Wonderful Indonesia : Merasakan Kedamaian Jiwa di Danau Toba

Thursday, October 24, 2013



Pulo Samosir do haroroanku Samosir do

Ido asalhu sai tong ingotonhu

Saleleng ngolungku hupuji ho

Sepenggal lirik di atas adalah lagu kesukaan saya. Judulnya "Pulo Samosir" yang diciptakan oleh Nahum Situmorang. Lagu ini menyiratkan rasa rindu pada kampung halaman yang akan selalu membekas di ingatan. Saya membayangkan Nahum menulis lirik lagu ini di tepian danau Toba, mencurahkan rasa rindu dan berjanji akan kembali lagi.

Danau Toba adalah salah satu danau yang tercantik di dunia. Danau terluas (1.145 kilometer persegi) di Asia Tenggara ini dikelilingi oleh perbukitan hijau yang cantik. Membuat kita betah duduk berlama-lama merasakan desiran angin membelai-belai sambil menyecap secangkir kopi. Danau Toba adalah salah satu danau terdalam di dunia yaitu 450 meter dan merupakan danau vulkanik terbesar kedua di dunia setelah Danau Victoria di Afrika.

Seperti yang tertulis dalam portal resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia --> indonesia.travel Danau Toba terbentuk akibat letusan Gunung Toba sekitar 73.000 - 75.000 tahun yang lalu. Letusan maha dahsyat itu bahkan mempengaruhi perubahan iklim dan menjadi permulaan zaman es. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan memusnahkan beberapa spesies makhluk hidup. Wow, saya enggak bisa bayangin bagaimana situasi saat itu, pastinya mencekam ya.

Sejarah terbentuknya Danau Toba di atas berbeda sekali dengan cerita yang aku dapat dari buku cerita rakyat tentang terbentuknya Danau Toba waktu masih duduk di sekolah dasar. Yang saya baca saat itu, Danau Toba tercipta karena murkanya sang Putri Ikan yang dikecewakan oleh suaminya, seorang pemuda lokal. Pemuda itu ingkar akan sumpahnya tidak akan membongkar asal-usul istrinya (ikan yang menjelma manusia) kepada anaknya. Istri yang kecewa itu pergi bersama anaknya meninggalkan desa, kemudian datanglah hujan badai yang menenggelamkan suaminya serta seluruh desa dan terbentuklah kubangan air yang dinamai Danau Toba.

Begitulah legendanya.

Naik apa ya ke Pulau Samosir / Danau Toba?
Cara menjangkau Pulau Samosir / Danau Toba sangatlah mudah. Cukup berkendara selama kurang lebih 4 jam dari kota Medan ke Parapat (bisa naik travel) lalu naik ferry / kapal kayu dari Ajibata dan Tigaraja menuju Tomok / Tuk-Tuk. Tomok adalah pusat wisata di Pulau Samosir. Disini wisatawan sangat mudah menemukan penginapan bagus, rumah makan yang enak dan pusat oleh-oleh yang berjejer rapi di tepi jalan. 

Kapal Kayu ini bisa mengangkut hingga 75-100 orang plus sepeda motor (foto : Juferdy)

 Enaknya kemana ya?
Objek wisata yang paling sering didatangi oleh wisatawan lokal dan mancanegara adalah kawasan Rumah Bolon, Sigale-gale, Batu Pengadilan dan Makam Raja Sidabutar. Karena empat objek wisata tadi lokasinya berdekatan dalam satu kawasan, wisatawan tidak akan lelah dan bisa diantar keliling oleh pemandu wisata lokal sambil mendengarkan cerita sejarah menarik tentang kebudayaan Batak.

Rumah Bolon dan Sigale-gale di Tomok (foto : Juferdy)
Tetapi, jangan mengaku sudah mengenal Pulau Samosir kalau baru mengunjungi Tomok dan Tuk-Tuk saja. Coba kelilingi Pulau Samosir secara keseluruhan dan berinteraksilah dengan masyarakat lokal. Percaya deh, kalian akan menemukan bertemu dengan masyarakat Batak yang beda seperti di kota-kota besar.

Perjalanan saya mengelilingi Pulau Samosir tahun lalu tergolong singkat, hanya tiga hari. Tetapi saya mendapatkan banyak cerita baru, menemukan objek wisata yang tidak ada di buku panduan (atau kurang peminat wisatawan?) serta menikmati makanan lokal yang dimasak segar. Saya dan teman jalan saya mencoba melihat sisi lain Pulau Samosir dengan cara naik sepeda motor mengelilingi Danau Toba.

