Friday, November 4, 2011

SAIL BANDA 2010 Part 2 (Makassar)

Friday, November 04, 2011 3 Comments

Setelah kurang lebih 3 hari berlayar dengan KRI MKS590, tibalah kami di kota Makassar. Disana, kami disambut baik oleh pemerintah setempat. Setelah apel pagi (apel pagi selalu jam 7 pagi, disiplin sekali)  kami berbaris di depan kapal untuk selanjutnya masuk dengan teratur ke dalam bus untuk pergi ke situs sejarah dan kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Walaupun hujan rintik-rintik, niat dan semangat kami tidaklah surut.

First Shots waktu baru turun di Pelabuhan Peti Kemas di Makassar
Untuk mahasiswa masih menggunakan almamater mereka masing-masing :)
Kami semakin bersemangat untuk menjelajahi kota Makassar ini yang dulunya bernama Ujung Pandang. Tempat yang pertama kali kami kunjungi adalah Fort Rotterdam. Ketika kami tiba disana, banyak bagian benteng yang sedang direnovasi, tetapi kami tetap senang menjelajahi keseluruhan bagian benteng. Ada La Galigo yaitu museum di dalam Fort Rotterdam itu sendiri. Didalamnya kita bisa melihat banyak miniatur perahu, rumah adat, senjata adat, bahkan pameran pakaian-pakaian adat. Sewaktu di Fort Rotterdam kami dijelaskan secara detail seluruh isi Museum La Galigo oleh guide setempat yang sangat ramah :). Selain La Galigo ada ruangan lain yang cukup menarik yaitu ruangan bekas pengasingan Pangeran Diponegoro, di dalam ruangan sempit dan gelap itu kita bisa melihat tempat tidur, kursi dan meja kecil yang dahulunya dipakai oleh Pangran Diponegoro, dan ada beberapa lukisan tentang beliau yang dipajang di ruangan tersebut.. 
WELCOME TO FORT ROTTERDAM :)
Museum La Galigo, banyak sekali barang-barang antik di dalamnya
Ruang Tahanan Pangeran Diponegoro
Berpose sedikit di Fort Rotterdam :p

Halooo, kami kontingen KEMENBUDPAR,
(Ki-Ka) Andy Faizal, Wisnu Yudananto, Satya Winnie, Endah Ruswanti

Setelah puas melihat-lihat keindahan Fort Rotterdam, perjalanan dilanjutkan menuju Gowa, rumah yang dulunya kepunyaan Sultan Hasanuddin. Tetapi sebelum kami beranjak menuju Gowa, saya mendapatkan pemandangan menarik tentang transportasi di Makassar. Walaupun sudah hampir menyerupai Jakarta, Makassar masih memiliki transportasi tradisional yaitu becak. Becak disana cukup tangguh karena mampu membawa beban banyak tanpa menyadari bahwa itu berbahaya. Tapi tukang becaknya santa-santai aja tuh. :p Ada lagi angkot (angkutan kota) yang di Makassar disebutnya "Pete-pete". Unik juga tranpsortasi berwarna biru ini. Hahaha. :D
Abang-abang becaknya 'anteng' aja bawa becak OVERLOADED. :p
Barulah kami beranjak menuju daerah Gowa, cukup jauh dari pusat kota karena memakan waktu kurang lebih 1 jam untuk mencapainya. Sesampai disana kami cukup kecewa karena rumahnya masih dalam proses renovasi.
Sultan Hasanuddin's House. Still on renovation. (2010)
Little Snapshots at Rumah Gowa :) Hello Friends, long time no see. :)

