Tuesday, May 15, 2012

Cinta Mbah Munayya & Mudi, si Penjaga Pulau Geleang, Karimun Jawa

Tuesday, May 15, 2012 4 Comments

Cinta..

Cinta itu bukan hanya milik saya. Cinta itu milik semua , tua muda, miskin dan kaya.Cinta tak hanya antara dua manusia yang akan menghasilkan manusia lainnya tetapi bisa  cinta kepada hewan, tumbuhan bahkan benda tak bernyawa. Cinta itu memang ada dimana-mana….(S.W)

Ini adalah kisah cinta seorang nenek yang menjadi penjaga pulau selama bertahun-tahun. Namanya Mbah Munayya. Beliau hidup di Pulau Geleang di Kepulauan Karimun Jawa. Usianya sudah 60 tahun. Karimun Jawa terdiri dari 22 pulau dan pulau Geleang adalah Pulau yang tidak berpenghuni . Pulau ini tidak memiliki aliran listrik dari PLN. Mereka diberikan sumbangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Sayangnya pulau ini sudah dimiliki oleh orang lain, bukan lagi kepemilikan oleh pemerintah.

Pulau Geleang bisa ditempuh dari pulau Karimun dengan kapal nelayan dengan waktu setengah jam. Pulau ini berpasir putih dan bersih.Tiap pagi mbah Munayya dan anaknya mas Mudi pasti membersihkan sampah-sampah yang terdampar di pantai dan  sampah-sampah yang dibawa oleh wisatawan. Sampah itu kata mbah kemudian dibakar hingga tak bersisa. Oleh karena mereka, pantai pulau ini selalu terawat dan terjaga kebersihannya.

Rumah Mbah kecil, terbuat dari tripleks dan daun kelapa. Alat elektronik yang dimiliki mbah hanyalah sebuah radio kecil yang bisa menghibur mbah dan anaknya ketika sedang tidak ada wisatawan yang berkunjung ke Pulau Geleang. Tak ada TV, Kulkas, PS dan alat elektronik lainnya yang biasanya ada di rumah kita. Tapi mbah tidak pernah mengeluh, mbah tetap sabar dan selalu bersyukur pada Gusti Allah karena selalu memberikan rejeki untuk dinikmati setiap harinya.

Setiap kapal wisata yang sandar di Pulau Geleang wajib membayar Rp. 30.000,- untuk biaya kebersihan. Mbah juga membuka warung kecil yang menyediakan teh, kopi dan nasi. Memang kebanyakan wisatawan yang datang ke Geleang saat makan siang sehingga cukup membuat Mbah Munayya mendapatkan penghasilan tambahan dari para wisatawan tadi. Tetapi wisatawan yang datang ke Karimun juga musiman. Tidak setiap hari ada wisatawan yang datang ke Geleang. Akhir pekan adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh Mbah dan anaknya karena akan banyak orang yangdatang dan mbah bisa ngobrol dengan para pemandu wisata maupun wisatawan.

Tapi ada alasan lain mbah memilih untuk menjadi penjaga pulau ini selain untuk mendapatkan penghasilan. Mbah mengasuh seorang anak yang sakit mental. Anak laki-laki ini sudah sakit mental dari lahir namun sangat disayang oleh Mbah Munayya. Namanya mas Mudi. Mas Mudi kini sudah berusia 25 tahun dan masih suka tersenyum-senyum sendiri, suka bertingkah layaknya bocah lelaki umur 10 tahun. Tetapi raut mukanya selalu ceria, tidak pernah memikirkan ruwetnya dunia, mikirin politik, mikirin gossip dll. Enak yaaa hidupnya~ Bahkan Mas Mudi disayang oleh para pemandu-pemandu wisata lokal dan sering dibawakan pakaian dan makanan. Mas Mudi juga ramah kepada wisatawan. Dia tdak pernah mengganggu wisatawan sama sekali. Sekilas memang Mas Mudi terlihat normal layaknya lelaki dewasa lainnya.

