Thursday, January 31, 2013

Bakso President Malang. Sensasi Makan Bakso Bergetar.

Thursday, January 31, 2013 20 Comments


Bakso President

Siapa sih yang enggak suka Bakso? Saya sih suka banget. Enak banget kan makan bakso waktu lagi hujan, dingin-dingin makan yang anget-anget pedes. Bakso sih menurut saya tandingannya Indomie kalau menyangkut makanan pendamping dikala hujan. 

Kota Malang cukup terkenal dengan Oskab. Oskab itu boso walikan Malang yang artinya Bakso (boso walikan = bahasa terbalik. Khasnya Malang). Di Malang kita bisa menemukan bakso dimana-mana mulai  kaki lima sampai  pusat perbelanjaan (mall). Tapi, nyobain bakso rel kereta sudah pernah belum?

Ini dia, Bakso President di Malang. Namanya cukup tersohor karena kelezatan baksonya dan keunikan lokasinya yang berada di pinggiran rel kereta ditambah title PRESIDENT nya. Seru loh melihat kereta api melintas ketika kita sedang makan. Meja bergetar dan kuping jadi pengang karena ulah si komo lewat, eh kereta api lewat.




Toooott Toootttt.....

Tadinya saya pikir bakso ini diberi nama Bakso President karena President pernah berkunjung kesini atau bakso ini favorit nya President. Eh, ternyata saya salah. Berdasarkan informasi yang saya dapat dari Bakso President - Archie , bakso President ini didirikan sejak tahun 1977 oleh Abah Sugito. Wah, sudah 36 tahun. Awalnya Abah Sugito berdagang bakso pikul keliling selama kurang lebih lima tahun. Kemudian pada tahun 1982, dengan modal seadanya, Abah Sugito membangun warung bakso sederhana tepat dibelakang Bioskop President Malang. Walaupun pada tahun 1990 gedung bioskop sudah beralih fungsi menjadi pusat perbelanjaan, bakso Abah Sugito tetap dikenal sebagai Bakso President.





Bakso yang ditawarkan Bakso President cukup beragam mulai dari Bakso Biasa, Bakso Urat, Bakso Telor, Bakso Bakar, Bakso Goreng, Bakso Udang dan ditambah dengan pangsit kering/basah, siomay, ati ampela, tahu, lontong, mie. Wah, komplit lah pokoknya sampai Bakso President ini dijuluki "pelopor bakso Malang asli full variasi". Baksonya dijual per satuan, jadi lihat papan menu dulu ya sebelum memesan. Ada juga sih Bakso yang sudah paket, seperti paket campur hemat/campur spesial, tapi lebih enak milih sendiri sih, sesuai selera.




Bakso President menyediakan dua tempat untuk makan. Di dalam ruangan atau di tepi rel. Saya sih lebih senang makan di luar soalnya adem dan bisa lihat macem-macem. Bakso President ini jadi kesayangan banyak kalangan mulai dari yang pas-pasan sampai berdompet tebal karena harga baksonya yang bersahabat. Terbukti dari ramainya pajangan foto karyawan Bakso President dengan artis-artis Ibukota.







Kemarin saya nyobain semua jenis baksonya dan semuanya enak. Pengen nambah lagi dan lagi. Pas nyobain Bakso Bakarnya, rasanya cukup unik, renyah, manis dan sedikit asin. Tapi yang memenangkan lidah saya bakso uratnya. Kayaknya bakso urat president adalah bakso urat terenak yang pernah saya makan. Yummy! *jadi ngiler lagi*








Selain bakso, kita juga bisa beli cemilan Keripik Bakso Spesial. Enak, gurih  renyah dan rasa bakso. Hahaha. Keripik Bakso ini dijual dengan harga 15000 per bungkus. Bertambah lagi deh variasi oleh-oleh dari Malang. Gak cuma keripik buah dan keripik kentang lagi karena sekarang ada keripik bakso :D




Jadi jangan ngaku penggemar berat Bakso kalau belum nyobain Bakso yang satu ini ya. 

