Aku dan Juju kebetulan lagi di Bandung dan nemuin tempat yang cantik banget buat menikmati kerlap-kerlip lampu kota Bandung. Ayo tebak foto yang diatas itu dimana? Hehehehe :p

Tempatnya gampang dicapai kok. Bisa naik mobil atau sepeda motor. Cara kesananya adalah lewat jalan Padasuka Bandung (Saung Angklung Mang Udjo) terus ikutin aja jalannya keatas kira-kira 20 menit. Di puncak bukit ada restoran yang cukup berkelas namanya Restoran Caringin Tilu. Karena aku dan Juju kesananya tengah malam dan restorannya sudah tutup, kami naik lagi sekitar 50 meter yang terdapat banyak pondok kopi. Asyik banget buat ngobrol-ngobrol, minum bandrek, makan indomie rawit. Asal jangan lupa bawa jaket ya. Dingin bener. Hehehe. :)
Kalau kita bepergian kemana-mana, lumrah banget kita cari tempat yang menjual souvenir khas daerah itu.
Berhubung di Nias tidak ada oleh-oleh makanan khas nya, aku dan Juju Gorilla menemukan toko souvenir yang unik dan gak ada duanya di Nias. Nama kiosnya Bu'ulolo Gallery. Lokasinya di jalan raya Pantai Sorake di Teluk Dalam. Kiosnya kecil dan sederhana, tapi pajangan hasil-hasil kerajinan Ama ini menjadi magnet buat wisatawan untuk menoleh ke kios souvenir ini.

Ama Bu'ulolo ini merupakan keturunan Raja asli dari desa Hilinawalo Fau. Beliau lah yang menunjukkan jalan ke Hilinawalo Fau ke aku dan Juju Gorilla. Karena kita sudah hidup di Negara Republik, kedudukan Raja tidaklah berpengaruh lagi alias sudah lewat masa kejayaannya. Oleh karena itu Ama menyalurkan kreatifitasnya dengan membuat kerajinan tangan yang WOW (harus bilang Wow sambil koprol :p)

Kerajinan di Bu'ulolo Gallery ini benar-benar berasal dari alam tanpa merusak alamnya. Ama suka berkeliling di tepi pantai untuk memungut kerang-kerang yang sudah rusak lalu disulap menjadi kerajinan tangan yang keren. Kayak Recycle gitu. Aku dapat gelang dari akar bahar dan kerang yang bagus sekali dan unik. Sayangnya hanya sedikit gelangngya dan aku borong semua deh. Hehehe.

Jadi buat teman-teman yang mau ngunjungin Nias, jangan lupa buat beli souvenir disini ya. Walaupun jenis kerajinannya mirip, gak ada barang yang sama. Siapa sih yang ga mau punya barang yang original? Hehehe :D Gausah takut dengan harganya. Ama benar-benar orang yang baik dan tidak suka menipu wisatawan. Harganya sangat bersahabat mulai dari 2000 perak sampai jutaan juga ada. Tinggal pilih mana yang suka ;)

Tips : Lebih baik beli souvenir disini dibandingkan harus beli di Gunung Sitoli. Aku dan Juju Gorilla punya pengalaman buruk ketika sedang berkeliling mencari oleh-oleh di Gunung Sitoli. Banyak yang suka nipu wisatawan.


Nih aku posting foto-foto kerajinan Ama Buulolo yang keren-keren. Ya'ahowu!!!

Mirip Unicorn tapi dari kerang. Uber cool~


Ini dia bahan-bahan mentah kerajinan Ama Bu'ulolo. Kerang-kerang yang sudah rusak.


Patung Raja yang keren dan berat ini harganya Rp. 2.500.000,- Wow (tapi beneran berat, udah nyoba ngangkat)


Patung ini detail banget sampai ke "anu" nya :p Tapi memang inilah tampilan Raja Nias zaman dahulu




Keren-keren dan colourful yaaaa :D


Patung Tuhan Yesus ini dibuat dari karang mati, dipahat dan diberi sedikit warna oleh Ama


Kipas nya dilukis langsung oleh Ama. Itu adalah lukisan mahkota wanita Nias.


Itu dia Ama Bu'ulolo :)




Say Hello to Ama Bu'ulolo :D









Amazing Nautillus~







 

Aah, bagus-bagus sekali. Coba kalau punya banyak uang pasti aku borong. Hehehehe :p




Ini dia Fondruru atau aksesoris telinga/anting-anting. Cuma pas mau pake gabisa karena telingaku gabisa pake imitasi. -____-


Itu gelang-gelang dari Akar Bahar dan kerang yang aku dapat beli. Cuma segitu doang. Maap ya teman-teman gak kebagian. (y)