Setelah aku dan teman-temanku asik makan siang dengan Ikan bakar yang baru kami tangkap di laut, kami bersantai di teras rumah mbah. Mbah Munayya bercerita tentang sejarah kehidupannya dan berkata dengan lirihnya betapa dia menyayangi mas Mudi walaupun Mas Mudi tidak berasal dari rahimnya sendiri. Loh?? Ternyata mas Mudi adalah anak tiri Mbah Munayya. Mbah membawa mas Mudi ke Geleang karena jika dilepas di Karimun yang merupakan pusat kota Karimun Jawa, mas Mudi akan sangat susah dikontrol, suka bepergian sendiri entah dimana dan sangat susah dihubungi karena dia tidak mengerti bagaimana menggunakan handphone. Hmmm, gawat juga.

“Ya gitu Mba’e, kalau Mudi dilepas perasaan mbah ndak tenang. Takut kalau nanti hilang. Kalau disini, (Geleang-red) Mudi ya ndak bakal bisa kabur kemana-mana toh?” Itu kata mbah Munayya waktu kita Tanya alasan mbah membawa mas Mudi hidup di Geleang.  

Mas Mudi sering juga diajak beberapa orang baik hati yang mau mengajak mas Mudi kerja di tempat lain, tetapi mas Mudi pasti dengan pintarnya menjawab “Ndak bisa, aku disini jaga Ibu. Nanti kalau aku pergi, Ibunya nangis”. Lalu mbah hanya bisa tersenyum-senyum sendiri mengingat perkataan mas Mudi itu.

Saya pun bertanya kepada Mbah apakah tidak bosan tinggal hanya berdua mas Mudi di Geleang. Mbah dengan tersenyum menjawab, “Kadang-kadang ya bosan, sepi, tapi ini demi kebaikan Mas Mudi”. Mbah lalu melanjutkan, “Memang terkadang mas Mudi nya ngambek, pengen jajan warung katanya, terus mbah masakin indomie sama telor pasti diem dan langsung bilang “Mak pinter deh, Mudi sangat sayang Emak” dan Mbah pasti langsung luluh dengan keluguan Mudi begitu”. Mendengar perkataan mbah aku langsung berkaca-kaca, tak kuat menahan luapan rasa haru atas rasa sayang Mbah Munayya ke Mas Mudi serta sebaliknya . 

Terpikir juga olehku, apakah aku seperti mas Mudi, yang masih sering mengatakan kalau aku sayang pada mamaku dan masih sempat berterima kasih atas hal-hal kecil. :’((

Sekalipun mbah bersyukur bisa hidup sehat berdua bersama mas Mudi, ada yang menjadi beban pikiran mbah. Tiap malam, mas Mudi pasti maunya dikelonin (dinina boboin) sama mbah dan mbah selalu berkata ke mbah Mudi “Ibu udah tua le’, kalau Ibu mati kamu ikut siapa nanti ya?Bapak ndak ada, Ibu ndak ada” . Lalu mas Mudi menjawab dengan lugunya “Memang mati itu apa bu? Ibu mau kemana? Ibu pasti bakal sama Mudi terus kan?”. Mas Mudi, keluguanmu membuka mataku akan keberanianmu menghadapi apapun. Memang kita tak perlu mengetahui terlalu banyak hal di dunia ini karena hanya akan membuat kita takut dan memikirkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi dalam hidup kita. Biarkan saja hidup ini mengalir apa adanya. Let it flow~

Lalu aku kembali bertanya apakah Mas Mudi mau menikah dan berkeluarga saja, sehingga Mbah tidak memiliki beban pikiran apa-apa lagi. Dengan lirihnya mbah menjawab “Kalau menikah, Mudi pasti mau. Tapi apa ada yang mau sama Mudi dengan penyakitnya seperti ini. Kalau kerja Mudi itu kuat,bisa cari uang, tapi ndak ada perempuan yang mau toh?” Aku pun terdiam.
Mbah Munayya senang sekali jika ada yang berkunjung dan mengajak mbah ngobrol. “Mbah seneng mbak Winnie, Leni, Hellen, Ina ada disini bisa nemenin mbah ngobrol. Rasanya masih ada yang peduli sama mbah”. Kami berempat pun langsung terharu :’)

 Mbah Munayya, betapa mulianya hatimu sebagai seorang Ibu Tiri. Aku juga memiliki keluarga tiri tapi tidak pernah akur dan tidak pernah merasa dicintai Bapak Tiri seperti Mbah Munayya sayang ke anak tirinya, Mas Mudi.  Tuhan pasti mendengar setiap doa yang dipanjatkan Mbah untuk kesehatan dan keselamatan serta kebahagiaan Mas Mudi. Menyimak Mbah bercerita benar-benar membuatku merasa bersyukur bahwa aku dilahirkan normal dan sehat dan inginnya membahagiakan mamaku :’)

Kalimat terakhir dari Mbah yang akan selalu aku pegang, “Ingat nduk, Gusti Allah maha mendengar dan maha penyayang. Tak  selamanya kita jadi orang malang, kalau sering bersyukur pasti hidup kita senang”.