Kami berangkat dari pagi-pagi sekali, menyusuri Pulau Samosir ke arah selatan dan berencana akan kembali lagi ke Tuk-Tuk (starting point) pada malam harinya. Suguhan pemandangan selama perjalanan benar-benar membuat saya terpana dan tak lupa mengabadikan frame-frame indah itu dengan kamera. Kami berhenti sejenak di Huta Ginjang untuk minum teh atau kopi sambil menikmati pemandangan. Semakin ke Selatan kita akan memasuki perkampungan Batak yang masih alami seperti Gultom, Onan Runggu, Nainggolan. Kita bisa mengunjungi pohon raksasa "Hariara Na Bolon", berenang di Pantai Maria Raja dan melihat Batu Guru.

Pohon Beringin Raksasa yang diberi nama "Hariara Na Bolon" (foto : Juferdy)
Perjalanan menyusuri Samosir berlanjut ke daerah Urat. Di Urat, wisatawan akan disuguhkan pemandangan Danau Toba dari sisi yang berbeda. Jalannya berkelok-kelok tetapi mulus beraspal membuat perjalanan semakin menyenangkan. Tapi walaupun jalanan mulus jangan ngebut-ngebut yah. ;)

Semakin ke utara, jalanan akan semakin berkelok-kelok menuju Pangururan, pusat pemerintahan Samosir. Di sini, kita bisa berendam di pemandian air panas. Saya tiba di Pangururan kurang lebih jam 8 malam. Waktu yang tepat untuk berendam air panas karena suhu udara saat malam benar-benar dingin. Jika mengunjungi daerah Pangururan jangan lupa mengunjungi Danau Sidihoni yang indah dan dikenal sebagai 'danau di atas danau' serta Aek Natonang.

Ingin melihat pemandangan danau Toba dari ketinggian? Silahkan mengunjungi Pusuk Buhit di Kecamatan Sianjur Mula-mula, tempat dimana masyarakat lokal yakin nenek moyang Batak diturunkan dari langit. Kita juga boleh mencoba minum 'Aek Sipitu Dai' yang konon katanya bisa menyembuhkan penyakit dan mengabulkan permintaan. *minum sambil minta jodoh?* *hehehe*

Menikmati pemandangan Danau Toba dan jajaran bukit hijau yang membentang.
Destinasi keliling Samosir berikutnya adalah Lumban Suhi-suhi. Kalau menurut saya pribadi, traveler perempuan wajib mengunjungi desa ini. Kita bisa berkenalan dengan 'Inang' (ibu) dan belajar menenun Ulos. Lumban Suhi-suhi merupakan salah satu Desa yang masih melestarikan budaya menenun ulos. Ketika saya berkunjung kesana, saya bertemu Inang boru Silalahi yang mengajari saya menenun. Walaupun saya perempuan Batak, saya tidak bisa menenun seperti Inang itu. Beliau bilang semua perempuan di Lumban Suhi-suhi wajib menenun dari kecil agar terbiasa dan semakin ahli. Sepertinya saya harus merencanakan tinggal lebih lama di Desa Lumban Suhi-suhi agar bisa menenun ya.

Inang Silalahi, sudah menenun sejak masih remaja. (foto : Juferdy)
Proses belajar menenun bersama Inang Silalahi (foto : Juferdy)
Dari Lumban Suhi-suhi, kita beranjak menuju Ambarita. Di sini wisatawan bisa mengunjungi dan belajar sejarah batak di Museum Huta Bolon. Seru loh memperhatikan satu per satu barang-barang di museum dan mempelajari sejarahnya. Bisa juga mengunjungi 'Batu Persidangan' di daerah Siallagan, tempat dahulu para tahanan atau kriminal dieksekusi mati.

Perjalanan dilanjutkan ke Ambarita dan kembali ke Tuk-Tuk, titik awal keberangkatan. Woohoo. Satu Samosir sudah berhasil dikelilingi. Walau badan pegal, saya merasa puas bisa mengunjungi banyak objek wisata meskipun belum semuanya dikunjungi.

Selain kegiatan di atas, wisatawan juga bisa melakukan kegiatan seru lainnya di Danau Toba seperti berenang, bermain jet ski air, bermain canoe atau kayak, naik speed boat melihat Batu Gantung, memancing dll.

Makanan apa yang wajib dicoba di Samosir?
Di Samosir, wisatawan bisa mencoba makanan khas Batak seperti Ikan Arsik, ikan Mas yang digulai kering, sedikit pedas dan kaya rempah. Kalau tidak suka Ikan Mas, bisa mencoba ikan air tawar lainnya seperti Nila, Mujair dan Gurami.

