kapal yang sempit, temanku terlihat bete dan bercucuran keringat karena menggendong parasut yang beratnya sekitar 15 - 18 kilogram. Buntelan parasutnya juga besar sekali sehingga penumpang kapal yang berpapasan dengan kami harus mengalah dulu dan membiarkan kami lewat. 

Ya gimana nggak makin sesak kalau di lorong itu ada 100 orang (rombongan kami) yang sedang bawa buntelan segede gaban dan menunggu antrian. Hahaha...

''Ah, ini dia nomor tempat tidurku, tempat tidurmu di sebelahku nih", ujarku pada temanku tadi. Kami menumpuk tas parasut di sudut lorong antara dua tempat tidur bertingkat tersebut dan menghela nafas panjang.

Akhirnya....

Tempat tidur bertingkat di kapal kelas ekonomi.
Sore itu kami akan menuju Tahuna, ibu kota Kepulauan Sangihe dari pelabuhan Manado. Perjalanan ini dalam rangka memenuhi undangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sangihe yang ingin menjamu para atlit Paralayang sehabis bertanding di TRoI (Trip of Indonesia) Paragliding Championship di Tomohon.

Selain dijamu, kami juga diminta untuk mencoba Flying Site yang baru dibuka di Sangihe yang diberi nama Bukit Pusunge.

Free trip ditambah bisa terbang di tempat baru. Siapa yang nolak iya kan? *wink*

Kalau kau pergi ke timur Indonesia, jangan terlalu berharap banyak dengan kenyamanan transportasi. Butuh maklum dan sabar karena kondisi kapalnya tidak sebagus di Barat Indonesia. Kapal benar-benar penuh dengan manusia beserta barang-barang bawaannya. Tak ada sudut kosong, semua berjejalan. 

Pukul 19.00 WITA, kapal berbunyi tiga kali dan kami siap berangkat. Ada satu hal unik yang saya temui di kapal ini dan belum pernah saya alami sebelumnya. Tepat ketika kapal kami bertolak dari pelabuhan, seseorang di ruang kemudi mengajak seluruh penumpang berdoa bersama. Iya, beneran berdoa. 

Karena mayoritas adalah pemeluk agama Kristen, doa pun dilangsungkan dengan cara Kristen. Doa-nya cukup lama dan saya menunduk. Sewaktu saya mengedarkan pandangan, terlihat beberapa penumpang (yang pastinya penduduk lokal, bukan turis seperti kami) melipat tangannya di dada dan khusyuk berdoa.

Semalaman kami tertidur pulas. Lautan sedang sangat bersahabat, tenang sekali. Sekitar jam 5 pagi kami terbangun karena bunyi dari pengeras suara mengajak bangun dan berdoa bersama (lagi), bersyukur bahwa kapal dan seluruh penumpangnya diberkati dan tiba di Tahuna dengan selamat.

Dengan muka bantal setengah mengantuk, kami kembali berjejalan keluar dari kapal yang pintunya kecil itu. Penduduk lokal yang sedang menunggu kerabat atau barangnya yang ada di kapal heran melihat banyak sekali orang keluar dari kapal menggendong tas gendut.

Baru tiba di pelabuhan Tahuna dan mukanya beler semua.
Kami diantarkan ke penginapan untuk bebersih dan sarapan. Ada 3 penginapan yang waktu itu kami tempati, Hotel Tahuna, Hotel Bintang Utara dan maaf saya lupa yang satu lagi (padahal itu penginapan yang saya tinggali). 

"Jam 7 sudah berangkat lagi ya, kita harus datang acara pembukaan dan penyambutan dari Bupati Sangihe" kata salah satu senior.

Eh cepat amat. Kita saja sampai penginapan jam 6 pagi. Hahaha...