Tidak terasa waktu sudah habis, kami dipanggil oleh Mbah Kapal karena kami akan pulang ke Karimun.


Mbah Munayya dan Mas Mudi baik-baik yaaa. Sampai jumpa lagi :’)
Semoga kita berjumpa lagi di Pulau Geleang :')

Mbah Munayya :) Ibu berhati mulia :)



Mas Mudi, yang sedikit mengalami kelainan mental. Tapi orangnya ceria sekali :D


Ini rumah sederhana mbah Munayya. Gubuk kecil dengan Radio andalannya  :')


We love you Mbah Munayya :* :* :*


Friday, May 11, 2012

Underwater Karimun Jawa ;)

Friday, May 11, 2012 1 Comments
Yoohhoooo!!!
Time to post my newest photo from my journey in Karimun Jawa Islands. :D
Enjoy it!
Ooops, don't forget to visit! ;)

Locations :
1. Menjangan Kecil, Karimun Jawa Islands
2. Cemoro Kecil, Karimun Jawa Islands
3. Gosong, Karimun Jawa Islands
4. Tanjung Gelam, Karimun Jawa Islands

All of those place can reach by the boat. :)

"Karimun Jawa, the real Sea World"


Talking With Turtle :D


Hey Turtle, Lets's Dance Together :D



Go Swim, Go......



Down, go Down Side dear Turtle ;)



Corals and Fish. Perfect!



Feeding Fish. They were hungry. Hehehe. 


Hello! ;)


"Fish : Oh, i'm gonna have a photo shoot. See my lips"


Aren't they beautiful? (The Corals)


Fish, Coral, Friends :D


UUUU I wanna see u.


Rock Swim Style. Hehehe. Or Whale?



Grraaaahhh!! I'm a Sea Monster!

  

Aah, They're stunningly beautiful :*


Hey Beautiful Corals :*


Watch This! Coraallllssss :*

Swim Swim Swim



See you :D


Tuesday, May 1, 2012

Trekking Mangrove in Karimun Jawa Islands :D

Tuesday, May 01, 2012 2 Comments
Yihaaa, bangun dengan udara yang segar, masih ga percaya ini udah di Karimun Jawa. Hehehhe.
Kamar diketok terus muncul mas Nur yang ngajakin ke TREKKING MANGROVE. Ada yang tahu itu tempat apa? Hehehehe. Jadi Trekking Mangrove itu adalah hutan mangrove (bakau) yang dipelihara sama Balai Taman Nasional Karimun Jawa. Proyeknya rampung 2011 kemarin, tapi sampai sekarang belum diresmikan. Di tempat ini wisatawan bisa berjalan(trekking) diatas jalanan kayu sejauh 1,3 km. Ada beberapa shelter untuk isthirahat, jadi bisa belajar tentang bakau sambil tetap menikmati keindahannya :D Karena kawasan ini belum diresmikanoleh TNKJ, sampai detik inibelum ada biaya masuk untuk wisatawan.

Untuk menuju tempat ini, kita harus naik motor/mobil dari Pulau Karimun. Letak tempatnya ada di Pulau kemujan, pulau terbesar kedua di Kep. Karimun Jawa. Tapi tenang saja, walaupun berbeda pulau, kita bisa menyeberang lewat jalur darat karena ada jembatannya :) Dari karimun waktu yang diperlukan kurang lebih 45 menit. Tapi gak bakal kerasa karena pemandangannya bagus, jalanannya juga kerikil + pasir + aspal, jadi agak gruduk gruduk jalannya, but still fine. :)

Catatan :

1. Jangan lupa pakai repellent (obat nyamuk) sebelum memasuki kawasan trekking mangrove. Nyamuknya banyak dan lumayan ganas.
2. Bawa makanan / minuman ringan untuk bersantai sambil isthirahat di shelter F (dekat laut)
3. Jangan buang sampah di sekitar kawasan trekking mangrove. Sampahnya masukin ke tas aja ya terus bawa pulang.
4. Jangan lari-lari di kawasan trekking Mangrove. 
5. Mending HP nya dimatiin aja, gak ada sinyal. hehehehe. :D