Namun ada makanan khas yang WAJIB dicoba yaitu 'Naniura', ikan Mas yang tidak dimasak namun difermentasikan selama 12 jam dan langsung disantap. Wah, apa rasanya ikan mentah yang hanya dilumuri bumbu dan didiamkan satu malam? Bukannya jadi basi? Eits, langan langsung skeptis. Coba dulu menu yang satu ini. Pasti nanti ketagihan. Daging ikan dengan bumbuu yang sudah meresap terasa sangat segar di lidah. Enak sekali. Sudah ada beberapa restoran di Samosir yang bisa menyajikan menu ini, namun harus dipesan satu hari sebelumnya. Untuk wisatawan yang non-muslim wajib mencoba menu 'saksang' dan 'panggang' babi yang bisa ditemukan dengan mudah di rumah makan seluruh daerah Samosir. Buat yang tidak suka daging bisa mencoba 'Bubur Sitohap', bubur yang diolah dengan bumbu andaliman dan daun sitohap.

"Naniura", ikan Mas  yang difermentasikan dengan Jeruk Toba. Rasanya segar di lidah. (foto : Juferdy)

"Panggang Babi" yang disajikan dengan sambal andaliman dan jeruk nipis. (foto : Juferdy)

Lelah menjelajah Samosir, mari kita beristhirahat. Di Pulau Samosir, kita bisa menemukan banyak hotel, hostel, guesthouse. Terserah mau pilih yang mana. Tergantung isi kantong juga sih. Kalau untuk pejalan pas-pasan seperti saya ya pilihnya guesthouse. Kalau punya banyak duit ya saya pilih di hotel. Hehehe. Tuk-tuk adalah kawasan dengan banyak pilihan hotel. Lokasinya strategis, aman dan nyaman.

Penginapan di pinggiran Tuk-Tuk. (foto : Juferdy)

Hal unik apa lagi yang bisa kita jumpai di Samosir?
Hal yang menarik adalah ketika kita menjumpai banyaknya rumah sederhana yang masih terbuat dari kayu tetapi banyak makam yang menjulang tinggi, terbuat dari keramik mahal bahkan terlihat seperti monumen. Ya, itu adalah kebanggaan masyarakat Batak. Tugu makam itu biasanya untuk satu keluarga atau satu marga. Biasanya, ketika meninggal, tubuh akan dimasukkan dalam peti dan dikubur di tanah. Beberapa belas tahun berikutnya, keturunannya akan mengadakan acara 'mangokkal holi' yaitu upacara pengangkatan tulang belulang untuk dipindahkan ke makam tugu keluarga.

Salah satu Tugu makam yang megah di Samosir.
Kalau mau beli oleh-oleh kemana ya?
Oleh-oleh bisa dibeli di sekitaran Tuk-tuk dan Tomok. Mulai dari t-shirt, aksesoris, patung pajangan, gantungan kunci hingga ulos bisa kita beli disini.
Jejeran toko oleh-oleh di Tomok


 Ada Festivalnya juga loh setiap tahun.
Apakah kamu tahu ada Festival Danau Toba? Festival tahunan ini baru saja selesai diadakan 8 - 14 September 2013 kemarin. Festival ini mencoba mengangkat kembali potensi wisata Danau Toba yang sedang 'tertidur'. Acara yang diadakan pun beragam, ada Lomba Renang Danau Toba, Karnaval Sigale-gale, Lomba Kapal Solu Bolon, Lomba Paralayang hingga World Drum Festival. Tentu saja acara ini menjadi magnet kuat bagi wisatawan domestik dan mancanegara untuk mengunjungi danau Toba dan menyaksikan festival yang akan terus diadakan satu tahun sekali ini. 

Masih kurang puas dengan ceritaku? Coba tonton video ini deh. Dijamin kalian pasti ingin langsung berkunjung ke Danau Toba.


Begitu indahnya Danau Toba dan Pulau Samosir. Saya menikmati udara segar yang terhirup. Saya merasa damai di tempat yang jauh dari kemacetan dan kepalsuan diri ini. Sebagai pejuang ibu kota, bepergian ke suatu tempat yang jauh benar-benar menjadi "obat" yang ampuh.  Segala beban rasanya terlepas. Bebas. Danau Toba memberikan saya kedamaian jiwa.

Saya pun bermimpi untuk suatu hari membangun rumah kecil yang menghadap Danau Toba agar setiap pagi saya bisa bangun lalu mengucap jutaan syukur atas indahnya alam ciptaan Tuhan. Samosir, kelak akan menjadi tempatku untuk pulang.