Upacara pembukaan dan penyambutan Bupati Sangihe dilaksanakan di Bukit Pusunge, tempat flying site yang baru. Sebetulnya tempat tersebut sudah lama dijadikan tempat wisata oleh penduduk lokal untuk sekedar duduk, minum kopi, memandang-mandang. Baru beberapa waktu terakhir dikembangkan menjadi spot olahraga Paralayang. 

Butuh sekitar 15 menit untuk mencapai Bukit Pusunge dari pusat kota. Beberapa naik bus dan sebagian lagi naik truk. Kami yang naik truk berasa jadi artis didadah-dadahin sama anak-anak sekolah dan penduduk lokal. Iya, saking jarangnya wisatawan yang datang ke pulau ini.

Begitu tiba di Bukit Pusunge, kami semua terpana. 

"Woooowww sumpah cantik banget tempatnya" kata temanku sambil setengah berteriak.

Bukit Pusunge. Cantik sekali....
Saya setuju sekali! Bukit Pusunge ini cantiknya luar biasa. Kayak Ölüdeniz di Turki (saya belum pernah kesana sih, cuma lihat fotonya). Lokasi kota Tahuna yang berada di Teluk menjadi daya tarik paling kuat. Perpaduan warna biru lautnya, hijau hutannya dan kotanya yang rapi, sempurna.

Terbang di atas kota Tahuna
Foto : 'Get' Gendon Subandono

Terbang tandem di atas Teluk Tahuna. Saya juga ingin sekali terbang di sini.
Foto : 'Get' Gendon Subandono
Sehabis acara pembukaan, beberapa pilot bersiap-siap dengan peralatan masing-masing untuk segera terbang. Kebanyakan sudah tidak sabar untuk segera mencoba flying site yang baru.

Namun keberuntungan tidak berpihak pada kami hari itu. Sesaat setelah pilot pertama take-off, angin bertambah kencang dan langit berubah menjadi gelap. Penerbangan ditunda dan semua orang berkumpul di warung. Ngopi dan nyemil dulu. Dingin soalnya...

Cuaca tidak kunjung membaik sehingga membuat ketua rombongan kami mengeluarkan keputusan agar semua peserta kembali ke penginapan, isthirahat sambil bersiap menunggu jamuan makan malam dari Bupati. Wihhhh asyik.... Makan enak lagi....

Malamnya kami bersuka ria, makan enak, nyanyi dangdut. Bagian yang paling menyenangkan dari acara jamuan itu adalah kami semua diajak menari berpasang-pasangan dan mengikuti gerakan-gerakan pasangan paling depan (pastinya orang Sangihe). Saya lupa nama tariannya apa. Yang pasti malam itu kami semua berdansa dengan gembira.

Terima kasih atas jamuannya, Bapak Bupati Sangihe
Keesokan harinya, kami sudah beranjak dari hotel pukul 6 pagi. Tujuannya agar begitu cuaca cerah dan angin bagus, kami bisa terbang dari Bukit Pusunge.

Sambil menahan kantuk, kami menunggu di balai-balai yang ada di atas bukit. Cuaca belum membaik sejak kemarin. Kabut putih menyelimuti bukit sehingga kota Tahuna tidak terlihat sama sekali. Dingin betul pokoknya waktu itu...

Untuk menghangatkan diri, kami berkumpul membentuk lingkaran dan bernyanyi sambil makan pisang minum kopi. Tapi seseru-serunya bernyanyi bersama, kami tetap berharap cuaca segera berubah cerah dan kami bisa terbang. Pastinya lebih seru tohhh....

Saya sendiri sudah sangat memimpikan untuk terbang di Bukit Pusunge ini. Saya melihat beberapa pilot senior, Om Get,  yang sudah mencoba terbang membawa penumpang dan fotonya super keren... *mupeng (muka pengen)*


Tapi ternyata, setelah tiba di tempat ini, di tempat yang jauh sekali dari Jakarta ini, setelah menempuh perjalanan sejauh ini.... nggak bisa terbang juga... Sedih nggak sih?


