Kalau bepergian ke tempat yang temperaturnya rendah, pasti pengennya makan atau minum yang hangat-hangat. Iya kan? Kayak sup, wedang ronde, jahe hangat dll.

Kalau di Dieng enaknya makan apa ya? Saya bagi sedikit ya cerita tentang makanan enak di Dieng.

Rumah makan yang saya rekomendasikan di Dieng adalah Restoran Bu Djono & Warung Mbak Mien. Resto Bu Djono nya di dalam Bu Djono Homestay. Homestay ini sangat terkenal di Dieng karena harga nya murah banget ( cuma 80.000 per malam ) dan masakan resto nya enak-enak. Banyak pelancong mancanegara khususnya backpacker yang memilih untuk menginap disini. Jangan lupa kenalan sama Mas Dwi, pengurus homestay Bu Djono ini, orangnya ramah & baik hati. ;)

Di Dieng tidak terdapat banyak pilihan tempat makan. Ada beberapa warung makan kecil / warteg di tepi jalan tetapi gak punya price list. Dari cerita penduduk, ternyata warung2 kecil itu ada yang suka menaikkan harga sembarangan. Kasihan banyak wisatawan yang tertipu, apalagi wisatawan yang kelihatan berduit. Jadi, hati-hati aja kalau makan di warung yang gak punya daftar harga ya.

Rumah Makan Bu Djono
Warung Makan Mbak Mien

Menu favorit saya di Bu Djono adalah Ayam Bakar. Porsi Ayam nya besar banget. Sambal nya apa lagi. Wuihh.... maknyus. Sup jamur juga menjadi menu andalan Bu Djono. Apalagi untuk disantap saat makan malam. Hangat dan enak di perut. Harga porsi ayam nya cuma Rp. 15.000,- sudah komplit pakai nasi. Wuih top deh.

Ayam Bakar Bu Djono. Gede banget yah?

Kalau restoran Mbak Mien ini terkenal sama Nasi Goreng Jamur nya. Enak banget. Enggak perlu pakai banyak kecap atau cabai biar terlihat "goreng", rasa nasi goreng nya pas. Enaknya sih nyobain makanan Mbak Mien itu pagi-pagi sewaktu sarapan. Harga nasi goreng nya Rp. 12.000,- per porsi. Jangan lupa makan nasi goreng nya dicampur Kripik Jamur khas Dieng. Nambah selera makan dan cocok jadi oleh-oleh :)

Sarapan nasi goreng jamur di Mbak Mien. Nyammm.

Kalau ke Dieng pastikan jangan sampai ketinggalan untuk nyobain Purwaceng. Purwaceng ( Pimpinella pruatjan) adalah tanaman yang terkenal dengan khasiatnya untuk meningkatkan stamina pria. Biasanya diolah jadi bubuk purwaceng, kopi purwaceng dan susu purwaceng. Mirip jamu, tapi enak juga sih, agak pedas di mulut tetapi hangat di perut dan rasanya gak pahit. Purwaceng dikenal sebagai viagra tradisional. Banyak orang khususnya pria yang mencari purwaceng ini. Purwaceng agak susah didapat, tapi beda cerita kalau di Dieng, di setiap sudut ada. Katanya sih, tanaman Purwaceng ini pertama kali ditemukan di Swiss. Wuih. Hmmm tapi pas saya yang minum, kok saya tidak merasa bergairah ya? #eh

Kopi Purwaceng biar "GREEENG"

Nah, itu dia rekomendasi tempat makan yang enak di Dieng. Sudah coba beberapa tempat makan yang lain, tapi yang paling direkomendasiin sih yang ini. Enak di perut, enak di kantong. Semoga info nya bermanfaat untuk yang mau berlibur ke Dieng ya. ;)







Ternyata dunia kerja itu tidak seindah zaman masih mahasiswa. 
Waktu mahasiswa, mau kabur dari kelas gampang-gampang aja, paling titip absen.
Sekarang mau kabur dari kantor satu hari aja kok rasanya susah bener.

