Candi Arjuna Dieng. Candi Tertua di Pulau Jawa.

Tuesday, June 11, 2013


Candi Arjuna Dieng

Kalau baca post pertama saya di Kabur ke Di Hyang (Dieng), ini adalah bagian lanjutannya.
Objek wisata pertama yang saya datangi adalah kawasan candi Arjuna, salah satu situs bersejarah di Jawa Tengah. Selain candi Arjuna, ada empat candi lainnya yaitu candi Semar, candi Srikandi, candi Puntadewa dan candi Sembadra. Candi adalah replika tempat tinggal Dewa dengan bentuk meruncing ke atas seperti gunung.

Kawasan candi & pengunjung yang berfoto di candi.

Dibandingkan dengan candi Prambanan atau Borobudur, ukuran candi-candi di kawasan Candi Arjuna ini tergolong kecil. Candi Arjuna sendiri luasnya 6x6 m dan posisinya menghadap ke Barat. Di bagian atas candi ada replika "Kala" mirip seperti barong.  Diduga candi-candi ini adalah candi yang tertua di pulau Jawa karena berusia kurang lebih seribu tahun.


Sewaktu saya berkunjung ke kawasan candi Arjuna ini, langitnya mendung berkabut diiringi hujan rintik-rintik. Udaranya dingin sekali, padahal jam menunjukkan angka 11. Jadi saya bergegas mengenakan jaket dan syal. Maklum, Dieng berada di ketinggian >2000 mdpl, jadi mau pagi atau malam udaranya dingin.

Tiket masuk ke kawasan Candi Arjuna ini Rp 10.000,- per orang. Gak terlalu mahal kan? Hitung-hitung sebagai kontribusi pelestarian benda peninggalan sejarah.

Begitu memasuki kawasan candi arjuna, ada pohon-pohon teduh memayungi jalan setapak. Di bagian kiri dan kanan kita bisa melihat puing-puing candi yang disusun rapi, tetapi hanya berbentuk tumpukan batu, bukan berbentuk candi. Bagian pertama yang kita jumpai adalah rekonstruksi Dharmasala yaitu tempat peristhirahatan para peziarah ketika ada perayaan keagamaan Hindu.



Menurut buku sejarah, komponen utama candi khas Dieng adalah Kudu. Bangunan candi terdiri atas kaki yang melambangkan bhurloka (dunia manusia), tubuh yang melambangkan bhuwarloka (dunia mereka yang disucikan) dan atap yang melambangkan swarloka (dunia para dewa). Masing-masing bagian mempunyai komponen yang umum, seperti pipi tangga, relung, kala-makara, jaladwara, antefik, menara sudut dan kemuncak.




Atraksi apa saja sih yang bisa kita lihat di kawasan Candi Arjuna ini?
Jangan membayangkan sendratari Ramayana di Prambanan ya tetapi atraksi tradisional yang dinamakan Tarian Rampak Yarso Pringgondani. tarian tersebut mengisahkan seorang satria pringgondani menumpas kejahatan yang disimbolkan sebagai raksasa / buta ( dibaca : buto ). Tarian ini memiliki makna khusus bagi masyarakat Dieng. Katanya sih sebagai perlambang rasa kebersamaan, kesetia-kawanan yang didasari rasa peduli, saling tolong menolong demi tercapainya kehidupan yang damai, selamat dan penuh berkah.


Kita bisa berfoto bersama para penari dengan membayar 5000 rupiah tetapi fotonya pakai kamera sendiri. Sepertinya jasa foto cetak langsung jadi sudah gulung tikar, sampai label harganya aja ditutup pakai lakban hitam. Hehehe.




Selain itu ada "atraksi" lainnya. Sepertinya serial TV Telettubies sudah tidak tayang di TV karena mereka punya pekerjaan lain, yaitu jadi penghibur di Candi Arjuna. Enggak percaya? Lihat aja foto dibawah ini. Mau foto dengan pose apapun mereka bisa kok. Hahaha.





Jadi, kalau ke Dieng, jangan lupa mengunjungi kawasan bersejarah ini ya. Setelah mengunjungi candi ini, tujuan selanjutnya adalah Museum Kaliasa Dieng. Biar bisa belajar lebih tentang sejarah Dieng dan candi-candi nya. Tunggu cerita berikutnya ya :)

Selamat menikmati Indonesia :)
























You Might Also Like

0 comments

Subscribe