Kami tidak berlama-lama di rumah Gowa, karena selain rumahnya masih dalam proses renovasi dan tidak ada apa-apa di dalamnya, kami semua harus mengunjungi kantor Gubernur Sulawesi Selatan untuk bertemu dengan beliau. Sayangnya, setiba kami disana, beliau berhalangan hadir karena ada keperluan lain. Akhirnya bapak Gubernur diwakilkan oleh Sekda atau Sekretaris Daerah.  Sambil menikmati hidangan yang disiapkan, kami menyimak sambutan dan arahan dari pemerintah Makassar, mendengar kelebihan dan kemajuan yang terjadi di Makassar.Mengagumkan bahwa sekarang Pemda Makassar benar-benar mengembangkan Makassar agar menjadi salah satu pusat destinasi pariwisata Indonesia bagian Timur. :) Semoga berhasil ya Makassar ;)
            Tiba saatnya makan siang, kami semua kembali ke kapal, mengisthirahatkan diri dan makan siang pakai treng (nanti ada cerita khususnya tentang makan pakai treng ini, just wait ;) ). Setelahnya kami diberikan Free Time  untuk wisata kuliner atau berbelanja. Kami semua pun menuju ke Pasar Baru Ujung Pandang. Saya dan beberapa teman LNRPB pergi mencari restoran coto Makassar yang terkenal itu. Setelah bertanya-tanya tentang tempat coto Makassar yang top akhirnya kami memutuskan untuk mencoba Coto Makassar SBY Jalan Ranggong (orang Makassar suka mengucapkan -ng untuk kata berakhiran -n, jadi Jalan biasa mereka sebut Jalang, ups ;p ). Tempat ini sangat popular dikarenakan Presiden kita pernah menyambangi tempat ini dan mencicipi hidangan Coto yang memang sangat lezat. Harganya juga pas di kantong, sekitar 15 ribuan untuk 1 porsi. JEMPOL BANGET!!! :)

Ini dia yang ditunggu-tunggu, COTO MAKASSAR yum yum yummy :9
Ini dia Restoran Coto Makassar yang lezat, Rumah Makan Ranggong :)
Worth to try
Sesudah kenyang kami pergi menyusuri Jalan Baru untuk mencari oleh-oleh khas Makassar. Tidak terlalu banyak benda yang saya beli, oleh-oleh standar untuk keluarga dan sahabat, ada kaos Makassar, gelang Makassar dan beberapa gantungan kunci khas Makassar. Setelahnya, kami pergi ke Pantai Losari dengan menaiki becak. Sayang sekali waktu itu kota Makassar sedang diguyur hujan deras, sehingga pemandangan yang kami dapatkan tidak seperti yang kami harapkan, tetapi masih banyak anak LNRPB yang menyempatkan diri untuk mengambil gambar di tulisan LOSARI nya. Pantainya tidak besar (bahkan tidak ada pantai) dan cuma berbentuk sepetak lapang untuk tempat nongkrong anak muda Makassar. Tiba waktunya maghrib, kami kebingungan bagaimana cara kembali menuju ke kapal, karena tidak ada transportasi yang  bisa mengantarkan kami tepat di depan kapal, apalagi saat itu hujan deras. Beruntungnya kami karena ternyata salah seorang kerabat teman kami bersedia mengantarkan kami ke kapal. Kami sangat beruntung, karena kami juga diajak menikmati Bakso Kotak yang sangat enak di pinggiran Pantai Losari. Saya juga mencoba es Palu Butung yang khas dari Makassar. Hidangan yang sangat segar di sore hari sambil memandang jauh Pantai Losari. Setelah menikmati keseluruhan hidangan lezat dari Makassar, kami pun menuju ke kapal di tengah hujan deras. Akhirnya, kami tiba di kapal tepat waktu dan bisa memasuki kapal dengan lancar. Tetapi ada teman yang waktu itu sampai jam 8 malam belum tiba di Makassar, alesannya tersesat. hahahahha :D

Sayang sekali kami hanya diberikan waktu 1 hari untuk menikmati Makassar, padahal kami belum puas. masih ingin menjelajah kesana-kemari, masih mau cicip ini-itu. Tapi apa daya, program nya sudah ditentukan seperti itu. :'( Oke, next trip BANDANAIRA, Makuku Tenggara :) Wait for us yaaaa, Banda.