Alamat Bakso President :

Bakso PresidentJL. Batanghari 5, Malang, 65111  IndonesiaTelp : +62 341 496746


Karena saya sewaktu di Malang diantar Pak Timan yang sudah hapal Malang luar kepala, saya tinggal duduk manis saja untuk menuju tempat ini. Kalau kamu backpacker ada 2 opsi untuk menuju ke sana (sumber : Stasiun KA Stephanie )

1. Dari jalan raya Surabaya-Malang, jika Anda menemukan Hotel Savana, tepat di sebelahnya ada gang kecil, ikuti aja gang itu, di sebelah kanannya ada Bakso President (dari arah Surabaya belok kiri, dari arah Malang belok kanan, ini berlaku jika Anda naik sepeda, sepeda motor, jalan kaki, atau angkot, mobil gak bisa masuk)


2. Sebelum Hotel Savana, ada pertigaan yg diapit Pizza Hut & SPBU, belok aja, setelah ketemu PJL, ada perempatan, belok kanan, jalan terus sampai ketemu plang Bakso President (dari arah Surabaya belok kiri, dari arah Malang belok kanan, ini berlaku jika Anda naik sepeda, sepeda motor, jalan kaki, atau angkot, termasuk mobil)


Semoga bermanfaat & Happy Travelling :)




Tuesday, January 29, 2013

Inggil Museum Resto Malang. Makan Sambil Belajar Sejarah.

Tuesday, January 29, 2013 7 Comments

 diboeka roema makan baroe! namanja...
"INGGIL"
hidangannja pasti memoeaskan selera dan 
tempatnja laen daripada jang laen
toean-toean dan njonja-njonja silaken mentjoba


19-20 Januari kemarin saya mendapatkan tugas kantor ke Malang. Karena waktunya singkat, sebelum berangkat dari Jakarta, saya sudah browsing beberapa culinary spot yang wajib dikunjungi di Malang. Berdasarkan rekomendasi pacar, Rumah Makan Inggil ini adalah rumah makan yang menyediakan makanan enak dan ada museumnya. Berkunjung kesini membuat perut saya kenyang dan mata saya "kenyang" dengan barang-barang antik di dalamnya, serasa masuk museum. Pantaslah resto ini dinamakan "INGGIL MUSEUM RESTO".





Untuk interior resto, Inggil menawarkan bangku dan meja atau lesehan. Lantainya masih ubin abu-abu yang dingin dan dindingnya semi permanen. Uniknya, mereka memasang foto Gunung Arjuno super besar di dinding dan membuat gubuk lesehan dari bambu. Jadi rasanya seperti makan di bawah kaki gunung Arjuno.



Di bagian tengah resto terdapat panggung tradisional yang cukup besar, tetapi sewaktu saya berkunjung kesana, panggung nya lagi direnovasi. Padahal biasanya ada pertunjukan gamelan, ketoprak, keroncong sampai dangdut campur sari. Sedangkan di luar restoran juga terdapat panggung wayang. Sedang tidak ada pertunjukan juga hari itu.

Jangang salah, walaupun restoran ini seperti rumah tradisional, ternyata disediakan Wi-Fi gratis loh. Dari depan pintu kita sudah diberitahu "dateng mriki saget hotsepot". Hahahha. Hotspot maksudnyaaa...





Sambil menunggu makanan yang dipesan datang, saya pun berkeliling restoran dan tercengang dengan koleksi pemilik restoran yang cukup beragam dan tua. Katanya sih pemilik restoran ini adalah anak dari Walikota Malang terdahulu yang memang suka mengoleksi barang antik. Tidak cuma barang antik, disini ada koleksi uang lama, poster-poster tempo doeloe hingga potongan merk-merk rokok kretek zaman dulu. Yuk, keliling-keliling Inggil Museum Resto.

Ragam Raut Topeng, ikon Inggil Museum Resto.


Saya selalu senang melihat poster-poster jadul ini.

 Tagline merk Rokok dan Bier zaman dulu itu memang unik-unik ya.


Ini gak kalah menarik, foto-foto gedung bersejarah di Malang.
Sebagian memang sudah berubah bentuk tetapi tidak signifikan. 


Mayoritas jam disini sudah tidak berdetak lagi. Tapi bentuk weker kuno ini selalu menarik perhatian pengunjung.