Karena posisi saya lagi magang di Taman Nasional Karimun Jawa (TNKJ), jadilah saya menghabiskan 3 jam untuk berjalan dan mempelajari jenis-jenis bakau. Puyeng sendiri. Bentukannya hampir sama semua, cuma bisa bedain dari pucuk daunnya, akarnya, bentuk batangnya, jadi harus teliti bener. Mana yang disuruh hapalin adalah nama latin tanaman-tanaman tersebut. Ya lumayan lah belajar  biologi lagi kayak SMA :D

Sayangnya, tempat yang sebagus ini malah sering dijadikan tempat "mojok" gratis buat muda/i sekitar. -__- (ga elit banget pacaran di tempat gelap). Waktu saya datang kesana, kebetulan menemukan jendela pondok yang baru rusak dibobol orang. Ckckckck.

Selama di Karimun Jawa, udah dua kali ngunjungin tempat ini dan selalu jatuh cinta. Benar-benar jauh dari riuh celotehan orang. Cuma bisa dengar suara serangga hutan bakau. hehehehe :')
Tapiiiii, yang paling keren adalah ketika mau memasuki shelter F yang letaknya paling pojok dan di tepi laut, pemandangannya benar-benar WOW!
Jadi bisa melihat bukit gajah dari kejauhan. FYI, di Karimun Jawa ada dua bukit yang bisa didaki, namanya Bukit Maming (Bukit Tengkorak) dan Bukit Gajah.
Jadi Trekking Mangrove ini adalah tempat yang reccomended kalau mengunjungi Karimun Jawa. Jadi jangan cuma ngunjungi lautnya aja, di daratnya juga banyak kok yang bisa dieksplor ;)

Sedih loh lihat papannya dirusak begini :'(
Seharusnya tulisannya "Selamat Datang, Tracking Mangrove, Taman Nasional Karimun Jawa



Ini suasana di dalam Trekking Mangrove-nya. :D



Seems u enter the other side of this world :D


Jalanannya rapi dan terbuat dari kayu yang berkualitas bagus :D



Pemandangan yang biasa tentunya, Rhizophora alias Bakau :D

Ini shelter F nya, Shelter paling ujung di dekat laut. Senang lihat laut dan burung-burung  berterbangan :D


Ini pemandangan dari shelter F. :) Bukit dibelakang itu namanya bukit Maming :)



Yuk Ditebak ini jenis bakau apa aja. Ini semua bakau yang berbeda loh. hehehehe :D

Selamat menikmati Trekking Mangrove di P. Kemujan, Karimun Jawa. ENJOY! :D






Karimun Jawa Islands. First Time, Hello :)

Tuesday, May 01, 2012 4 Comments
Saya tiba di Jepara dari Semarang itu pukul 09.30 pagi, langsung menuju ke loket Bahari Express buat ambil tiket yang udah direservasi beberapa hari sebelumnya *harus cepat-cepat, tiketnya terbatas*. Tiket di tangan, kita berangkat ke Pelabuhan Kartini, Jepara, yuk cusss....

Ternyata pelabuhannya gak terlalu jauh, jadi 10 menit udah sampai. :D Banyak orang-orang yang membawa peralatan snorkeling, ada yang bawa koper, ada juga yg bawa backpacker. Dalam hati udah mikir, ini orang-orang pasti mau ke Karimun Jawa (ya mau kemana lagi? Emang satu2nya tujuan ya Karimun Jawa :p). Senang bisa ke Karimun Jawa, tapi sedih juga karena cuma pergi sendiri, sedangkan yang lain ditemani orang tua, pacar, sahabat dll. But, it's okay. :) Travelling alone doesn't mean lonely, because you'll meet million people ou'there - (Anonim)

Karena di tiket tertera berangkat pukul 10.30, tepat jam segitu mesin kapal dihidupkan. Bahari Express ini kapal yang reccomended buat pergi ke Karimun Jawa. Selain cepat, kapalnya bersih, awaknya ramah-ramah dan harganya juga terjangkau. Untuk kelas bisnis Rp. 69.000,- dan VIP Rp. 84.000,-. Bisa juga naik kapal Ferry Muria yg lebih murah, ekonomi Rp.30.000,- dan VIP Rp.77.000,-. Perbedaannya cuma di waktu tempuh dan jadwal keberangkatan aja. BE (Bahari Express) cuma 2 jam, sedangkan KFM (Kapal Ferry Muria) memakan waktu 6 jam. 