Some snapshots. :D
Teman-teman DIKTI okee banget, apalagi mas Irul yg pakai sunglasses ;p

Ini siapa ya?? Masih pada inget?

Big Man dari Sekolah Tinggi Perikanan. :D

Teman-teman dari Sekolah Pelayaran :)

Pembimbing kami tercinta, Tante Aprilina, kakaknya dan siapa ya satu lagi?? Lupa. ;p

Thursday, November 3, 2011

SAIL BANDA 2010 part 1 (Jakarta)

Thursday, November 03, 2011 0 Comments
Sebenarnya sudah setahun yang lalu tepatnya bulan Juli-Agustus 2010 Sail Banda diselenggarakan. Tetapi banyak catatan perjalanan yang belum di post ke blog. Mungkin nanti teman-teman Sail Banda bisa nostalgia dengan membaca tulisan ini. :)

Logo Sail Banda 2010 "Small Islands for our future"
Sail Banda 2010, adalah pengalaman saya untuk pertama kalinya berlayar dengan Kapal perang Republik Indonesia yang biasa disebut KRI  menuju daerah-daerah di Indonesia bagian timur. Kapal yang kami tumpangi bernama KRI MAKASSAR dengan nomor lambung 590, jadi sering disingkat menjadi KRI-MKS590 :). Saya sudah memimpikan hal ini sejak lama, dan akhirnya terwujud. Sebelumnya saya sudah pernah mendengar tentang Bandanaira dari salah seorang dosen saya. Hal itulah yang membuat saya sangat ingin pergi kesana dan menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri seluruh keindahan yang ditawarkan Bandanaira. Sebelum mencapai Bandanaira dan sesudahnya kami mengunjungi berbagai tempat juga yang akan saya ikut sertakan dalam jurnal saya ini. Kalau begitu, saya akan menceritakan tentang pengalaman saya berangkat dari Jakarta-Makassar-Bandanaira-Ambon-Wakatobi-Jakarta :)

 Hari pertama, Kamis 22 Juli 2010,
Kami semua berkumpul di Kolilanmil untuk registrasi, dilanjutkan dengan memindahkan barang-barang ke dalam kamar yang sudah dibagi-bagi oleh Palaksa KRI Makassar 590, yaitu Mayor Iwan Sutrisno. Memasuki kapal tersebut layaknya memasuki hotel kelas 3. Ruangan yang sejuk ber-AC, bersih dan wangi, fasilitas lengkap. Saya sangat terkesan dan berpikir bahwa beginilah sesungguhnya tampilan kapal perang Indonesia, tidak kalah dengan kapal-kapal asing. Kami pun menuju deck G dan beristhirahat di kamar masing-masing sambil berkenalan dengan sesama teman-teman satu kamar. Waktu itu saya masuk di kamar G-13.
            Keesokan harinya, tibalah hari keberangkatan. Kami semua mengenakan kaus Sail Banda 2010 yang diberikan oleh panitia pada pagi harinya, selain kaus, kami juga mendapatkan topi biru bertuliskan Banda Sail. Sebelum kami berangkat, ada upacara pelepasan oleh Menpora yaitu Bapak Andi Mallaranggeng yang ditandai dengan pelepasan balon-balon gas. Kami semua (peserta) berdiri di deck Heli dan Anjungan untuk parade keberangkatan. Sambil melambaikan topi, kami pun berangkat.