Kami hanya punya waktu dua hari di Sangihe karena keesokannya kami harus pulang ke Jakarta. Hiks. Belum sempat terbang, belum sempat keliling-keliling kota, sudah harus pulang.

Lalu datanglah kabar gembira. Kami akan dibawa ke pusat kota untuk berjalan-jalan dan cari oleh-oleh. Asyikkk!!!

Pusat kota Tahuna

Satu-satunya supermarket di Tahuna. Cukup lengkap lho ;)

Aku senang pasar di Tahuna ini bersih dan rapi sekali ;)
Begitu tiba di pusat kota Tahuna, kami berencana mencari oleh-oleh khas. Ternyata nggak ada. Sudah mencoba bertanya ke orang lokal, dimana toko pusat yang menjual oleh-oleh dan ada nama toko yang disebut. Saya dan teman saya mencari tempat tersebut dan coba tebak itu toko apa?

Toko kelontong...

Hahahahahaha. Kebetulan karena sudah mendekati Desember (hari Natal), toko tersebut penuh dengan dagangan hiasan nuansa Natal. Mana oleh-olehnya?

Lalu salah satu orang memberitahu kami bahwa di hotel tempat rombongan kami menginap, ada beberapa t-shirt yang bisa dijadikan oleh-oleh. Begitu tiba di tempat itu, saya terkejut...

Kalau biasanya kita pergi ke satu daerah, biasanya t-shirt yang dijual bertuliskan nama daerah tersebut kan yah? Harusnya kan Sangihe ataua Tahuna atau nama objek wisata di sana. Tapi di tempat yang saya temui tulisannya beda...

MANILA...

Begitu lihat, saya nggak tahu mau bereaksi apa. Iya sih Sangihe ini memang dekat dengan Filipina, tapi masak jual t-shirt bertuliskan Manila? Kalau kalian jadi saya, apa reaksi kalian? Hehehehe...

Akhirnya kami mengurungkan niat untuk membeli t-shirt itu (pastinya) dan ada teman yang mengajak kami ke satu toko kecil di dekat situ juga yang menjual t-shirt bertuliskan Sangihe (oh ternyata ada) namun sudah habis terjual.

Untuk makanan khas, pastinya banyak olahan hasil laut. Saya mencoba mencari makanan yang lebih unik yang mungkin tidak ditemukan di Sulawesi Utara yang lain, cuma ada di Sangihe. Tapi sepertinya sama saja di semua daerah.

Kaki saya melangkah masuk ke satu rumah makan Chinese Food, "Bakmie Che" namanya. Begitu melihat ada label asli khas Tahuna, itu artinya wajib dicoba.

Bak Mie Che ;)
Waktu di awal ditanya mau porsi kecil atau porsi besar? Ya porsi besar dooong. Hehehe. Tak lama kemudian bakmi porsi besar yang saya tunggu, tiba.

Hmmmm... Bakmi nya wangi sekali. Dihidangkan di atas piring dengan 3 biji cabe dan setengah potong jeruk kunci. Cabenya saya iris dengan sendok, jeruknya saya peras dan saya campur ke dalam bakmi. Rasanya? Enak banget....

Bakmi yang ternyata ada daging babinya. Enak ;)

Dan memang bakmi ini enak karena mengandung daging babi dan memakai minyak babi. Jadi 100% tidak halal. Hahahaha. Yang penting enak.