--------

TIPS : 
1. Mengelilingi Samosir enaknya pakai motor atau sepeda. Di Tuk-tuk terdapat banyak penyewaan motor dan sepeda dengan harga yang pas di kantong.
2. Jangan lupa membawa jaket, topi, syal dan sarung tangan karena ketika malam udaranya sangat dingin.
3. Kalau ingin berenang di Danau Toba, jangan berenang sendiri. Kalau bisa bersama 2 / 3 orang teman ya.
4.Jangan kaget kalau misalkan mereka berbicara dengan suara keras. Mereka tidak sedang marah tetapi memang begitu nadanya. Kecuali kalian memancing amarah mereka. Hehehehe.
5. Cobalah berbaur dengan masyarakat lokal dengan menyapa atau mengajak ngobrol sebentar. Jaga perilaku dan perkataan selama berada di kampung. :)
6. Buat teman-teman yang muslim tenang saja, ada beberapa rumah makan yang menyediakan menu halal :)

Sumber Data : http://indonesia.travel/id/destination/48/danau-toba

You Might Also Like

15 comments

  1. asik , informatif dan buat yang baca kepengen merasakan pengalaman menjelajah super volcano Toba

    ReplyDelete
  2. Kmren cuma 1 hari ke tuk". Jumat depan plabng tugas dnas lgsg buanf stress ke samosir lagi. Samosir dan danau toba tmpt wajibku buang stress. Jadi makin kangen samosir.

    ReplyDelete
  3. Aku sebenarnya besar di SUMUT, tapi belum pernah kunikmati danau toba ini dalam waktu yg lama. misalnya seminggu gitu keliling semua wilayah ini, pengen kali aku hahaha selama ini cuma singgah atw bentar aja, belum pernah menikmati bagaimana naik perahu kecil, mandi air panas di puncak pusuk buhit itu, menginap di Tuk-tuk, makan panggang sepuasnya, naniura hmhmhmhm suatu hari pasti bisa kunikmati Danau Toba ini, sebelum kujelajahi yg lain, harusss.. Amin. makasih tok, what a must read blog,, keep writing..... JBU

    ReplyDelete
  4. Betah dech jalan2 di blog ini, ceritanya bagus n informatif plus foto2nya yang cakepppp.
    Keep posting yach, salam kenal :)

    ReplyDelete
  5. Keren kali, sat..
    Gambar yang kau ambil buat rindu pulang ke kampung mama. hahaha
    Masih ada ternyata perkampungan asli pembuat Ulos. Masih karya tangan.

    Teruskan karyamu anak muda. Pantai Sibolga (kampung halaman) juga perlu diceritakan, sat. hehehehe
    Semangat!!!!

    ReplyDelete
  6. @ Ju : Terima kasih sudah menemani selama perjalanan dan boleh pinjam foto-foto kerenmu :p

    @Bongot : Minimal 3 hari lah Ngot biar enak jalan-jalannya. Puas tuh bisa keliling banyak tempat :)

    @Kevin : Makasih Itoku. Semoga makin terjaga ya indahnya Danau Toba ini. Yuk kesini kita. Hahaha.

    @Ka Debbzie : Hola Kak Debz. Makasih loh sudah mengunjungi blog yang masih cilik ini. Hehehee. Salam kenal juga Kak. Aku suka postingan2 blog mu Kak. Semoga aku bisa sekeren Kakak ya. Hehehe.

    @Bang Chan : Aduhhh. Matur nuhun pisan Kang sudah mampir kadieu yeuh. Hehehee. Ah, lebih bagus punya Bang Chan laaaah :p

    ReplyDelete
  7. Medan destinasi yg belum terwujud *hiks. Banyak banget tempat indah yg bisa dikunjungi disana

    ReplyDelete
  8. https://www.facebook.com/pages/Travel-and-Guide/544195702360373

    ReplyDelete
  9. https://www.facebook.com/pages/Travel-and-Guide/544195702360373

    ReplyDelete
  10. Tabo do memang na gabe seorang traveller on, dengan kamera di tangan, jepret sana-sini, besok"nya jadi kenangan, share di blog kayak gini tabo ma..
    hera jagal na hona panggang na di bahen andalimanna hahhhahah
    salam kenal ito, horas...

    ReplyDelete
  11. dicopy plek di sini http://abeloverajepang.blogspot.com/2014/06/wonderful-indonesia-merasakan-kedamaian.html

    search di google image duluan dia yang muncul

    ReplyDelete
  12. Rental mobil Mulai dari Rp. 350.000
    Klik www.medanstarrentacar.com
    The best rental cars in Medan
    Medan Star Car Rental|Rent Cars,Sewa Mobil Medan
    Medan Star Rent A Car, Jasa Sewa mobil(Rental mobil) di Medan
    http://medanstarrentacar.com/
    HUBUNGI 0852-6283-1660
    0852-9700-0264

    ReplyDelete
  13. danau toba begitu indah, bagus sekali untuk para traveller yang cinta alam, gak perlu keluar negeri, di indonesia juga banyak sekali tempat-tempat yang indah dan bisa membuat kita tercengang akan keindahannya.

    ReplyDelete

Subscribe