Haloo!!! Berpose dengan Kaos dan topi Sail Banda 2010
Disamping ini adalah foto saya yang memakai kaos dan topi Sail Banda 2010. Kangen sekali memakainya >.<
Mayor Iwan Sutrisno, our lovely Palaksa KRI MKS 590
Dibawah ini ada Mayor Iwan Sutrisno yang merupakan Palaksa KRI MKS-590 :) Beliau baik sekali kepada kami. Selain baik, beliau juga humoris. Anak-anak Sail Banda sayang sekali sama TNI yang ini. Biarpun badannya gede tapi hatinya juga gede :) Palaksa itu adalah Ibu Rumah Tangga di KRI, kalau komandan itu Bapak Rumah Tangganya :)

Beliau menyambut kami dengan sangat ramah, jauh dari kesan tentara yang bengis dan kejam. Dengan sabar mereka mengarahkan 400 peserta ke kamar masing-masing dan tidak lupa memberitahukan peraturan apa saja yang tidak boleh dilanggar selama pelayaran, khususnya yang berkaitan dengan kebersihan kapal. :)

Ya, 23 Juli kami siap berangkat ke destinasi pertama yaitu Makassar. Sayonara Jakarta :)
Tunggu cerita berikutnya, Makassar :)

Ini rombongan dari UI dan Kemenbudpar. Icca, Grazia, Nungky, Mbak Endah
Mas Wisnu, Mbak Ike :)

Thursday, April 7, 2011

Depok - Bandung - Ciater - Tangkuban Parahu - Depok

Thursday, April 07, 2011 6 Comments
"kalian libur ya dari tanggal 29 maret, masuk lagi tanggal 4 mei", kata Mas Sadun, karyawan Sekretariat pariwisata UI. SUMPAH RASANYA PENGEN TERBANG! mungkin kedengarannya berlebihan. Tapi jika melihat betapa banyak kegiatan sejak memulai semester 4, definitely yes, we need holiday!
Bersama teman-teman travel, merencanakan liburan singkat ini mau trip kemana. Banyak pilihan yang terlintas. Garut, Jakarta City Tour, Bandung dan Ujung Genteng. Setelah proses yang panjang, kami pun memutuskan untuk memilih tour 3hari 2 malam di Bandung dan Ujung Genteng dan optimis bisa kesana ala kantong backpacker. hehehehee. :D

31 Maret. Hari Keberangkatan. ( Day 1 )
Janji berangkatnya sih jam 11, tetapi banyak hal yang terjadi dengan jam Indonesia. :p Setelah menunggu Hiko berjam-jam, kami pun komplit. Siapa aja sih yang ikut??? Kami semua bersepuluh. Ada Satya (aku), Sella, Hiko, Ajunk, William, Rama, Bedil, Argi Tendo, Hadian and the last, our carefully and experienced driver, Rury! :p Tapi kami berangkat cuma berdelapan karena Argi nyusul pake travel dan Hadian adalah tuan rumah di Bandung, jadi dia sudah pulang duluan.
OKE! SIAP! BERANGKAT!!!!!

Keluar UI, lenteng agung, tanjung barat, LANCAAAARRRR!
Oke, masuk tol ya! Aku dengan noraknya nanya kiri kanan. :p Ternyata dari kami semua juga masih banyak yang buta Jakarta. Banyak bertanya ga bakal tersesat di jalan kan? :p
Masuk Karawang, kami mulai latihan Guiding. Pura-pura jadi guide. "on your left side, on your right side", "well, ladies and gentlemen" udah jadi kalimat wajib kami selama di jalan. :)
Gpp kok, kan banyak latihan jadi terbiasa dan jadi cepat hebat!

Selama di tol tak henti-hentinya tertawa, ada saja ulah Hiko, William dan Ajunk. Bedil tidur dengan gayanya seperti mayat tapi bangun kalau ada makanan cukup jadi hiburan. hehehehehe. :D
Dalam hati aku berkata, "Jadikan perjalanan kali ini tak terlupakan ya Tuhan".

Eits, pintu tol masuk Bandung udah kelihatan. Yeay!!!
Setelah berkeliling ke daerah Cimahi, kami akhirnya menemukan rumah hadian yang dicat orange. Unfortunately, Hadian tidak ada dan orang tuanya juga ga ada di rumah dan ....... HUJAN!
Terima Kasih!