Sayang sekali kami hanya punya waktu 2 hari di Tahuna. Kami harus segera kembali ke Manado dan kembali ke Jakarta. Sampai jumpa lagi, Sangihe. Semoga saya bisa terbang paralayang di Bukit Pusunge suatu saat nanti ya :)

You Might Also Like

17 comments

  1. Coba di cek ke manila kali aja ada kaos sangihe disana.. Pertukaran pelajar eh kaos ceritanya... Hahahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. assalamualaikum we.wb,saya. IBU ENDANG WULANDARI Dri jawah timur tapi sekarang merantahu di teiwan bekerja sebagai pembantu ingin mengucapakan banyak terimah kasih kepada KI KANJENG DEMANG atas bantuan AKI. Kini impian saya selama ini semaunya sudah tercapai kenyataan dan berkat bantuan KI KANJENG DEMANG pula yang telah memberikan Angka gaib hasil ritual beliau kepada saya yaitu 4D. Dan alhamdulillah berasil tembus. Dan rencana saya ingin Mau pulang ke kampung kumpul kembali degang keluarga saya sekali lagi makasih yaa KI karna waktu itu saya cuma bermodalkan uang cuma 400rb Dan akhirnya saya menang. berkat angka gaib hasil ritual AKI KANJENG DEMANG saya sudah buka usaha warung makan Dan suami saya peternakan. Kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya, Dan saya ATAS Nama IBU ENDANG WULANDARI sekali lagi saya betul betul sagat berterima kasih kepada AKI Dan saya minta Maaf kalau Nama AKI saya tulis di internet itu semua saya lakukan karna saya Mau ada orang yang meminta bantuan Sama AKI agar seperti saya sudah sukses. Dan membatu orang orang yang kesusaan. bagi anda yang ingin seperti saya silahkan HUB / KI KANJENG DEMANG di Nomor INI: 081 / 234 / 666 / 039 / insya allah AKI akan membantu anda karna ramalan KI KANJENG DEMANG memiliki ramalan GAIB yang bagus Dan dijamain tembus

      Delete
  2. Masih suka ngilu kalo main di ketinggian hehe..

    ReplyDelete
  3. Keppo buka2 web km isi ya traveling semua.
    Hebat

    ReplyDelete
  4. cheap nike shoes, http://www.cheap-nikeshoes.cc/
    adidas wings shoes, http://www.adidaswings.net/
    air jordan shoes for sale, http://www.airjordanshoes.us.org/
    rolex watches,rolex watches,swiss watches,watches for men,watches for women,omega watches,replica watches,rolex watches for sale,rolex replica,rolex watch,cartier watches,rolex submariner,fake rolex,rolex replica watches,replica rolex
    colts jerseys, http://www.indianapoliscoltsjersey.us/
    true religion jeans, http://www.truereligionjeansoutlets.us.com/
    ray ban sunglasses, http://www.raybansunglass.us.com/
    polo shirts, http://www.poloralphlaurenshirts.us.com/
    oakley, http://www.occhialioakleyoutlets.it/
    bears jerseys, http://www.chicagobearsjerseys.us/
    adidas outlet store, http://www.adidasoutletstore.us.com/
    nike air max 2015, http://www.airmax2015.com/
    louis vuitton handbags, http://www.louisvuittonhandbags.org.uk/
    insanity, http://www.insanityworkout.us.com/
    snapbacks wholesale, http://www.cheapsnapbacks.us.com/
    north face outlet, http://www.thenorthfaceclearances.us.com/
    toms outlet store, http://www.tomsoutlet-stores.com/
    michael kors uk outlet, http://www.michaelkorsoutlet.org.uk/
    michael kors wallet, http://www.michaelkorswallet.net/
    calvin klein outlet, http://www.calvinklein.in.net/
    cai2015912

    ReplyDelete
  5. Terima kasih sudah mengunjungi daerah saya..

    ReplyDelete
  6. waduh baru aja plg kampung ke sangihe.. ya kalo mau jalan ke pulau2 kecil d sekeliling nya..jauh lbh indah dr pd kota tahuna

    ReplyDelete
  7. hehehe itulah keunikan indinesia kita sangat beragam. Trima kasih tlah mengunjungi kampung saya Tahuna Sangihe... utara indoensia... kunungi blog saya juga : www.wisatasangihe.blogspot.co.id

    ReplyDelete

Subscribe