Bulan Maret lalu tepatnya tanggal 29 adalah hari peringatan Jumat Agung, yang artinya???? Jumat libur!
GOLDEN WEEKEND!!!

Jadilah dari hari Senin udah rencanain pengen kabur ke suatu tempat yang jauh dari hiruk-pikuk Jakarta.
Pengen naik gunung, tapi udah gak pernah jogging beberapa bulan. Yang ada nanti pas mendaki napas ngos-ngosan, pulang badan pegel-pegel. Tapi lagi pengen banget pergi ke pegunungan yang sejuk. Puncak, Bogor? Aduh ampun enggak deh. Sama aja pegel karena bermacet-macetan ria.

Kemana ya?

Akhirnya tanya sama Mbah Google yang paling jitu. Keluarlah DIENG yang lokasinya di Jawa Tengah.
Pernah denger sih, tapi belum pernah kesana. Mulai cari blog yang sudah pernah ke Dieng dan ternyata banyak sekali.Tapi perjalanan kesana juga cukup jauh. Jakarta - Wonosobo / Jakarta - Banjarnegara.  Setelah dipikir-pikir lagi dan lihat-lihat foto Dieng, kayaknya tempatnya keren dan pas buat relaksasi, jadilah saya menyusun itinerary ke Dieng. Here we go!!

Kamis, 28 Maret
17.00 : Berangkat dari terminal Lebak Bulus naik Bus Malino Putra. Harga tiketnya Rp 85.000. 
Pada akhirnya saya menyesal memilih bus ini. Kalau di website bus Malino Putra ini kayaknya bus nya mewah banget. Ternyata...... bus tua seat 2-3 yang AC nya sudah rusak, toilet nya jorok, bangku nya udah bolong-bolong. Ampun Gusti. Ketika Bus berangkat dari terminal Lebak Bulus, mukaku aseeem banget setelah tahu ada bus Pahala Kencana tujuan Wonosobo juga seat 2-2, ada bantal & selimut nya, dapat kopi & teh sepanjang perjalanan, toiletnya bersih dan bangkunya empuk. Harga tiket Pahala Kencana 140.000, cuma beda 55.000 dgn bus Malino. Kekesalan semakin menjadi ketika sepanjang jalan keluar dari Jakarta macetnya minta ampun dan bus nya benar-benar tidak nyaman. Seharusnya perjalanan Jakarta - Wonosobo itu 10-12 jam. Karena long weekend, perjalanan saya ke Wonosobo memakan waktu 18 jam. Syukur perginya bareng Pacar, jadi (sedikit) nyaman. Tengah malam kita sempat berhenti di Indramayu untuk makan, dapat voucher makan dari Bus Malino.

Jumat, 29 Maret
09.30 : Perjalanan yang melelahkan dan sangat tidak nyaman di bus Malino Putra membuat saya & pacar tiba di Wonosobo dengan muka kucel, baju basah keringetan. Diingetin lagi sama pacar kalau ke Dieng kan mau isthirahat, jadi capek di jalan gak jadi masalah.

Kita turun di persimpangan jalan Wonosobo & Dieng. Setelah turun kami sempat beristhirahat di warung soto, cuci muka dan charge HP sembari bertanya bagaimana melanjutkan perjalanan menuju Dieng.

Ternyata dari simpang itu kita akan naik angkot kuning menuju alun-alun Wonosobo, kemudian dilanjutkan dengan naik mikro bus ke Dieng nya. 

Ongkos Angkot : Rp 2500,-
Ongkos Mikrobus : Rp 10000,-

Angkot Kuning ke Alun-alun & Mikrobus Wonosobo - Dieng

Sinyal yang aktif di Dieng itu : Telkomsel (pastinya), XL & Indosat. Diluar itu sinyalnya "kiyep-kiyep" bahkan mati. Gadget saya selain Telkomsel ada Smartfren & Axis. Dua-duanya tidak bisa dipakai karena tidak ada sinyal. Setelah dipikir-pikir keren juga ya, pas sama tema liburan saya = KABUR. Yang artinya saya tidak ingin ada yang menghubungi weekend ini, kabur sejenak dari rutinitas. 