Menghubungi orang tanpa handphone memang siksaan paling berat! Aduh susahnya ga kepalang cuma mau hubungin seorang Hadian. Makan atiiii! Setelah percakapan singkat lewat YM dan diakhiri dengan telepon darurat, kami berangkat menyusul Hadian yang ada di kosan adiknya di Cilaki. Waktu sudah menunjukkan 17.30 WIB. Lelah dan lapar sebenarnya. Tetapi kami sepakat untuk ketemu Hadi terlebih dahulu.

Eits, ada masalah lagi. M A C E T! Telisik dan selidik di Twitter dari @infobandung katanya ada mobil yang nyangkut di rel kereta di dekat jalan yang sedang kami lalui (lupa jalannya). Yahhhhh. Semuanya pasrah.
Tapi suasana menjadi hidup lagi ketika para lelaki bercanda dan mulai melirik kanan-kiri untuk mencari mojang Bandung. Hahahaahahaa. :D Dasar LELAKI!

Lalalaalalalaala~
Tibalah kami di meeting point, di sebelah SMA nya Hadian (lupa lagi namanya) dengan perut yang super keroncongan. kruyuukkk. :3 Tetapi udara yang dingin benar-benar memanjakan kami para manusia 'kegerahan' dari Jakarta. Escape sebentar dari Jakarta adalah surga, benar-benar surga.
HADIAN DATANG! TERIMAKASIH!
Setelah proses panjang, kayak di Termehek-mehek kalau kata Sella, kami pun bertemu dengan target. HADIYAN NIBRAS! Si Minang Gondrong (sekarang udah enggak gondrong) :p
Karena tuntutan perut, kami sepakat untuk cari makan terlebih dahulu. Akhirnya kami dibimbing ke jalan Truno Joyo ke Restoran umm umm umm, lupa lagi (nanti dicari deh). hehehhee. :p Makanannya Prasmanan, pas sama kantong anak jalanan kayak kami ini. Haha. :D Makan malam kami saat itu berkisar 15.000-25.000 tergantung menu apa yang kami makan. Tapi enak makanannya. Bener deh. Aku makan banyak lalapan sampai kalap dan sampai dibilang kambing. -____-
PERUT KENYANG, HATI SENANG!

Perjalanan lanjut ke kosan adekknya Hadian di Cilaki. Cuma 15 menit udah nyampe. Kosannya kayak rumah Belanda jaman baheula. Tapi waktu masuk kamarnya, surprised banget dengan adanya lukisan-lukisan Buddha (SUMPAH GUE PENGGEMAR BUDDHA TO THE MAX) dan ada dreamcatcher yang digantung di tengah-tengah kamar. (SUMPAH NAKSIR ITU JUGA). Pokoknya kamar itu unik banget, kamar idamanlah bisa dibilang. Bahkan Hiko sampai nanya harga kos per bulan. Eh buset, dia mah rumah di Bogor, kuliah di Depok kok mau ngekos di Bandung?????? -____-

Tiba di kamar adeknya Hadian, semuanya masih malu-malu. Hahahahha. :D
Akhirnya semuanya memberanikan diri untuk masuk dan berkenalan dengan teman-teman yang baru. Ga enak sih soalnya mereka lagi nonton Ada Apa Dengan Cinta terus kami datang mengganggu. Yaudah kami duduk di pojok, nge charge battery, cowok-cowok cari rokok, lenje lenje dulu setelah perjalanan berjam-jam. Malamnya kami bakal berendam di Sari Ater. Ngebayanginnya aja udah ngiler. :p

Malam menjelang. 23.00 WIB. Berangkat menuju Sari Ater, Ciater. Butuh 1,5 jam untuk tiba disana. Wah wah jalanannya LANCAR banget. Tapi Argi mulai iseng deh nakut-nakutin yang lain waktu on the way lewat Lembang. Brrrr. Semua merinding, soalnya jalanannya gelap dan benar-benar mencekam. Ah, masa bodo! Mbah Rury tetap santai nyetir dan jalan terus.