Saya menghabiskan waktu yang tidak sebentar untuk memandangi rak ini. Ada mesin tik tua, setrikaan arang sampai mesin jahit tua. :O



Kurang keren apa coba radio-radio ini? Sayangnya sudah tidak berfungsi lagi.


Koleksi uang kertas nya unik dan ada "gulden" juga loh


Coba deh baca poster yang ditengah. Pusing tujuh keliling. Tulisannya sudah samar dan dicetak miring pula. Hehehe. 


Ini Phonograph. Bener gak? :)


Alat yang paling mencuri perhatian. Alat keriting rambut yang berasal dari Belanda tahun 1930  ini bermerk INDOLA. Merupakan pemberian dari Tante Tan (putri Ong Kian Bie Studio Malang)



Gimana ya cara pakai alat pengeriting rambut ini? Begini? *nyobain sendiri*


Kalau saya melihatnya seperti sepatu-sepatu kecil. Hehehe. Ini rumpun tali dari alat pengeriting rambut tadi.


Ahhh, telepon puter-puter. (itu panggilan saya untuk telepon ini dari kecil)



Ada >100 jenis merk rokok kretek zaman dulu. WOW!!



Setelah puas berkeliling dan memotret barang-barang antik tadi, saya kembali ke meja makan dan ternyata makanan sudah dihidangkan. Yummy. Menu andalan di Inggil ini adalah Gurame goreng /bakar dan Ayam Bakar nya. Begitu mencoba Ayam Bakar nya saya langsung kebingungan sendiri, menerka-nerka bumbu apa saja yang ada di dalam masakan ini. Soalnya dagingnya empuk dan harum dan tidak ada sisa hitam arang walaupun dimasak dengan cara dibakar. Ada dedaunan wangi dan rempah yang kuat terasa di mulut saya. Saya semakin ketagihan dan akhirnya menghabiskan 3 potong ayam untuk saya sendiri. (doyan apa rakus, Sat?) 



Awalnya was-was karena resto ini bagus baik dari bangunan, pelayanan dan makanannya, pasti harganya mencekik dompet. Eh, ternyata dugaan saya salah. Makanan di Inggil sangat bersahabat dengan kantong. Ada Sate Ayam (Rp 15.000), Tempe Penyet (Rp 10.000). Aih, makin suka deh sama Resto yang satu ini. Kalau kembali lagi ke Malang, wajib hukumnya makan di sini. Hehehehehe.


Nah, kalau jalan-jalan ke Malang cuma punya waktu 2 hari dan mungkin gak sempat beli oleh-oleh, tinggal belanja di depan Inggil saja. Ada toko pernak-pernik dengan harga yang tidak mencekik. Biasanya toko souvenir di dekat resto terkenal akan menaikkan harga, ternyata disini tidak. Saya membeli topi kompeni yang lucu hanya seharga Rp 30.000. Murah bukan?




Makan sudah, belanja sudah. Ah, saatnya kembali ke Jakarta. Buat teman-teman yang ingin berlibur ke Malang, jangan lupa masukkan Inggil Museum Resto ke dalam itinerary kalian ya. Tempatnya dimana? Ini dia :

INGGIL MUSEUM RESTO

Jl. Gajahmada No.4 Malang Kota/Klojen

Telp : (0341) 332110

Fax : (0341) 712026


Lokasinya tidak jauh dari stasiun kota baru dan berada dibelakang gedung Balai Kota Malang dan berseberangan dengan Hotel ALOHA Malang. Selamat menikmati :)


Friday, January 11, 2013

Liburan Murah ke Cina? Ke Kampoeng Cina di Cibubur aja :)

Friday, January 11, 2013 4 Comments

Gerbang Kemakmuran

Saya suka sekali dengan gedung-gedung Cina. Arsitekturnya unik dengan dominasi warna merah.
Kalau ditanya, siapa traveler paling keren di dunia? Jawaban saya sih orang Cina soalnya pergi ke belahan dunia manapun, pasti ada China Town nya.