Memasuki Dieng, udara sudah mulai menusuk. Jangan lupa bawa jaket tebal, syal, sarung tangan, kupluk, kaos kaki. Beneran, siang hari aja dinginnya nusuk. Tapi rasanya segar, jauh banget sama Jakarta. Aku hirup-hirup udara yang banyak. Kesal saat perjalanan tadi sudah hilang. Yang ada di pikiran saya adalah BERSENANG-SENANG :)

Selamat datang di Dieng Plateau / Plato Dieng 

Dataran Tinggi Dieng. Mata jadi sejuk.


Untuk penginapan, dari awal sudah browsing penginapan yang nyaaamaaaannn dan ada penginapan bernama Dieng Pass Homestay. Check this out!


Dieng Pass Homestay ini ada di sebelah kanan jalan jika kita datang dari arah Wonosobo.


DIENG PASS HOMESTAY
Jl. Raya Dieng Km. 01, Dieng Plateau, Wonosobo
Phone:
+62 85291250250
+62 85743461555
Harga kamar / malam:
Weekdays : Rp. 150.000 (TV, double bed, kamar mandi dalam air panas)
Weekend : Rp. 250.000 (TV, double bed, kamar mandi dalam, air panas)
Extra bed: Rp. 50.000

Kamar Dieng Pass Homestay. Luas, bersih dan wangi.
Nama pemilik Dieng Pass Homestay itu Pak Agus & Mbak Resi. Pasutri muda yg sudah bertahun-tahun mengurus Dieng Pass Homestay. Lokasi nya ada di tepi jalan sebelah kanan kalau kita datang dari arah Wonosobo, di pertigaan Bu Djono. Tinggal tanya aja ke kenek Mikrobus. 
Pas lihat kamar Dieng Pass langsung senang karena luas, bersih dan wangi. Kamarnya bisa ditempati maksimal 4 orang. Buat keluarga juga cocok, kan ada extra bed nya :)

Penginapan lain di Dieng :
1. DIENG PLATEAU HOMESTAY
2. HOTEL & RESTAURANT BU JONO
3. BOUGENVIL HOMESTAY
4. PONDOK WISATA LESTARI
5. HOTEL GUNUNG MAS
6. HOMESTAY NEPHENTES
7. HOMESTAY DAHLIA
Semua lokasi homestay ini berdekatan. Jadi tinggal tanya pada penduduk setempat nama-nama penginapan ini. Mereka pasti tahu :)

Objek Wisata yang bisa dikunjungi :
1. Kawah : Candradimuka, Sibanteng, Siglagah, Sikindang, Sikidang, Sileri, Sinila, Timbang
2. Gunung : Gunung Prahu, Gunung Pakuwaja, Gunung Sikunir
3. Telaga : Telaga Warna, Telaga Cebong, Telaga Merdada, Telaga Pengilon, Telaga Dringo, Telaga Nila
4. Candi : Kompleks Candi Arjuna, Candi Bima, Candi Dwarawati

Nanti akan saya ceritakan objek wisata yang saya kunjungi yah. Just wait for the next story ;)

Hitung-Hitung Biaya Perjalanan Pergi :

Bus Lebak Bulus (Jakarta) - Wonosobo : 85.000
Naik Angkot dari Simpang Wonosobo ke Pasar  : 2.500
Mikrobus dari Pasar ke Dieng : 10.000
Penginapan 3 Hari 3 Malam di Dieng Pass Homestay : 550.000
Makan : Bisa 10.000 - 15.000 sekali makan. Tempat makanan yang enak di Dieng bisa dibaca di sini


Setelah beristhirahat cukup, kami melanjutkan perjalanan untuk mengeksplorasi Dieng. Di bawah ini cerita-cerita lanjutannya. Silahkan dibaca ;)