00.30 (kalau ga salah) kita udah nyampe Sari Ater. Biayanya Rp. 33.500/orang. Makin malam, makin mahal ternyata. Yaudah, tanpa babibu kita parkir, ambil perlengkapan, masuk Sari Ater dan MARI BERENDAMMMMMMM!!!!

AIR PANASNYA TAK TERKATAKAN ENAKNYA! ENAK SEKALI!!!!!
Ternyata banyak orang juga yang datang berendam waktu itu. Memang jam paling enak buat berendam sih jam segitu. Bandung lagi dingin-dinginnya dan airnya lagi panas-panasnya. :D Pake ada acara keramas sari Ater, iya ga Rama? Hhahahhaa. :D

Nih Bocah-Bocah lagi Berendam. :D

Selesai berendam kita lanjut makan. Lapar to the max perutnya kan yah. Yaudah. Cari makan di pinggiran jalan pulang. Dingin dingin enaknya makan? INDOMIE!!! Hahahahhaa. :D Yaudah kita berhenti buat makan dulu dan cuma Bedil yang susah banget turun dari mobil gara-gara udah 'sekip'. hhahahhaa. :D

Nih Foto Bareng jam 3 Pagi di Warung Indomie. :D Ajunk kenapa ya? (pojok kiri bawah)

Oke, perjalanan dilanjutkan pulang ke kosan adeknya Hadi. Nyampe udah jam 5 kurang. Nyeh, ngantuk gak karuan. Oke, Let's sleep boys! :D end of the day!

1 April ( Day 2 )
Setelah ketiduran kayak mayat semua, akhirnya pada bangun jam 10 ujung-ujungnya. Cari makan dulu, dapet nasi + telor + tempe mendoan + sambel + krecek + sayur nangka yang ENAK ABIS! Nggak tahu deh dimana belinya. Pas mereka beli aku ga ikut. Nanti ya dicari infonya. :p 
Berlanjut ke Sholat Jumat. Sisanya nonton Texas Chainsaw. Oke, film itu cukup membuat kami enek dan merinding (kata Sella). Hehehhehee. :D (malah ketawa)

Anak-anak pulang dari Sholat Jumat sekitar jam setengah 2. Oke, setelah berdebat tentang rute, kami berangkat ke TANGKUBAN PARAHU! 
FYI : di salah satu lampu merah menuju Subang, Hiko dibelai Banci Lampu Merah. Ga kalah cantik sama mojang Bandung, tapi......tetep aja kan? Hahhahahhaa. :D

Lalalalala~
Berasa kayak di film Petualangan Sherina kami benar-benar menikmati perjalanan ke Lembang.
Sampai akhirnya ............ insiden itu terjadi!
Apa? Insiden apa?
Kurang lebih dialognya seperti ini :
*masih asik sama diri masing-masing*
*ajunk terbangun dari tidurnya*
Ajunk : ko, ko bisa tutup jendelanya nggak?
Hiko   : kenapa junk? *kepala menoleh ke belakang* *LANGSUNG MELIUKKAN TUBUH KEDEPAN*
Ajunk : HOEKKKKKKKKKKK! KRECEKK!
All      : ARGGGHHHHH!!!!!!
Rury   : *Ckitttt* *bunyi rem dan kaget* Ada apa? Ada Apa?

Yeah, insiden ini mengakibatkan 3 orang korban yaitu Saya, Sella dan William terkena krecek nya Ajunk. "Junk, kita sayang sama elo, bener deh". 
Oke, kita pun akhirnya minggir. Ajunk turun dan minta maaf. Kami kasihan melihat mukanya. Sungguh.
Akhirnya William berinisiatif untuk bersihin kakinya dengan tanah. "Ini cara paling efektif buat ngilangin baunya", kata William. gue bilang, " Oke wil, tapi dalam kasus gue, rambut gue yang kena, masa gue olesin tanah juga? -__-".