Sewaktu liburan 17 Agustus 2010, saya dan teman-teman kost bingung mau menghabiskan liburan kemana. Rata-rata teman kostan yang lain pulang ke rumah masing-masing. Kita pengennya sih merasakan suasana tempat yang unik tapi dengan harga yang pas di kantong. Aku, Elizaveta Moskvina  (Liza) dari Russia dan Unchalee Iadmee (Ani) dari Thailand, memutuskan untuk pergi ke China Town. Sebagai tuan rumah (Indonesia) saya pusing juga mikir mau ajak mereka berdua ke China Town yang mana. Kalau di Jakarta sih ada Glodok, Mangga Dua. Masalahnya Liza tidak terlalu suka tempat yang terlalu sumpek. Lah, mana ada China Town yang enggak rame kan? Hehehe.

Setelah browsing, ketemulah China Town Kota Wisata Cibubur. Saya baru tahu kalau Cibubur ada China Town nya. Karena domisili kita di Depok, pilihan kita pun jatuh ke China Town Cibubur, enggak terlalu jauh dan no ticket alias gratis. Asik!






Cara menuju China Town Cibubur enggak susah kok. Tinggal naik angkot tujuan Cibubur dan lanjut lagi naik angkot yang ke arah Kota Wisata Cibubur. Kalau naik mobil pribadi, keluar dari pintu tol cibubur Jagorawi langsung masuk jalur alternatif Cibubur lewat Jonggol. Setelah tiba di gerbang perumahan Kota Wisata Cibubur, kalau gak bawa kendaraan pribadi kita harus naik angkot lagi untuk masuk ke dalam kompleks China Town. Di dalam Kota Wisata ini gak cuma China Town sih, ada Fantasy Land, Kampoeng Indo, Kampoeng Jepang, Kampoeng Amerika. China Town disini juga disebut Kampoeng Cina. 

Waktu masuk Kampoeng Cina kita disambut gerbang super besar yang dinamakan Gerbang Kemakmuran, ada dua patung prajurit besar di sisi kanan-kiri gerbang dan dua naga di atapnya. Kalau dilihat-lihat gerbangnya mirip gerbang Forbidden City yang di Beijing ya? Hehe. Kita berkeliling Kampoeng Cinda dan melihat ternyata kios-kiosnya semuanya berarsitektur bangunan Cina. Cool.


Saya & Liza di depan Gerbang Kemakmuran

Kalau teman-teman mau mencari pernak-pernik Cina seperti "kucing rejeki" terus cheongsam, baju merah orang cina itu loh. Ada juga payung cina, kalung, dompet, sepatu dan barang-barang yang memang khas orang Tionghoa, sampai topi Vampir Cina juga ada. Wihh, Liza & Ani langsung beli payung-payung lucu dan pernak-pernik lain. Liza dengan manisnya membelikan aku balon Spongebob (masih ada sampai sekarang).


Ani senang sekali dengan toko souvenir ini, khususnya "kucing rejeki" itu :)

Capek berjalan, belanja dan berfoto-foto ria, kami mencari tempat makan yang bisa mengenyahkan rasa lapar di perut. Di Kampoeng Cina ini kita bisa beli minuman dan makanan kecil untuk jadi cemilan selama berjalan-jalan sedangkan untuk makan berat, di depan gerbang ada food court yang cukup besar.

Kami pun memilih menu Chinese Food biar semakin berasa di Cina. Hehe. Kita memesan Kwetiau Seafood dan Sapo Tahu Seafood Hot Plate. Yum..Yum..Yummy. Kenyaaang. Harga makanannya normal, pas di kantong. Tapi menu yang tersedia di foodcourt gak cuma Chinese Food kok. Ada western food dan makanan Indonesia dengan harga bersahabat juga. 

Kwetiau Seafood! Yumm!!


Sapo Tahu Seafood Hot Plate. Yumm!

Pulang dari Kampoeng Cina, kami sudah kesorean sehingga tidak ada lagi angkot yang lewat. Akhirnya kami berjalan cukup jauh dari Kampoeng Cina hingga ke gerbang utama Kota Wisata baru naik angkot pulang ke Depok. Kakinya lelah, tapi hatinya cerah. Puas banget jalan-jalan hari itu. Yuk ke Cina eh Kampoeng Cina maksudnya. Happy Travelling!! :)




Follow Us @satyawinnie