*duduk manis, celingak-celinguk*, kapal cukup sepi hari ini, ya karena hari selasa tidak terlalu banyak wisatawan yang menuju Karimun. Yowis, langsung cek HP, kabarin mama dan pacar jg teman kalau udah mau berangkat. Berangcuttt....

Selama di perjalanan, kenalan sama awak-awak kapal yang udah bapak bapak semua -___- (tp ga hapal semua namanya). Ada pak Edo, pak Sagala terussss..... auk ah lupa. Hehehehhe. Tapi mereka baik-baik semua. Selama di perjalanan, saya diajakin ngobrollllllll terus ga berenti-berenti, tp lumayan karena ditraktir makan sama mereka. Terima kasihhhh :D Tapi setelah 1 jam ngobrol, saya ngantuk, ketiduran zzzzzzzzzzz....

*toeeeettt,toeettttt,tooeeettt* bunyi 3 kali sirene kapalnya, lihat keluar jendela, eh udah ada di dermaga lagi. Wohooooo Karimun, i'm arrived :D Langsung keluar dari kapal dan planga-plongo lihat air laut yang tosca bening. *uuuhhhhh gasabar mau berenaaangggg* tapi panasnya Karimun mengurungkan niat, tar aja deh pas sore-sore adem. 

Oh iya, ngapain sih saya ke Karimun? hehe. Jadi ke Karimun ini mau On The Job Training di Karimun Jawa National Park. Karena saya jurusan Pariwisata, jadi ngambil magangnya di taman nasional aja. Karena saya lebih "alam". Gabisa tuh yang praktek kerja di kantor-kantor. Ga betah, geraahhh -__-
Jadi akan tinggal di Kepulauan ini selama 2 bulan. Yukk mariiii jadi orang Karimun dulu yaaa :D

Selama 2 bulan saya tinggal di Mess Balai Taman Nasional Karimun Jawa di daerah Kapuran. Planga-plongo nanyain masyarakat sekitar lokasinya dimana, akhirnya dikasitahu tempatnya dan langsung menuju kesana. Bawaan saya waktu itu carrier Deuter 45+10 L plus Daypack Biru kecil. Panas-panas gendong carrier, jalanan nanjak, lumayan juga. Syukur tempatnya ga jauh. Fyuuhh~

Sesampai di Mess, kosong. -____- Gak ada orang sama sekali. Yowis, duduk aja di teras nungguin. Teleponan dulu sama mama. Eh tiba-tiba ada orang keluar, sip deh. Kenalan, namanya mas Muhammad Nur Cahyadi, tapi dia Katolik. Jangan ditanya kenapa, panjang ceritanya. Hehehe. Akhirnya dia mengajak masuk, terus ya perkenalan ala kadarnya lah ya. Hehehe. Dijelasin tentang Karimun Jawa ini itu ini itu. Dari cerita-cerita nya tentang Karimun Jawa, saya makin greget, ga sabaraaaannn :D Terus mas Nur nya nanya "Kamu ada rencana apa sore ini? Sore ini mau saya ajak lihat sunset di Ujung Gelam??" . Ya saya jawa "Mauuuuuu mau banget banget banget" Wah, ini bakal jadi Sunset pertama di Karimun Jawa. Yoohoooo :D

Sorenya langsung ke Ujung Gelam. Sudah sampai di pantainya sekitar pukul 17.15. Yah nunggu 45 menitan lagi lah. Tapi ternyata ga dapet sunsetnya. :'( Awannya terlalu tebal jadi ga ada mataharinya. Yowis, masih ada 2 bulan lagi untuk mengejar sunset indah di Karimun . Semangat satsat!!! :D

Let's explore Karimun Jawaaaaaa......

Welcome to Karimun Jawa :D 

Pelabuhan Wisata Karimun Jawa ;)




Suka sekali dengan papan sambutan di Karimun Jawa ini :)


Sunset hari pertama yang gagal :'(

Follow Us @satyawinnie