Akhirnya Rury dan Ajunk pergi mencari tempat pencucian mobil terdekat dan kami menunggu di lapangan rumput dekat tempat perkara. Ada yang minum kopi dan ada yang foto-foto (aku) hhehehehe. :p
Tidak sampai sejam, mobil udah bersih dan wangi. WOW!
Oke, perjalanan lanjut......
Tetapi sejak insiden ini, Ajunk dapat julukan baru = Krecek! *peace ajunk. Hehehe. :p

Akhirnya tiba juga di pintu gerbang Taman Wisata Tangkuban Parahu. Entrance Fee nya 14.000/orang . Setelah kerepotan mengumpulkan uang masing-masing alias patungan, kami pun menanjaki jalanan menuju kawah di puncak. Mobil masih oke-oke aja, tapi lihat saja nanti.

AKHIRNYA!
Tiba di Tangkuban Parahu dan langsung turun dari mobil karena excited, dan........ angin berhembus sekencang-kencangnya angin. Padahal aku gendut loh, tapi kalau waktu itu aku melemaskan badan, aku pasti terbang terbawa angin. Kabut yang turun makin menambah keindahan Tangkuban Parahunya. Sesi photo-photo pun dimulai. *jepret sana,jepret sini*

Pengumuman dari pengelola mengatakan bahwa kami harus turun sebelum jam 5 sore, karena kabut yang turun sudah mulai tebal. Tetapi sebelum kami turun, Bedil pengen menunjukkan kegagahannya dengan menjadi LELAKI ANGIN. Dia buka baju untuk kurang lebih 10 Menit di udara yang seperti itu. BIG APPLAUSE FOR HIM!

INI NAMANYA ICHWAN BEDIL ABDILLAH! LELAKI ANGIN! ;p

Habis uji ketahanan, semuanya masuk mobil dan mulai meng-ketek-kan tangan masing-masing. DINGIN BANGET! Langsung kunci semua jendela dan kami mulai berebut oksigen hingga akhirnya kacanya dibuka lagi. :D

Disini juga ada insiden tak terlupakan. HIKO DIGIGIT ANJING!Hahahahahhaa. :D (sumpah sebenernya ga pengen ngetawain lo ko, bener, suer (y) tapiiiii, lucuu) Hahhahahaa. :D
Gatau gimana awalnya tiba-tiba aja dia digigit anjing di dekat toilet di Tangkuban Parahunya. Dia mulai panik karena ditakut-takutin anak-anak tentang rabies, gejala-gejalanya makin membuat dia bergidik. Dia juga masih labil mau ke rumah sakit atau nggak. Tapi aku saranin sih ke rumah sakit. Buat antisipasi aja, soalnya aku dulu juga gitu. Akhirnya telpon tantenya dan make appointment di RS Borromeus, Bandung. Sepanjang jalan kasihan sih lihat dia, tapi karena Hiko itu mukanya lucu, susah nampilin muka yang bikin iba, tetep aja lagi menderita bikin ketawa. Berbahagialah ko karena lo jadi sumber ketawa kita. :p

Perjalanan pulang. Oke....... masalah lagi.
Ban mobil Hadi yang bagian kiri bunyinya *ckiiiiittt.....ckiitttttt.ckiiiitttttt...* sumpah nyakitin telinga. Kita pun turun semua buat ngecek. Ternyata ada sesuatu yang nyangkut. Tapi apa? darimana? Tak ada yang tahu.
Kami pun mulai sedikit bergidik karena sudah semakin sore dan tidak ada bengkel di turunan jalan dari Tangkuban Parahu ini. Akhirnya semua naik ke mobil buat melanjutkan perjalanan. Tapi rasanya kayak naik roller coaster yang udah rusak, bunyi-bunyi dan lagi TURUNAN!
Ga terlukiskan deh betapa deg degannya kami semua disitu dan selalu terucap "hati-hati jung", "pelan-pelan jung:", "jangan lengah jung" (ajung berbaik hati nyetir)
THERE'S A MIRACLE WHEN U BELIEVE!

Yap. Believe it or not, kami selamat sampai portal keluar Tangkuban Parahu. And, guess what? BAN MOBILNYA enggak bunyi lagi, sama sekali. AJAIB BIN AJAIB! Unbelievable! But, thank God. Smooch. :* Sport jantungnya cukup 15 menit ternyata. Fiuuhh~

Perjalanan lanjuttt!!!
Bingung antara cari tempat tongkrongan di Paris Van Java dan ITB, akhirnya sepakat nongkrong di ITB buat nyicipin Susu Murni nya. recomend nya hadian. ternyata bener-bener enak. WORTH TO TRY! Cuma Rp.3500,- per gelas ada banyak rasa, Strawberry, Blueberry bahkan Mocca ada. :D
Selagi nongkrong, Hiko sama tantenya ke RS Borromeus buat suntik tetanus dan rabies. Banyak keluarganya yang datang jenguk. Tuh kan ko, ada sisi positifnya juga digigit anjing. Mempererat tali silahturahmi? :p

Habis itu lanjut ke Kartika Sari beli titipan teman-teman kosan dan bertemu cowok-cowok oke berotot ternyata HOMO, Sayang sekali. Padahal masih banyak perempuan cantik loh bang. hehehehe. :p Habis itu lanjut ke WoodStock buat minum Beer dan nyemil sambil main kartu. Permainan wajib selama perjalanan adalah main "kartu bohong atau nggak". Hiko mulu yang menang, gatau kenapa.-,- Muka udah pada ngantuk, kamipun pulang jam 11 malam. Karena keesokan harinya kami rencana pulang subuh karena ada acara MapalaUI pagi-pagi. Ohya, Rama udah misah dari kita disini. Dia mau pulang sama kakaknya. Bye Ramaaaa! 

Pulang, sampai kamar kosan adek Hadi, kosong, lega.
Aku ganti piyama, anak-anak udah cari tempat nongkrong aja ngerokok.
Gatau siapa yang pertama buka laptop, akhirnya nonton film di laptop Hadi. Ngelanjutin Texas Chainsaw yang masih belum beres. Lalu, rencana tidur. Eittssss, siapa gitu yang ngusulin film indie genre thriller gitu, yang main Ladya Cheryl kalo ga salah, dan anak-anak cowok sangat adore dia karena cantik banget. Emang cantik sih. :3 Akhirnya nonton sampai jam 3 padahal janji berangkat jam 4. Memang benar akhirnya yang bangun jam 4 itu cuma RURY seorang.

2 April ( Day 3 )
Setelah bersusah payah membangunkan semua anggota pas subuh , akhirnya bisa bangun juga mereka semua para lelaki ini. Beres-beres barang, angkut ke mobil. PULANG!!!!

Aku tepar selama perjalanan sampai tol Cikampek. Jadi ga terlalu jelas apa yang terjadi. Kita toilet stop dulu buat sarapan di KFC. Sebagian sih teler di mobil. Bangun-bangun aku melihat awan-awan berjejer kayak domba, jadi pengen tidur lagi. Memang bener sih. Mobil jalan lagi, aku ketiduran lagi. Maaf ya teman-teman. :'( apalagi maaf buat Rury!

Badan gue merasa hawa kok udah panas ya??? ternyata bener. Kami sudah tiba di Jakarta. Oh Jakarta, ga ngerti deh kenapa kau panas terus. -,- padahal jam masih menunjukkan jam setengah 9. Oke, yang pertama turun itu Argi, turun di Tanjung Barat. Bye Argiiiii! 
Lalu, sisanya ikut ke kosan Hadi. Jam 9 kita tiba dan mulai review perjalanan kita. Benar-benar super menyenangkan dan mengesankan. Pengen lagi deh pergi ke Bandung bersama kalian teman! Cipatakan kenangan-kenangan aneh tak terlupakan! See you on the next trip guys!!!

 WE ARE TRAVELLER!!! :D
SEE U NEXT TRIP GUYS!!!!!!!!!!!

Follow Us @satyawinnie